sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Rahasia KeSyahidan Amrozi cs

Posted by heri purnomo on November 20, 2008

sumber : eramuslim.com

Rabu, 19 Nov 2008 22:52 WIB

Begitu Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas menjalani eksekusi mati tengah malam jam 00.15 pada tanggal 9 Nopember 2008 di Nusakambangan berbagai media Barat dan pro-Barat segera memberitakannya dengan suka-cita. Masyarakat Barat pada umumnya menganggap eksekusi mati ketiga muslim itu cukup memenuhi rasa keadilan, walaupun tidak mungkin menghidupkan kembali nyawa 202 korban jiwa efek ledakan Bom Bali.

Sebenarnya matinya tiga manusia di era penuh fitnah dewasa ini merupakan perkara biasa. Nyawa manusia kian tidak berharga. Inilah zaman dimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah sinyalir akan datang menjelang akhir zaman.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ أَيَّامًا يُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ

”Sesungguhnya menjelang hari kiamat akan datang hari-hari dimana ilmu diangkat sedangkan kebodohan merebak dan maraklah al-haraj, al-haraj, yakni pembunuhan.” (HR Bukhary 6539)

Lalu mengapa kita harus peduli dengan eksekusi ketiga muslim terpidana mati ini? Bukankah mereka merupakan parasit di tengah masyarakat yang telah menebar teror bahkan membunuh ratusan jiwa tidak bersalah di Bali? Begitulah opini yang dibangun secara sistematis oleh berbagai media Barat dan pro-Barat.

Sebelum eksekusi dilangsungkan, penulis tidak pernah memberikan perhatian terlalu serius terhadap ihwal Amrozi cs. Namun sesudah eksekusi berlangsung, apalagi setelah menyimak dan mengikuti liputan pemberitaan soal prosesi pemakaman ketiganya, maka penulis segera menyadari bahwa banyak pelajaran berharga yang harus dicatat.

Beberapa media memuat pemberitaan pemakaman secara biasa-biasa saja. Namun seluruhnya memberitakan bahwa lautan manusia -sekurangnya ratusan bahkan ribuan- turut menyolatkan dan mengantar jenazah ketiganya hingga ke pemakaman. Yang menjadi menarik ialah ketika sebagian media mewawancarai para pelayat. Bukan satu atau dua orang yang menceritakan adanya hal luar biasa yang mereka saksikan ketika hadir di ”rumah suka” (Catatan: fihak keluarga Amrozi-Mukhlas melarang menyebut tempat dimana jenazah disemayamkan sebagai ”rumah duka”). Di antara keunikan tersebut ialah fakta terciumnya aroma wangi, bahkan sebelum tibanya jenazah. Ketika jenazah tiba, aroma wangi tersebut menjadi lebih semerbak tercium oleh para pelayat termasuk para wartawan berbagai media yang hadir.

Di samping itu orang yang menyaksikan jenazah Imam Samudera ketika dimasukkan ke liang lahat melihat bahwa darah segar terus menetes dari balik kain kafan almarhum. Subhanallah..! Wajah ketiga jenazah disaksikan sebagai mirip orang yang sedang tidur dan jelas terlihat tersenyum seperti layaknya orang yang sedang tidur lelap tenggelam dalam mimpi indah. Belum lagi kesaksian para pelayat adanya tiga ekor burung beterbangan dengan indahnya di atas rumah dimana jenazah abang-beradik Amrozi-Mukhlas sedang disholatkan. Sebagian media mengabadikan gambar burung-burung tersebut saking menarik perhatiannya.

Apa yang bisa kita coba simpulkan dari fakta-fakta unik tersebut? Saudaraku, sesungguhnya semua hal ini mengindikasikan bahwa boleh jadi ketiga terpidana mati yang dikategorikan oleh kebanyakan manusia di muka bumi dewasa ini sebagai para teroris yang jahat, ternyata tidak dinilai Allah ta’aala sebagaimana penilaian manusia. Allah ta’aala tampaknya ingin memberitahukan kepada kita bahwa arwah ketiga muslim ini bukan saja sudah diterima dengan baik di sisi Allah ta’aala. Tetapi lebih jauh Allah ta’aala ingin melemparkan sinyal kepada kita manusia -yang seringkali sangat terbatas daya jangkau dan daya nalarnya- bahwa ketiganya merupakan manusia beriman yang telah meraih puncak penghormataan dari Allah ta’aala, yaitu disambut oleh para malaikat sebagai para syuhada.

Sungguh suatu ironi. Pada saat kebanyakan orang dengan mudahnya mencap mereka sebagai teroris dan pembunuh sadis berdarah dingin, malah Allah ta’aala justru memberikan kepada mereka penghargaan berupa penyambutan sebagai kumpulan manusia terbaik.

Ketika menegakkan sholat, seorang muslim wajib membaca surah Al-Fatihah. Ini syarat sahnya sholat seseorang. Tidak ada sholat tanpa membaca surah Al-Fatihah. Sedangkan di dalam surah tersebut kita mengajukan satu permohonan penting, yaitu:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka” (QS Al-Fatihah ayat 6-7)

Sementara di ayat lain lagi Allah ta’aala jelaskan jalan orang-orang yang telah Allah ta’aala anugerahkan ni’mat kepada mereka itu ialah orang-orang sebagai berikut:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

”Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa ayat 69)

Jadi, berdasarkan ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa seorang muslim sangat ingin masuk ke dalam golongan orang yang taat kepada Allah ta’aala dan RasulNya secara istiqomah hingga dirinya akan bersama golongan orang-orang mulia dari kalangan para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Artinya, tatkala ada salah satu dari golongan manusia mulia ini yang meninggal dunia, maka setiap muslim yang benar imannya pasti berharap dirinya bisa bersama mereka. Mustahil bagi seorang muslim untuk mencela para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Apalagi mencap mereka sebagai teroris…!!

Di zaman Nabi dahulu ada seorang musyrik yang mengucapkan dua kalimat syahadat pada suatu pagi. Lalu siangnya ia berpartisipasi dalam jihad fi sabilillah memerangi kaum kuffar. Lalu ia menemui ajalnya hingga syahid dalam medan jihad tersebut. Ia belum sempat melakukan amal-ibadah maupun amal-sholeh apapun semenjak ia masuk Islam selain daripada berjihad hingga memperoleh mati syahid. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda: ”Itulah seorang yang modalnya sedikit namun untungnya banyak.” Artinya, seorang yang meraih mati syahid bukan berarti bahwa keseluruhan hidupnya sebelum syahid pasti layak dijadikan teladan. Kedudukan mati syahid adalah benar-benar karunia dari Allah ta’aala.

Untuk ketiga terpidana mati ini kita tidak bisa memastikan apakah mereka meraih mati syahid atau tidak. Tetapi beberapa fakta saat jenazah disholatkan dan dimakamkan menyajikan indikasi kuat bahwa ketiganya –insyAllah- mati sebagai para syuhada.

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ

”Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di dalam genggamanNya, setiap tubuh yang terluka di jalan Allah, pada hari Kiamat kelak akan diperlihatkan sebagaimana keadaannya ketika ia terluka, warnanya merah darah dan aromanya harum semerbak minyak kesturi.” (HR Muslim 3484)

Ketika menjelaskan makna surah Ali Imran ayat 169 Abdullah bin Mas’ud berkata:

فَقَالَ أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنْ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ

“Arwah mereka (para syuhada) ada di dalam perut burung berwarna hijau. Sedangkan ruh-ruh tersebut memiliki beberapa pelita yang tergantung di ’Arsy. Mereka bebas menikmati surga, kapan saja mereka kehendaki. Setelah itu mereka singgah di dekat pelita-pelita tersebut.” (HR Muslim 3500)

Pertanyaan selanjutnya ialah: Apa rahasianya sehingga Allah ta’aala karuniakan Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas kemuliaan mati syahid?

Perlu diketahui bahwa kesalahan ada dua macam. Pertama, kesalahan dalam amal/perilaku. Dan kedua, kesalahan dalam sikap. Dalam bahasa Arab disebut dengan istilah:

الخطاء العملي و الخطاء الموقيفي

Kesalahan dalam amal/perilaku merupakan kesalahan yang disebabkan karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang dinilai tidak atau kurang bijaksana. Kesalahan jenis ini menimbulkan dampak negatif walaupun kategorinya tidaklah berat. Inilah jenis kesalahan yang bila di-istighfari oleh pelakunya dengan serius, maka insyaAllah Allah ta’aala akan mengampuninya.

Sedangkan kesalahan dalam sikap ialah bila seseorang bersalah karena menentang Allah ta’aala, RasulNya dan Islam dengan penuh kesadaran. Termasuk kesalahan dalam sikap ialah memberikan loyalitas kepada fihak musuh Allah dan sebaliknya membenci sesama orang-orang beriman yang istiqomah dan berjuang di jalan Allah ta’aala.

Menurut hemat penulis, ketiga tersangka ini boleh jadi punya kesalahan dalam amal. Mereka menempuh jalan radikal dalam mengekspresikan semangat amar ma’ruf nahyi munkar (memerintahkan kebaikan mencegah kemungkaran). Mereka berpandangan bahwa untuk memberantas kemaksiatan yang berlaku di masyarakat hendaknya lokasi kemaksiatan dibom.

Tapi benarkah bom yang mereka ledakkan telah menyebabkan tewasnya 202 jiwa tersebut? Bukankah saat ”bom kecil” mereka meledak sesungguhnya tidak ada korban jiwa yang terenggut karenanya? Sementara ketika ”bom besar” yang entah diotaki oleh siapa itu meledak, maka bom kedua itulah yang menyebabkan tewasnya ratusan orang? Suatu bom yang dinilai oleh para pengamat ahli bom sebagai tidak mungkin diracik oleh TNI atau POLRI sekalipun, jangankan lagi oleh ketiga terpidana mati tersebut. Bom kedua yang berdaya-ledak dahsyat itu disinyalir mengandung C4, suatu bahan yang sangat terbatas ketersediaannya. Hanya lima negara besar yang memiliki bahan C4, di antaranya Amerika dan Israel.

Kesalahan dalam amal lainnya yang mereka telah lakukan ialah tidak cukup baik menjaga kerahasiaan rencana mereka meledakkan bom kecil. Keteledoran mereka telah menyebabkan fihak lain dengan mudah ”mendompleng” dengan membuat ledakkan susulan yang jauh lebih dahsyat dan mematikan. Selanjutnya ditimpakan kesalahannya kepada ketiga saudara muslim ini. Lalu dengan konspirasi media-massa baik lokal maupun internasional Amrozi cs diasosiasikan sebagai penyebab matinya ratusan jiwa. Sementara otak sebenarnya di belakang ledakkan kedua yang dikategorikan sebagai micro-nuke (nuklir berskala mikro) tidak pernah terlacak bahkan tidak pernah dianggap ada samasekali…!!

Sedangkan kesalahan dalam sikap tidak pernah terindikasikan dari mereka bertiga ini. Sejak awal mereka diekspos oleh media mereka senantiasa menyatakan secara lantang al-wala (loyalitas) mereka hanya kepada Allah ta’aala, RasulNya dan Al-Jihad fi sabilillah. Bahkan mereka dengan gagah berani menyatakan al-bara (berlepas diri) dari fihak musuh-musuh Islam, yakni kekuatan global dunia yang diwakili oleh kaum Zionis-yahudi dan Salibis-nasrani dengan Amerika sebagai panglimanya. Tanpa keraguan mereka mengungkapkan kezaliman fihak Barat kafir di berbagai negeri Islam seperti Palestina, Afghanistan dan Irak. Ini sungguh keberanian yang luar biasa. Sesuai dengan hadits Nabi:

أَلَا إِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Ketahuilah, sesungguhnya jihad yang paling utama ialah (menyatakan) kalimat haq (kebenaran) di hadapan penguasa zalim.” (HR Ahmad 10716)

Ketika saluran TV CNN menayangkan wawancara dengan Imam Samudera di bawah judul ”In the Mind of a Terrorist” dengan tegasnya beliau berkata: ”Apa yang kami lakukan hanyalah upaya membalas kezaliman Amerika Serikat dengan sekutunya yang telah membantai saudar-saudara muslim kami di berbagai belahan penjuru dunia seperti Palestina, Afghanistan dan Irak.” Allahu Akbar…!!

Di samping itu, ketiga muslim ini telah menunjukkan kesungguhan mereka dalam mengekspresikan ruhul jihad dan semangat ukhuwwah Islamiyyah yang tidak mengenal batas-batas geografis. Mereka telah ikut serta dalam jihad di bumi Afghanistan dan Ambon. Mereka telah menyerahkan pengorbanan harta dan jiwa di daerah bahkan negeri lain demi membela dan menjaga kehormatan kaum muslimin yang teraniaya oleh kaum kuffar. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa sepasang kaki yang pernah mengalami jihad di jalan Allah ta’aala akan menyebabkan neraka diharamkan untuk menyentuh mujahid tersebut.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُمَا حَرَامٌ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Allah ta’aala, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” (HR Tirmidzy 1556)

Bahkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa Allah ta’aala menjamin orang yang berjihad di jalanNya akan dimasukkan ke dalam surga.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا

جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَإِيمَانًا بِي وَتَصْدِيقًا بِرُسُلِي فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Allah ta’aala akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalanNya, seraya berfirman: “Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalanKu, karena keimanan kepadaKu dan membenarkan (segala ajaran) para RasulKu, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.” (HR Muslim 3484)

Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas telah tiada. Mereka telah meninggalkan dunia fana dengan cara dieksekusi mati. Suatu eksekusi mati yang sarat konspirasi. Konspirasi bernama War On Terror. Konspirasi laksana nyanyian dipimpin oleh derijen Amerika dengan Zionisme Internasional sebagai not baloknya. Lalu seluruh dunia termasuk dunia Islam diharuskan menyuarakan kur bersama mengikuti irama nyanyian tersebut. Media-massa menjadi loudspeaker yang melabel mereka sebagai Para Teroris.

Padahal Allah ta’aala justru menyambut arwah mereka bertiga penuh penghormatan sebagai Asy-Syuhada. Subhanallah…. Maha Benar Allah dengan firmanNya di bawah ini:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 169-171)

19 Responses to “Rahasia KeSyahidan Amrozi cs”

  1. eskage said

    Subhanallah. Allah lebih mengetahui dari yang paling tidak diketahui sekalipun.

  2. Aan said

    Subhanallah…….

  3. Haedar Kusdinar said

    Subhanalloh…
    Trimakasih atas artikelnya, semoga kita bisa memetik hikmah dan mamfaatnya.
    Allohuakbar!!!

  4. Terimakasih informasinya.
    Terus tebar informasi shahih melalui blog ini.
    Mari hidupkan dunia maya dengan cahaya Islam.
    Selanjutnya, karena sekarang sudah Bulan Januari 2009, ayo “hidupkan” lagi blog ini. Saya tunggu lho…
    Untuk berbagi informasi silahkan mampir ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com

  5. sumeleh said

    Terima kasih Pak Aristriono atas supportnya. Saya jadi semangat nih berkat dorongan Pak Aris.
    Semoga ukhuwah tetap terjalin di dunia maya, dan trims info2 nya di http://sosiologidakwah.blogspot.com.

    Selamat berjuang Pak.

  6. jony said

    amrozy cs, bukanlah pahlawan islam bukanlah jihad, tapi penjahat. mereka keblinget kblablasan terlallu fanatik dalam memahami ajaran islam, padahal islam adalah rohmatan lil’alamien. buklan penbar teror kaya amrozy cs, jelaslah amrozy cs bukan mati dalam keadaan syahid tapi sangit yang dilaknant dan dikutuk oleh Alloh SWT beserta seluruh makhluknya tak terkecuali iblis yang telah berhasil menyesatkannya.
    ada kata-kata bijak :
    bahwa makhluk ALLOH SWT yang paling ingkar adalah manusia, sampai-sampai jika manusia tsb rajin ibadah maka malaikatpun dibuat iri padanya, namun ketika manusia tersebut berbuat kemungkaran maka syetan / iblis pun engggan besahabat dengannya.
    wassalam.

  7. llch said

    yang penting tanda-tanda kiamat ada yang merealisasikan

    Allah berfirman bahwa akan terjadi kiamat, maka seseorang harus membuat tanda-tanda kiamat itu ada

    apa saja tanda-tanda kiamat?

    realisasikanlah!!!

    HAHAHGAHAHAHAHAHAHA

  8. muslim said

    memang kita tidak tau dia masuk surga atau tidak tetapi kita tau abu baka dan para sahabbat masuk surga dan amrozi cs tidak seperti mereka karena abu bakar dapat jaminan dan tidak melakukan apa yang dilakukan amrozi dan amrozi tak melakukan yang dilakukan abu bakar

  9. muslim said

    rosulullah melarang kita membuat gambar karena gambar mahluk hidup seperti hewan dan manusia diancam pelakunya untuk menghidupkannya kenapa anda pajang gambar orang yang suda meninggal beertaubatlah karena para sahabat tak ada yang mengabar foto rosulullah ketika meninggal karena itu haram

  10. wibisono said

    kebenaran hanya millik allah,..kita sering memvonis orang lain salah atau benar berdasarkan nalar & tingkat pengetahuan kita akan sesuatu yang telah dilakkukan oleh orang lain,..padahal oranng yang melakukan kejahatan atau kebenaran merekapun punya hak menjalankan setiap apa yang dianggapnya benar,pencuri mencuri sandal dimasjid itu adalah hal yang benar menurut pelakunya,makanya dilakukan dengan sadar..yang paling penting janganlah kita MEMVONIS apa yang ada didepan kita,tapi bisakah kita memahami mengapa orang tsb melakukannya ? kebenaran itu dinilai bukan hanya dengan Perasaan tapi juga harus dinilai dengan pikkiran yang objectif agar kita bisa belajar dari setiap masalah yang ada,inilah proses kedewasaan akan pemahaman hidup.hitam putih tetap ada hingga ahkir jaman,..tinggal kita pilih yang benar & mengungtunngkan banyak orang dengan menguanakan perasaan,pikiran & keyakinan agama .

  11. H Ali M Suwarto said

    ah no komen ajalah..

  12. harisgunawan said

    Jangan mendahului keputusan Allah. Menurut saya, Anda terlalu sok tahu dengan ‘mengira2’ apa yang akan terjadi kepada mereka. Padahal siapapun kita, tidak ada yang dijamin masuk surga. Apalagi kepada orang yang telah ‘mengotori’ nama Islam sendiri.

  13. amrozi_bangsat! said

    amrozi cs itu bangsat!

  14. with_love said

    buat smuanya…g usah saling serang n ejek…kmana dan apa yg terjadi pd mereka stelah kmatiannya, kita smua g ada yg tahu…kita cuma bisa mengira sesuai dgn pengetahuan kita yg sangat trbatas…ambil hikmah dari semua peristiwa yg terjadi….mari kita doakan saja smoga mereka (amrozy cs) khusnul khotimah…diampuni sgala kesalahan dan dosa yg tlah diperbuat…mendapatkan tempat yg terbaik sesuai amal perbuatan yg telah mereka lakukan selama hidupnya…amien

  15. supri holmes said

    assalamualaiku…..

    Wallahualam….Allah swt lah yang Tahu tentang semua ini…

    sepengetahuan saya, Agama Ilsam adalah agama yang Paling sempurna. agama yang mengajarkan kedamaian bt manusia dan alam.

    agama islam tidak akan mengajarkan kekerasan kepda siapapun..
    ada kisah Rosul :yg kurang lebih..
    “Pada saat zaman dahulu, Rosululah Hidup di suatu masyarakat yang ada beberapa penduduknya bukan beragama islam…Rosulullah pun berkata kepada sahabatnya ” wahay, sahabatku barang siapa melukai orang ini sama saja menggangu aku”………..

    nah…..dari kalimat tersebut dapat di ungkapkan bahwa betapa dahsyatny agama Islam dalam munjunjung tinggi kedamaian..
    jadi agama islam dalam melakukan penyebarannya tidaklah dengan kekerasan.

    Namun bukan berarti bahwa agama islam merupkan agama yang lemah, tpi Agama Islam akan melakukan perjuangan besar “sampai mati”, apabila kebenaran agama Islam di injak-injak, atau agama islam di lecehkan…..

    oleh karena nya, ketika dalam dinamika kehidupan dunia ini, trjadi peperangan pola beropikir atau ideologi tentang agama islam, umat agama islam menurut saya tidak perlu di tandingi dengan kekerasan..namun cukup juga dengan peperangan damai pola pikir, Bukti kebenaran Agama Islam sudah sangat lah Cukup….kalaupun mereka “para penentang, kaum kuffar, yahudi” tidak menerima, memang Allah swt belum memberikan Hidayah bagi mereka…karena memang Hanya Allah swt lah yang mampu memberikan Hidaya kepada makhluk-NYA…..

    Agamaku agamaku, agama mu agamamu……..

  16. afiks said

    Apapun kesalahan yang pernah dilakukan ketiganya, yang jelas dan ini memang fakta yang tampak di media massa bahwa mereka bertiga memang orang-orang yang punya keimanan yang tergolong tinggi. Dan yang juga sangat nampak bahwa ketiganya mati dalam keadaan beriman, dengan menyebut nama Allah menjelang ajal.
    Apakah mungkin Allah memaafkan mereka? Ya mungkin saja. Apakah mungkin mereka mati syahid. Ya mungkin saja.

    Wallahu a’lamu bishshowab

  17. wul said

    wallahu’alam bishowab

  18. hadzan imami said

    subhaanaLLAH………. sungguh maha suci ALLAH,,, di bumi ini telah banyak korban yang berjatuhan untuk membela agama ALLAH,, kenapa kita malah bersenang mereka di nbunuh dan di zhalimi oleh penguasa yang jelas2 sudah melanggar aturan ISLAM,,, teruslah tegakkan AMAR MA`RUF N`HYI MUNKAR di bumi yang fana ini,khususnya di INDONESIA ono
    ALLAHU AKBAR!!!!!!!!1

  19. antum” sekalian
    jgnlah kalian mendahului allah ta ‘ala
    rahasia allah tiada yg mngetahui daripadanya
    untuk jihad” bukannya gk boleh,bolehh aja tp jgn pke nafsu,emosi,ssungguhnya nafsu,emosi,yg mneggeludak” itu bersumber dr hasud syetan
    rasulullah.saw bersabda dlm sbuah riwayat.ssungguhnya musuh utama umat islam adalah HAWA NAFSU,jihadlah hawa nafsu masing”,gk ush pk perusakan d bumi allah.swt
    krna jihad hawa nafs lbih afdhol daripada segala jihad
    wallahu alam bishowab
    walafuminkum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: