sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Archive for the ‘Resonansi’ Category

Dari sini (ruang kerja) negara diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) tujuan kita.

Posted by heri purnomo on February 28, 2007

Saya selalu suka dengan Malaysia. Negeri Melayu ini sedang bergerak menuju negara maju, membangun dengan prinsip harga diri, semangat Islam dan Melayu. Negeri –yang dalam berberapa hal bersaing dengan Singapura– itu, seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Islam mendorong kemajuan.  Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | 5 Comments »

Hai Nak

Posted by heri purnomo on September 20, 2006


Hai Nak,
Ini cerita cinta dari Ayah dan Bunda buatmu. Tidak untuk dijadikan pegangan hidup, karena sudah ada Al-Qur’an. Untuk itu tidak pula sebagai tuntunan laku, karena Rasul telah tinggalkan Sunnah bagi kita. Cukuplah engkau ingat-ingat dalam setiap jatah waktu yang engkau miliki.

Hai, nak
Kau mungkin tidak ingat kalimat dalam setiap kali kami menimangmu tidur berisi permohonan : (1) Berisi pujian (2) Berisi tanda syukur (3) Berisi kesaksian (4) Berisi pengakuan (5)

Hai, nak
Kami mengajarkanmu makan dan minum, tidak untuk mengenyangkan perutmu, tidak pula untuk penuhi dahagamu. Tapi sekedar membantu agar engkau mampu menuntaskan kewajibanmu setelah itu. Dan ingat pada mereka-mereka yang masih mengais rezeki hari ini.
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | Leave a Comment »

Juklak Sederhana

Posted by heri purnomo on September 11, 2006

From : Adhika Dirgantara’s Weblog

Dalam kesempatan langka berdiskusi dengan Abdullah Gymnastiar di masjid kantor awal pekan lalu, ada tiga hal sederhana namun menarik yang saya coba catat. Diskusi ini agak langka karena kehadiran Aa Gym memang ‘tidak terlalu direncanakan’, semacam sekedar mampir sebelum memberikan pencerahan dalam kajian rutin di masjid Al Azhar Kebayoran pada malam harinya. Diskusi di masjid kantor sendiri dilangsungkan setelah sholat ashar berjama’ah.

Dalam diskusi singkat tersebut Aa Gym sedikit menguraikan mengenai penunaian tugas manusia seutuhnya dalam konsep yang sederhana, saya menangkapnya sebagai semacam juklak (petunjuk pelaksanaan) bagi tiap-tiap manusia dalam menunaikan setiap tantangan kehidupan yang menghampiri. Tiga hal tersebut adalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar (usaha) dan menggenapkan tawakal (penyerahan diri).
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | Leave a Comment »

Yang Paling Menakjubkan Imannya

Posted by heri purnomo on September 1, 2006

Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. “Apakah ada air untuk wudhu?” beliau bertanya kepada para sahabatnya. Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya.
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | Leave a Comment »

Aku Lebih Baik dari Dia.

Posted by heri purnomo on August 7, 2006

Oleh : KH. Jalaluddin Rakhmat
Suatu hari, Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa as, “Hai Musa, bila nanti kau akan bertemu dengan-Ku lagi, bawalah seseorang yang menurutmu kamu lebih baik daripada dia.” Nabi Musa as lalu pergi ke mana-mana; ke jalanan, pasar, dan tempat-tempat ibadat. Ia selalu menemukan dalam diri setiap orang itu suatu kelebihan dari dirinya. Mungkin dalam beberapa hal yang lain, orang itu lebih jelek dari Nabi Musa, tetapi Nabi Musa selalu menemukan ada hal pada diri orang itu yang lebih baik dari dirinya. Nabi Musa tidak mendapatkan seorang pun yang terhadapnya Nabi Musa dapat berkata, “Aku lebih baik dari dia.”
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | Leave a Comment »

Allah bersumpah terhadap waktu manusia

Posted by heri purnomo on August 2, 2006

demi masa
sesungguhnya semua manusia berada dalam keadaan rugi
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Posted in Resonansi | Leave a Comment »

Selalu ingat Allah

Posted by heri purnomo on July 29, 2006

Semua orang pasti mendambakan ketenangan, ketentraman, kedamaian, dan kesejahteraan dalam hidup. Ia berharap agar ALLAH selalu hadir dan membimbing segala aktivitas hidupnya.
Salah satu cara efektif agar senantiasa merasakan tenang, damai, dan bahagia dalam hidup adalah zikrullah ( Selalu Ingat ALLAH ) dengan do’a dan zikir yang disertai perenungan dan pengamalan intensif.
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | 1 Comment »

Bersegeralah dalam kebajikan

Posted by heri purnomo on July 13, 2006

Rasul mulia shalallahu ‘alaihi wasalam telah bersabda, “Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti, akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (Hadits Rriwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | 1 Comment »

Pemberian Terbaik

Posted by heri purnomo on July 7, 2006

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana. Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. “Inilah hartaku yang paling berharga”, demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | 1 Comment »

Jangan lupa mengingat mati…

Posted by heri purnomo on July 4, 2006

Seorang ulama pernah berkata, “Selain Allah, sesuatu yang paling sering dilupakan manusia adalah kematian.” Padahal kematian menjadi sebuah fenomena nyata yang selalu disaksikan manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Kematian keluarga, tetangga atau orang-orang yang tidak kita kenal yang dapat diketahui dari berita-berita kematian di berbagai media massa, selalu terjadi setiap saat.
Read the rest of this entry »

Posted in Resonansi | Leave a Comment »