sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Buang kekosongan isi dengan perbuatan berguna

Posted by heri purnomo on February 22, 2007

Tulisan Dr. Aid Al-Qarni, seorang ulama sekaligus motivator, memang sangat berkesan. Membacanya, pikiran kita ditarik menuju visi yang sangat jauh. Semua aktifitas tolok ukurnya tak hanya bersifat temporer, tapi menyeluruh dunia dan akherat. Beliau sering menekankan pentingnya kita mementingkan kesejatian dan hakekat, dan jangan sampe tertipu dengan gemerlapnya kenikmatan dunia,  alam yang segalanya fana’ , kesenangan , kesedihan, kehidupan, kematian, tak ada yang abadi. Dunia yang fana’ bukanlah tujuan, namun hanya kendaraan saja. Untuk itu, kata Al-Qarni, jangan bersedih .. Laa Tahzan, karena kita punya Allah tempat mengadu,  punya kitab Al-Qur’an, punya panutan yang mumpuni yaitu Rasulullah dan segala perilakunya yang dicatat dalam Hadist.
So.. kita kembali dari Laptop ke Al-Qur’an and Hadist.
Dan berikut ini, saya kutipkan tulisan Dr. Aid Al-Qarni, atau kalau mau lengkap silahkan beli bukunya yang sudah diterbitkan ke banyak bahasa. Semoga bermanfaat.

Orang yang hidupnya selalu dengan kekosongan, adalah mereka yang suka menebar fitnah, issue, guncing, dan sejenis, atau sejawatnya. Karena apa..? Karena tak ada lagi yang dapat dikerjakanya. Hidupnya penuh dengan khayalan belaka, tanpa amal. Padahal Allah sudah berfirman : maka apabila engkau telah selesai dari suatu pekerjaan, kerjakanlah urusan yang lain lagi (dengan baik).Q.S Alam Nasyrah

Firman Allah lagi : ” Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal shalih, saling nasehat menasehati dengan kebenaran, dan saling menasehati dengan kesabaran “.

Orang yang suka melamun, mengkhayal tak tentu arah, banyak kekosongan, pikirannya selalu saja bercabang entah kemana. Kondisi semacam ini sangatlah berbahaya buat insan, karena hidupnya penuh dalam hal-hal yang tak berarti. Kondisinya bagaikan mobil biasa, tanpa sopir sama sekali, model tercanggih, di dalam hal kehancuran , berjalan cepat tanpa sopir. Ia berjalan kekiri dan kekanan tanpa arah.

Bila seseorang hidupnya lebih banyak kekosongan ketimbang banyak kerja, siap-siaplah ia menghadapi kegoncangan dalam hidupnya. Karena apa..? Karena kekosongan sering menimbulkan angan-angan dan kejadian masa lampau yang pahit dan membuat luka itu semakin dalam, tanpa berfikir untuk maju dan bekerja apa yang dapat dikerjakan detik ini.

Kekosongan ini adalah penyakit hati yang terselubung, musuh dalam selimut dalam diri seseorang, bahkan serangga yang mematikan, mati dengan obat penenang (obat bius) secara perlahan-lahan. Karena kemalasan selalu berada dan lengket dalam diri dan jiwanya.  Kekosongan ini bagaikan azab yang datang perlahan tapi pasti menghancurkan. Terjatuhnya titik demi titik kepahitan orang dalam penjara atau minyak dalam sebuah botol yang berlobang, di bawah lobang yang mengalir setetes minyak didalam bejana yang bocor. Titik demi titik ia jatuh, akhirnya kosong sama sekali. Begitupun orang yang dalam penjara penuh kepahitan, penderitaan dan siksaan. Sedetik demi sedetik siksaan yang dihadapinya, lama kelamaan penyakit Gila yang dideritanya.

Kekosongan (Malas) itu adalah kelalaian, kekosongan itu adalah pencuri yang profesional, ia adalah sayap-sayap yang terkoyak sedikit demi sedikit dalam perang keraguan.

Oleh sebab itu apa yang dapat kita kerjakan dalam mengisi kekosongan dalam hari-hari kita ?

Berdirilah,.jangan duduk dan merenung lagi. Ambil air wudhu, shalat dan bacalah AlQuran, bacalah bacaan yang bermanfaat, dan jangan lupa bacalah pengetahuan agama setiap hari, karena itu adalah makanan ruhani manusia.

Atau menelitilah, pergilah ke Lab. Menulislah jika kamu bisa menulis, atau susun meja belajar kita, atur rumah, atau berikan manfaat buat orang lain, kerjakan apa yang dapat dikerjakan saat ini juga. Bila selesai istirahat sejenak, kerjakan lagi pekerjaan lainnya.

Belahlah kekosongan dengan pisau pekerjaan. Dapat dijamin bahwa 50% dari dokter dunia ini mengatakan kebahagiaan jiwa dan diri didapat dalam kedamaian jiwa yang selalu hidupnya penuh dengan amal yang baik dan bermanfaat bagi lainnya.

Dikatakan bahwa : ” Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lainnya “.

Telah ditulis qalam, keringlah pena. Qadha dan qadhar memang telah ditentukan. Namun apakah manusia bisa merubah takdirnya..?

Memang benar Allah sudah mentakdirkan nasib manusia didunia ini semenjak janin di catat rezeki, kematian, jodohnya. Namun bagi manusia ada takdir yang bisa kita minta dirubah dan ada yang tak bisa sama sekali, bisa merubahnya dengan bantuan Allah SWT dengan usaha dan Do’a.

Contoh takdir yang tak bisa dirubah sama sekali. Seperti kematian. Manusia hanya bisa memperpanjang umurnya dengan keberkahan dalam hidupnya. Amal jariah yang ia lakukan, wakaf, tulisan bermanfaat, sedeqah, ilmu dan sebagainya yang bermanfaat bagi zaman dari masa kemasa, maka umurnya secara otomatis terpanjang dengan sendirinya. Yang dimaksud adalah keberkahan hidupnya.

Takdirnya menjadi seorang lelaki atau perempuan. Hidup dan matinya kapan. Bila ada yang merubah jenis kelaminnya yang sudah diciptakan Allah atau bentuk wajahnya, maka ini termasuk dalam merubah ciptaan Allah. Kecuali dalam hal-hal tertentu, seperti orang yang kakinya buntung, maka ia pakai kaki palsu. ( lain
halnya), begitupun merubah Alis mata, dengan mencukurnya habis (seperti kebanyakan di daerah Sunda, atau Jawa maaf, alis wanita dicukur habis dan diganti dengan pencil, terutama saat pesta pernikahan, juga mengikis gigi bar kelihatan rata, beda dengan mengawat gigi, kawat tak sama dengan kikis). Padahal sudah jelas-jelas dalam hadist shahih semua itu dilarang. ” Allah melaknat orang yang mencukur habis alis matanya, dan juga melaknat orang yang mengikis giginya “. Memakai sanggul (dalam hal sanggul ini ada pendapat ulama yang membolehkan dengan syarat disambung dengan rambut sendiri, dan atas izin suami, juga untuk suami).

Namun sayangnya semua itu sudah banyak dilupakan ummat Islam. Merubah ciptaan Allah. Semua ini karena kekosongan, dan tak ada kerjaan lainnya. Tak ridha dengan qadha dan qadar dari Allah.

Lantas apa takdir yang bisa kita minta untuk dirubah ?

Misalkan nasib kita ditakdirkan miskin. Kita bisa minta dan berusaha serta berdo’a pada Allah. Dengan usaha keras, kerja keras, maka takdir kita yang tadinya sudah dituliskan jadi miskin, bisa saja kalau Allah menghendaki berubah menjadi kaya.

Karena apa,.? Karena Allah sudah berfirman ” Allah menghapuskan (ketentuan yang sudah ditetapkanNya), dan menetapkan ketentuan yang sudah ditetapkanNya pula. “.

Itu pulalah gunanya firman Allah : ” Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu sendiri yang merubahnya “.

Allah menghargai usaha dan karya manusia. Amalan apa saja pasti akan dibalasi Allah. Lihatlah negara maju, Allah menghargai usaha mereka, karena usaha keras mereka juga. Begitupun negeri yang tertimpa musibah habis-habisan, bisa saja berubah menjadi negeri yang makmur tahunan atau puluhan tahun mendatang, asalkan semua dengan usaha dan do’a bantuan dari Allah SWT. Lihatlah Jepang dengan Hiroshimanya.

Namun jika Allah tetap mentakdirkan miskin walau sudah usaha keras, atau gagal dalam ujian kenaikan kelas, tidak lulus, padahal sudah mati-matian belajar, namun tetap gagal, maka manusia disini harus tawakkal, dan pasrah dengan takdir Allah itu, setelah usaha keras itu. Yakinlah ngak didunia kebahagiaan itu dapat yang diakhirat sana. Bukankah sudah dikatakan Allah : ” dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal dari kehidupan didunia ini ? “.

2 Responses to “Buang kekosongan isi dengan perbuatan berguna”

  1. abudiarso said

    Salam kenal mas/mbak ?
    terima kasih atas pencerahannya

    thanks

  2. adhy said

    Subahanallah… terima kasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: