sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Archive for January, 2008

Menyikapi dua sisi pak Harto

Posted by heri purnomo on January 31, 2008

Pak Harto ( mantan Presiden Soeharto) telah pulang ke
haribaanNya. Sejarah mencatat beliau memimpin bangsa Indonesia 32
tahun, waktu yang sangat panjang untuk sebuah kepemimpinan negara. Baik
dan buruk, hitam dan putih kepemimpinannya telah dirasakan segenap
warga. Banyak kenangan indah terutama yang dirasakan para petani di
desa-desa dahulu yang jarang terdengar jerit kekurangan makanan,
apalagi antri minyak tanah atau melonjaknya harga kedelai sehingga
tempe dan tahu jadi komiditas mahal seperti suasana akhir-akhir ini.
Kemakmuran hampir merata di seluruh masyarakat. Pak Harto telah
berhasil membuat rakyat tidak kelaparan, harga-harga kebutuhan hidup
sangat terjangkau. Banyak sekali keberhasilan dalam sisi ekonomi yang
secara real dirasakan oleh rakyat, apalagi pada
saat-saat kemiskinan makin membengkak seperti sekarang ini. Seolah-olah
kerinduan akan masa-masa indah saat dipimpin pak Harto menemukan
momennya. Read the rest of this entry »

Posted in Catatanku | 3 Comments »

Ilmu yang bermanfaat

Posted by heri purnomo on January 15, 2008

Di zaman ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang demikian pesat dan mengagumkan. Terutama dalam bidang telekomunikasi dan komputer yang setiap saat dalam hitungan hari selalu ada inovasi-inovasi baru, memudahkan dan memanjakan manusia dalam menikmati dan menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini kita bisa menonton kejadian di belahan dunia lain hanya dengan menekan tombol Handphone yang sudah memiliki feature 3G , dimana bisa digunakan untuk memutar siaran televisi ataupun video call. Juga iPhone yang sebentar lagi akan memberikan service browsing website dengan browser khusus yang lebih canggih, dan ‘kabarnya’ menyiapkan situs-situs porno. Banyaknya fasilitas ini disamping bisa memberikan manfaat buat manusia, juga ada sisi lain yang bisa menjerumuskan manusia ke perilaku negatif. Contohnya, berapa banyak perilaku seksual baik di kalangan awam, pelajar, pejabat yang direkam dalam camera video dalam perangkat handphone dan disebarkan ke khalayak ramai. Penyebarannya menggunakan teknologi internet sehingga dengan cepat merambah ke seluruh dunia dan dapat diacces oleh siapapun dan di manapun.

Banyak pendapat mengenai ilmu pengetahuan, bahwasanya ilmu itu bebas nilai. Apakah benar demikian ? Kalo kita menilik tujuan sebenarnya ilmu adalah untuk memudahkan manusia menjalani kehidupan di dunia, namun di sisi lain manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan wewenang sebagai khalifah / wakil di muka bumi. Tentu saja wewenang yang diberikan Tuhan di muka bumi adalah untuk kemaslahatan dan kebaikan seluruh makhluk. Jika ilmu dipergunakan untuk merusak ( fisik dan jiwa ) manusia maupun alam semesta, maka bagaimana pertanggungjawaban ilmu terhadap amanat dari Tuhan ? Masih bisakan dikatakan ilmu itu bebas nilai ? Mungkin bisa, tapi setelah itu mesti ada perangkat yang menjamin bahwa ilmu itu harus diarahkan menuju perbaikan manusia dan alam semesta. Jika tidak, itulah ilmu yang tidak membawa manfaat. Padahal dalam islam, ilmu yang bermanfaat itu akan bernilai abadi selain anak yang sholeh dan amal /sedekah yang masih dirasakan manfaatnya bagi generasi sesudahnya sampai akhir zaman.

Jika demikian, ilmu memang harus disandingkan dengan nilai-nilai kehidupan yang baik. Yang membimbing manusia untuk senantiasa meraih kehidupan yang diberkahi Tuhan ( dalam bahasa Islam, mendapat ridha dari Allah Swt dan membawa kepada ketaatan kepada-Nya).  Jika tidak, kita sebenarnya telah mendhalimi diri sendiri.

Semoga kita bisa menjadi orang yang berilmu karena Tuhan menjanjikan derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya. Tentu saja ilmu yang bermanfaat. Wallahualam bishawab.

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Antara Dunia dan Akherat

Posted by heri purnomo on January 14, 2008

Dunia adalah kenyataan yang kita hadapi sekarang. Akherat adalah alam akhir persinggahan manusia yang akan berlangsung selamanya.

Ada yang selalu mengingat akherat dan lupa menikmati dan berusaha di dunia. Ada yang selalu bergelut dengan dunia, lupa dengan kehidupan dan nasibnya di akherat kelak. Ada yang bisa melakukan sinergi antara dunia dan akherat bisa berjalan berdampingan dan saling mengisi untuk menuju satu tujuan hidup manusia.

Tentu saja sebagai kebanyakan manusia tentu akan memilih pilihan yang ke tiga ( jika manusia memiliki iman ). Jika tidak tentu pilihan ke dua-lah yang akan dijalaninya.

Pada kenyataannya, yang paling banyak adalah pilihan yang ke dua, yaitu lebih mementingkan kehidupan dunia tanpa menyeimbangkan dengan kewajiban dan ibadah secara vertikal. Tentu saja pilihan ini akan mengalami kepincangan, yakni kepincangan spiritual.
Dan juga tidak tepat juga jika, ritual ibadah vertikal saja tanpa ada usaha dan amal yang sering disebut “duniawi”.

Posted in Artikel | 2 Comments »

Sabar menuju sukses

Posted by heri purnomo on January 12, 2008

Semua manusia pasti menghendaki kesuksesan dalam hidupnya. Untuk mencapainya jalan yang umum dilakukan adalah “kerja keras”. Namun tentu saja tidak sesederhana itu jalan menuju ke sana. Kerja keras tentu harus dibarengi dengan nilai-nilai yang lain seperti sabar dan istiqamah.

Seperti yang ditulis oleh Pak Donald Latumahina tentang satu senti menuju sukses
sangat menarik sekali, betapa kita mesti menghargai setiap satu senti dari hidup kita. Jangan meremehkan usaha walaupun sedikit karena yang sedikit itu jika dilakukan terus menerus ( istiqamah dan sabar ) maka kita akan terkejut melihat hasilnya dikemudian hari. Orang sukses adalah kumpulan dari setiap satu senti amal perbuatannya yang dilakukan dengan penuh kecintaaan.

Dalam Qur’an pesan itu disampaikan dengan indah dan sederhana.
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sabar dan shalat adalah tools yang mujarap untuk meraih kesuksesan.

Posted in Artikel | 1 Comment »

Taqwa itu apa sih ?

Posted by heri purnomo on January 11, 2008

Taqwa itu apa sih ?

Setiap hari jum’at kita sering dihimbau oleh khatib jum’at untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt. Tentu saja sesuatu yang diulang-ulang dan bahkan bukan hanya hari jum’at saja pastilah mengandung suatu nilai yang besar. Namun apakah kita benar-benar tahu bagaimana menjadi orang yang bertaqwa, bahkan mungkin definisi taqwa itu sendiri masih belum kita mengerti dengan jelas.

Jadi apakah taqwa itu.
Banyak sekali ayat di dalam alqur’an yang menjelaskan kata ‘taqwa’. Diantaranya Allah menguraikan taqwa itu demikian indah dan jelasnya di  surat Ali Imran ayat 134 dan 135.

134. (yaitu) orang-orang
yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan.

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau
menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu
memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni
dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,
sedang mereka mengetahui.

Jadi intinya adalah orang yang bertaqwa itu ada orang yang :
   – mau menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit
   – mampu menahan amarah
   – mau memaafkan kesalahan orang lain dan suka berbuat kebajikan
   – apabila mengerjakan perbuatan keji dia ingat Allah dan langsung mohon ampun
   – bertobat dan tidak melakukan  perbuatan keji lagi

Nah, itulah tolok ukur taqwa yang dijelaskan oleh Allah, sudahkan hal-hal tersebut ada pada diri kita?

Powered by ScribeFire.

Posted in Islam | 2 Comments »