sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Menyikapi dua sisi pak Harto

Posted by heri purnomo on January 31, 2008

Pak Harto ( mantan Presiden Soeharto) telah pulang ke
haribaanNya. Sejarah mencatat beliau memimpin bangsa Indonesia 32
tahun, waktu yang sangat panjang untuk sebuah kepemimpinan negara. Baik
dan buruk, hitam dan putih kepemimpinannya telah dirasakan segenap
warga. Banyak kenangan indah terutama yang dirasakan para petani di
desa-desa dahulu yang jarang terdengar jerit kekurangan makanan,
apalagi antri minyak tanah atau melonjaknya harga kedelai sehingga
tempe dan tahu jadi komiditas mahal seperti suasana akhir-akhir ini.
Kemakmuran hampir merata di seluruh masyarakat. Pak Harto telah
berhasil membuat rakyat tidak kelaparan, harga-harga kebutuhan hidup
sangat terjangkau. Banyak sekali keberhasilan dalam sisi ekonomi yang
secara real dirasakan oleh rakyat, apalagi pada
saat-saat kemiskinan makin membengkak seperti sekarang ini. Seolah-olah
kerinduan akan masa-masa indah saat dipimpin pak Harto menemukan
momennya.

Ilustrasi di atas hanyalah gambaran dari sisi positif
beliau. Namun, tanpa maksud mengorek-ngorek sisi negatif atau keburukan
seseorang, hanya agar kita bisa melakukan penilaian yang obyektif dan
menyikapi dengan lebih adil, bahwa di sisi kehidupan dia ada sesuatu
yang harus disikapi karena pengaruhnya ke masa depan bangsa sangatlah
besar.

Sebagaimana kita tahu, keberhasilan beliau dengan
visi-visinya memajukan perekonomian bangsa ( sehingga ekonomi pada saat
itu diibaratkan sebagai panglima ) yang telah dituangkan dalam repelita
dan GBHN, membawa Indonesia sebagai negara swasembada pangan dan
kemajuan di bidang pertanian, namun semua itu ternyata bertumpu pada
pinjaman luar negeri yang sangat besar dan mengalami banyak kebocoran
di lapangan. Sehingga pada saat krisis moneter yang ditandai dengan
melonjaknya nilai dolar Amerika ( USD $ ), maka secara drastis pinjaman
luar negeri menjadi berlipat-lipat, dan pada saat jatuh tempo, negara
tak punya cadangan untuk membayarnya. Orang-orang di sekeliling beliau
dan juga keluarga turut andil dalam kebocoran-kebocoran dan
membengkaknya hutang negara, juga penyalahgunaan kekuasaan untuk
kepentingan kelompok, merupakan cikal bakal dari antiklimaks kejayaan
kepemimpinan beliau.

Sisi positif dan negatif, tentu ada dalam
setiap pribadi seseorang. Namun jika itu adalah seorang kepala negara
tentu akan lain ceritanya. Kebijakan-kebijakan yang diambil tentu akan
mempengaruhi kehidupan seluruh bangsa, dan jika dampak buruk yang
diakibatkannya tentu kita sebaiknya melakukan penyikapan yang adil,
akan ke depan tidak terulang kembali.

Kelemahan bangsa kita
memang “cepat lupa” dan “memiliki semangat memaafkan yang tinggi”
betapapun kesalahan seseorang itu sangat besar. Namun tentu kepentingan
bangsa selayaknya tak dikalahkan oleh rasa enak dan tidak enak karena
dahulu sudah pernah berhutang budi. Pak Harto tetap kita maafkan
sebagai penghormatan kita kepada Bapak bangsa. Namun, kita mempunyai
lembaga-lembaga hukum yang perlu digunakan untuk mendudukan posisi dia
sebagai sesama warga negara. Jika tidak tentu ini salah satu bentuk
ketidakadilan.

“Memaafkan ” adalah satu bentuk sikap yang sangat
positif, bahkan itu salah satu sifat Tuhan yang maha pengampun. Namun,
bukan berarti memaafkan itu harus membiarkan tanggungjawab terlepas
dari kedudukannya sebagai manusia, dan sebagai warga negara yang
mempunyai kewajiban dan hak yang sama di bidang hukum.

Akhirnya,
selamat jalan Pak Harto, semoga Allah mengampuni dan memberikan jalan
keluar bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari keterpurukan dalam
segala bidang saat ini. Tentu ini tak lepas dari warisan yang Bapak
tinggalkan, semoga Pemerintahan sekarang atau di masa datang bisa
menyelesaikan dengan lebih tegas namun tetap bijak dan adil.

semoga.

Powered by ScribeFire.

3 Responses to “Menyikapi dua sisi pak Harto”

  1. Betul mas, indah kata ‘memaafkan’ indah didengar, namun begitu harus bertanggung jawab, waaw gimana nih. Saya setuju dengan semua yang diungkapkan. Di kampungku masyarakat sering bilang dulu enak yah jamannya pak harto harga terjangkau bagi rakyat pedesaan.
    Mungkin kita perlu menyikapinya sekarang bagi para eksekutif negara, bahwa tanggung jawab itu akan mendatangkan output yang menyakitkan bila tidak dilaksanakan dengan baik. Jadi performansi bangsa ini dan apa yang diinginkan oleh masyarakat perlu disikapi dan diaplikasikan sambil diperhatikan apakah akan ada dampak negatif setelah turun dari kursi pemerintahan. Selamat mas.

  2. Heri Purnomo said

    Terima kasih Pak Dadang Iskandar atas kunjungannya. Keadilan dan kemakmuran adalah sebuah mimpi bangsa kita, semoga di masa mendatang kita mendapatkan pemimpin yang adil dan tegas dalam mengatasi carut marut negara kita Indonesia.

    salam

  3. Hakim said

    Amin, kita yang harus mengusahakan kepemimpinan yang adil dan membawa kesejahteraan itu Pak. Bukan untuk apa atau siapa. Salam kenal
    Abdul Hakim
    085846084321

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: