sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Archive for the ‘Catatanku’ Category

Rindu Memposting Blog Sumeleh

Posted by heri purnomo on October 10, 2012

Tidak terasa sudah dua tahun berlalu semenjak tanggal 22 November 2010 blog sumeleh ini terakhir diupdate. Waktu yang cukup panjang dalam keterlupaan menggoreskan kesan, pikiran atau sekedar berbagi tulisan lewat copas hasil berselancar di dunia maya. Ada perasaan rindu atau kangen menulis di blog ini. Sebuah blog yang pertama kali saya buat, dan waktu itu penulis sedang bersemangatnya belajar Islam dan membaca-baca banyak artikel bernuansa agamis. Kini, kenangan tentang blog Sumeleh  kembali muncul, dan ada hasrat untuk memeluknya kembali, merawatnya kembali. Entah bisa atau tidak berbagi waktu di antara kesibukan-kesibukan duniawi yang sering menyita waktu mengejarnya. Tapi, demi niat baik untuk belajar dan berbagi, insyaAllah akan bisa dilakukan.

Dan kepada para pembaca Sumeleh, yang meskipun dua tahun sudah saya tinggalkan dengan tanpa peduli ada komentar di artikel yang tak kunjung saya balas, kami mengucapkan terima kasih atas kesediaannya mampir di blog ini. Dan saya mohon maaf atas ketidakpedulian saya pada rumah kecil ini, yang dulu saya impikan bisa menjadi rumah tempat menumpahkan uneg-uneg, pikiran, dan mengumpulkan mozaik-mozaik kehidupan yang tercecer dan saya anggap pantas untuk dikumpulkan.

Semoga ke depan, saya bisa kembali memelihara kesetiaan mengisi dan menulis di blog sederhana ini.

Doakan ya, salam.

Advertisements

Posted in Catatanku | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Siapa bisa memastikan Akhir Kehidupan Amrozi Cs adalah buruk ?

Posted by heri purnomo on November 12, 2008

Banyak orang bahkan mayoritas ulama mengatakan kematian Amrozi CS bukanlah mati syahid. Benarkah ?
Namun kalo toh benar pelaku bom Bali adalah mereka, itu adalah kesalahan masa lalu. Allah masih mengampuni dosa hambanya. Sebagaimana pendapat Ust. Habib Rizieq di eramuslim :
Yang pasti, Amrozi c.s. mati dalam keadaan baik. Enam tahun dipenjara hanya shalat, puasa, baca Alquran, dan lain-lain. Saat dieksekusi pun, Amrozi c.s. menatap itu dengan mata terbuka dan pekikan takbir,”

Dalam kasus Bom Bali 2002, sebagian besar tokoh Islam memang sepakat bahwa itu sebuah kesalahan. Tapi, menurut Habib Riziq, hal itu tidak bisa dijadikan penilaian terhadap kematian Amrozi c.s.

“Andaikata Bom Bali 2002 dianggap salah, itu adalah masa lalu. Karena itu, jangan menilai dengan masa lalu. Nilailah saat ini,” jelas Ketua Front Pembela Islam ini.

Ia menjelaskan, di masa Rasulullah pernah ada kasus perempuan penzina yang dirajam. Ketika itu, seorang sahabat mencercanya. Rasulullah saw. pun meluruskan dan mengabarkan bahwa kebaikan perempuan tersebut, dengan taubatnya, mampu mengampuni dosa penduduk satu kota Madinah.

“Jadi, nilai saat ini. Jangan nilai masa lalu. Saksikanlah bahwa Amrozi c.s. adalah orang baik. Isyhaduu annahum min ahlil khoir! Takbiiir. Sholluu ‘alan Nabi!” ucap Habib bersemangat. ( sumber eramuslim.com )

Posted in Catatanku, Klip | Leave a Comment »

Euforia Obama

Posted by heri purnomo on November 12, 2008

Kemenangan Barack Obama sebagai Presiden ke 44 Amerika Serikat, pada 4 November 2008 telah membuat suasana hiruk pikuk, dan membuncahkan harapan yang besar bagi banyak masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Mereka berharap kebijakan yang diambil Obama, akan memperbaiki kebijakan Presiden Bush yang telah menyengsarakan banyak negara di luar Amerika, maupun terhadap warga Amerika sendiri.

Namun, layakkah kita berharap begitu banyak terhadap seorang Obama ? Pada pidato kemenangannya di Chicago, Obama mengucapkan kalimat “change has come to America.”. Pertanyaannya, perubahan seperti apakah yang akan dilakukan Obama? Semoga ke arah yang lebih baik untuk semua, bukan hanya untuk Amerika dan Israel.

Tapi di atas semua itu, Allahlah tempat berharap banyak dan meminta pertolongan. Amin.

Posted in Catatanku | 1 Comment »

Menyederhanakan hidup

Posted by heri purnomo on November 11, 2008

munajat Sesuatu yang sederhana itu sungguh nikmat. Indah dan jujur, sehingga memudahkan kaki untuk melangkah, menjernihkan otak untuk berpikir, dan menerangi kalbu untuk merasakan. Namun, ternyata hidup tak hanya ada satu sisi, ada hal yang sederhana dan ada hal yang rumit. Kalo dipikir-pikir semua itu terpulang kepada pilihan hidup manusia. Apakah menghendaki kesederhanaan atau kesemrawutan.

Dalam Islam, hidup seorang muslim digambarkan begitu indahnya. Kata Nabi : “Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin, karena seluruh kondisinya adalah baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, lalu ia bersyukur, itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, lalu ia bersabar, maka itupun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim No. 2999)

Demikian indahnya Islam, sungguh sederhana. Hanya dengan bersandar kepada Allah, hidup menjadi sederhana. Berbeda dengan jika kita menyandarkan hidup kita kepada manusia, harta, atau jabatan. Akan terjadi tarik menarik ambisi dan syahwat yang tinggi, sehingga seringkali berakhir di lembah kenistaan.

Ala bidzrikillah tatmainul qulub…. dalam qur’an sudah jelas….. “Dengan Mengingat Allah SWT hati akan menjadi tenang”. Semoga.

Posted in Catatanku | Leave a Comment »

Imam Samudra Meninggal Dengan Senyum

Posted by heri purnomo on November 10, 2008

Dibalik propaganda media :
Media massa dalam pemberitaannya cenderung berat sebelah. Banyak sekali kejanggalan di sana-sini, maka saya coba gali sang Teroris dari sisi lain. Suatu saat akan ada kesimpulan yang jelas, kalau toh tidak di dunia, di akherat semuanya akan dijelaskan.

Suasana demikian haru, saat jasad Imam Samudera diletakkan dalam tanah. Teriakan takbir kembali menggelegar di sekeliling lubang kubur. Bahkan, pelayat yang rata-rata menggunakan gamis dan pakaian khas Afhanistan mengeluarkan ucapan yang berjanji akan meneruskan perjuangan Imam Samudera. “Demi Allah, kematian Imam Samudera akan melahirkan ribuan mujahid yang akan meneruskan cita-cita perjuangannya,” teriak salah satu pelayat.

Usai dimakamkan, secara bergantian pelayat melaksanakan sholat Ghaib di depan makam Imam Samudera. Menurut Munir, wartawan yang meliput pemakaman, sholat itu dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Khoirul Anwar, kakak Imam Samudera yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali.

“Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan,” katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, “Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum.”

Yang lebih aneh lagi adalah pengakuan adik Imam Samudra, Lulu Jamaluddin. “Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya,” ujar Lulu Jamaluddin dikutip inilah.com, di rumah duka, Lopang Gede, Serang

Tentang darah segar yang mengalir dari salah satu bagian tubuhnya, Khairul menjawab, “Memang darah Syuhada tak pernah kering,” ujarnya. Sampai sore ini, palayat tak henti berdatangan dan mengalir sejak pagi hari.

Pesan Imam Samudra:
”Saudaraku, jagalah salat malammu kepada Allah Azza Wajalla. Selalulah isi malam-malammu sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum semua sepenuhnya kepada kekuasaannya. Ingatlah saudaraku, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.”

[adam/cha/www.hidayatullah.com]

Posted in Catatanku, Refleksi | 10 Comments »

kausimpan di mana kebenaran itu ?

Posted by heri purnomo on November 10, 2008

Kebenaran itu telah kau tutupi
Hingga orang-orang seperti aku, tertipu..
dan banyak sekali orang-orang seperti aku.. tertipu…

kebenaran telah kau tutup rapat-rapat
sampai kapan ?
kelak Allah akan menelanjangimu
meskipun kini semua manusia kautipu

sungguh suatu keanehan
bom yang dirakit dari pasar tradisional
mampu mengimbangi kekuatan TNT, RDX yang mempunyai daya ledak hight exsplosif
yang mematikan itu,

tapi kuyakin
kali ini kau sedang dibiarkanNya
karena sesungguhnya
Dialah sebaik-baik pembuat tipu daya

Posted in Catatanku, Refleksi | Leave a Comment »

Menyikapi dua sisi pak Harto

Posted by heri purnomo on January 31, 2008

Pak Harto ( mantan Presiden Soeharto) telah pulang ke
haribaanNya. Sejarah mencatat beliau memimpin bangsa Indonesia 32
tahun, waktu yang sangat panjang untuk sebuah kepemimpinan negara. Baik
dan buruk, hitam dan putih kepemimpinannya telah dirasakan segenap
warga. Banyak kenangan indah terutama yang dirasakan para petani di
desa-desa dahulu yang jarang terdengar jerit kekurangan makanan,
apalagi antri minyak tanah atau melonjaknya harga kedelai sehingga
tempe dan tahu jadi komiditas mahal seperti suasana akhir-akhir ini.
Kemakmuran hampir merata di seluruh masyarakat. Pak Harto telah
berhasil membuat rakyat tidak kelaparan, harga-harga kebutuhan hidup
sangat terjangkau. Banyak sekali keberhasilan dalam sisi ekonomi yang
secara real dirasakan oleh rakyat, apalagi pada
saat-saat kemiskinan makin membengkak seperti sekarang ini. Seolah-olah
kerinduan akan masa-masa indah saat dipimpin pak Harto menemukan
momennya. Read the rest of this entry »

Posted in Catatanku | 3 Comments »