sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Melihat Rasulullah Shalat

Posted by heri purnomo on February 6, 2007

Oleh: Yasser Arafat

Pada tulisan saya kali ini, saya ingin mengajak para pembaca untuk sejenak membaca kembali riwayat-riwayat tentang Nabi kita, Muhammad saw, tetapi pembahasan kali ini saya khususkan pada riwayat tentang sholat Nabi saw. Suatu saat teman saya datang ke kost dengan raut muka yang muram. Dia terlihat seperti sedang kesal. Saya tanya apa yang membuat dia terlihat begitu kesal. Lalu teman saya itu berkata, “Saya tadi shalat Maghrib berjamaah. Shalatnya lama sekali dan bacaan al-Qur’annya panjang-panjang.” Apa yang teman saya alami itu ternyata saya alami juga.

Ketika shalat berjamaah di masjid betapa lamanya shalat itu padahal ketika itu saya sedang sedikit sakit. Dengan kekesalan –yang mungkin sama dengan teman saya itu– saya pulang ke kost. Besoknya saya membaca tulisan seorang KH. Jalaluddin Rakhmat (semoga Allah memanjangkan umur beliau). Pada tulisan tersebut beliau mengutip sebuah hadits tentang Sunnah Rasulullah dalam masalah sholat. Pada hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi, Rasulullah berkata, “Apabila kalian sedang menjadi Imam, hendaklah kamu meringankan shalat kamu, kamu pendekkan shalat kamu karena ditengah-tengah jamaah kamu ada orang-orang kecil: ada anak kecil, ada orang tua, ada orang lemah, ada orang sakit. Kalau kamu shalat sendirian silakan panjangkan shalat kamu sekehendak kamu.” Dari hadits di atas kita dapat mengambil pelajaran. Rasulullah memerintahkan kita untuk memendekkan shalat ketika menjadi Imam dalam shalat berjamaah.

Pelajaran yang kedua adalah kita boleh shalat berlama-lama tetapi ketika shalat sendirian. Betapa perhatiannya Rasulullah saw kepada kita semua. Dalam shalat sekalipun beliau tidak egois dengan memendekkan shalatnya ketika beliau mengimami. Menurut riwayat, Rasulullah kalau shalat sendirian itu lama sekali, baik ketika beliau sedang berdiri maupun sedang sujud. Bahkan sering kali sajadah yang beliau gunakan dalam shalat basah karena tangisan dan lamanya sujud beliau.

Suatu ketika Rasulullah saw pernah menegur sahabatnya yang sering membaca surat yang panjang ketika sedang mengimami shalat. Rasulullah menamakan orang yang berlama-lama dalam memimpin shalat jamaah sebagai orang yang membuat kekacauan dan keresahan. Setelah membaca hadits tersebut, apakah kita masih berani mengimami shalat jamaah berlama-lama? Apakah kita ingin Rasulullah berkata seperti itu kepada kita? Ataukah kita ingin mencontoh tauladan Rasulullah sawaw yang memendekkan shalat ketika beliau sedang mengimami shalat jamaah? Silakan pilih…….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: