sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Yang Paling Menakjubkan Imannya

Posted by heri purnomo on September 1, 2006

Suatu malam, menjelang waktu subuh, Rasulullah SAW bermaksud untuk wudhu. “Apakah ada air untuk wudhu?” beliau bertanya kepada para sahabatnya. Ternyata tak ada seorang pun yang memiliki air. Yang ada hanyalah kantong kulit yang dibawahnya masih tersisa tetesan-tetesan air. Kantong itu pun dibawa ke hadapan Rasulullah. Beliau lalu memasukkan jari jemarinya yang mulia ke dalam kantong itu. Ketika Rasulullah mengeluarkan tangannya, terpancarlah dengan deras air dari sela-sela jarinya.

Para sahabat lalu segera berwudhu dengan air suci itu. Abdullah bin Mas’ud bahkan meminum air itu. Usai salat subuh, Rasulullah duduk menghadapi para sahabatnya. Beliau bertanya, “Tahukah kalian, siapa yang paling menakjubkan imannya?”

Para sahabat menjawab, “Para malaikat.” “Bagaimana para malaikat tidak beriman,” ucap Rasulullah, “Mereka adalah pelaksana-pelaksana perintah Allah. Pekerjaan mereka adalah melaksanakan amanah-Nya.”
“Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulallah,” berkata para sahabat. “Bagaimana para nabi tidak beriman; mereka menerima wahyu dari Allah,” jawab Rasulullah.

“Kalau begitu, kami; para sahabatmu,” kata para sahabat. “Bagaimana kalian tidak beriman; kalian baru saja menyaksikan apa yang kalian saksikan,” Rasulullah merujuk kepada mukjizat yang baru saja terjadi.

“Lalu, siapa yang paling menakjubkan imannya itu, ya Rasulallah?” para sahabat bertanya. Rasulullah menjawab, “Mereka adalah kaum yang datang sesudahku. Mereka tidak pernah berjumpa denganku; tidak pernah melihatku. Tapi ketika mereka menemukan
Al-Kitab terbuka di hadapan, mereka lalu mencintaiku dengan kecintaan yang luar biasa sehingga sekiranya mereka harus mengorbankan seluruh hartanya agar bisa
berjumpa denganku, mereka akan menjual seluruh hartanya.”

* * *
Hadis di atas dimuat dalam Tafsir Al-Dûr Al-Mantsûr, karya mufasir Jalaluddin
Al-Syuyuti. Mudah-mudahan kita semua termasuk dalam kelompok ini; mereka yang
tidak pernah bertemu dengan Rasulullah tetapi mencintainya dengan sepenuh hati.

Masih dalam kitab ini, diriwayatkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW bersabda,
“Berbahagialah mereka, para saudaraku (ikhwâni).” Para sahabat bertanya, “Apakah yang kau maksud dengan ikhwâni itu adalah kami, ya Rasulullah?” “Tidak,” jawab Rasulullah, “Kalian adalah para sahabatku. Yang aku maksud dengan
ikhwâni adalah mereka yang datang sesudahku.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: