sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Rindu Memposting Blog Sumeleh

Posted by heri purnomo on October 10, 2012

Tidak terasa sudah dua tahun berlalu semenjak tanggal 22 November 2010 blog sumeleh ini terakhir diupdate. Waktu yang cukup panjang dalam keterlupaan menggoreskan kesan, pikiran atau sekedar berbagi tulisan lewat copas hasil berselancar di dunia maya. Ada perasaan rindu atau kangen menulis di blog ini. Sebuah blog yang pertama kali saya buat, dan waktu itu penulis sedang bersemangatnya belajar Islam dan membaca-baca banyak artikel bernuansa agamis. Kini, kenangan tentang blog Sumeleh  kembali muncul, dan ada hasrat untuk memeluknya kembali, merawatnya kembali. Entah bisa atau tidak berbagi waktu di antara kesibukan-kesibukan duniawi yang sering menyita waktu mengejarnya. Tapi, demi niat baik untuk belajar dan berbagi, insyaAllah akan bisa dilakukan.

Dan kepada para pembaca Sumeleh, yang meskipun dua tahun sudah saya tinggalkan dengan tanpa peduli ada komentar di artikel yang tak kunjung saya balas, kami mengucapkan terima kasih atas kesediaannya mampir di blog ini. Dan saya mohon maaf atas ketidakpedulian saya pada rumah kecil ini, yang dulu saya impikan bisa menjadi rumah tempat menumpahkan uneg-uneg, pikiran, dan mengumpulkan mozaik-mozaik kehidupan yang tercecer dan saya anggap pantas untuk dikumpulkan.

Semoga ke depan, saya bisa kembali memelihara kesetiaan mengisi dan menulis di blog sederhana ini.

Doakan ya, salam.

Posted in Catatanku | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Dampak Terbesar

Posted by heri purnomo on November 22, 2010

sumber : http://www.gayahidupdigital.com/2006/02/05/dampak-terbesar/

Bagaimana cara memanfaatkan waktu kita semaksimal mungkin ? Misalnya kita punya waktu dua jam dan ada tiga pilihan kegiatan. Kegiatan mana yang harus kita lakukan ? Ya, bagi saya sekarang mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Saya akan memilih kegiatan yang memberikan dampak terbesar. Dampak terbesar di sini berarti kegiatan yang akan memberikan hasil sebanyak mungkin untuk waktu yang diberikan.

Saat ini saya belajar untuk menggunakan prinsip ini dalam segala hal. Dalam hal membaca buku misalnya. Di antara begitu banyak pilihan buku, buku mana yang akan saya baca ? Mudah saja ; saya akan memilih buku yang memberikan dampak terbesar ! Meskipun buku-buku lain tampak menarik, tapi saya belajar untuk memilih buku berdasarkan dampaknya. Dengan begitu saya bisa yakin waktu saya untuk membaca buku benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal !

Begitu juga halnya dengan membaca artikel. Ada begitu banyak pilihan artikel dengan judul-judul yang menarik. Tapi sekali lagi, saya belajar untuk memilih hanya artikel yang memberikan dampak terbesar.

Kalau dipikir-pikir, prinsip ini sangat cocok dengan prinsip Pareto. Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% kegiatan memberikan 80% hasil, sementara 80% kegiatan sisanya hanya memberikan 20% hasil. Nah, dengan memilih kegiatan berdasarkan dampaknya berarti kita memilih untuk melakukan hanya 20% kegiatan yang memberikan 80% hasil ! Sangat maksimal bukan ?

Tentu saja dari sini masih bisa muncul pertanyaan lain: bagaimana cara kita mengukur dampak dari suatu kegiatan ? Nah, di sinilah letak permasalahannya. Dampak yang saya maksud di sini bukan hanya diukur terhadap studi atau pekerjaan kita, tapi terhadap kehidupan kita secara menyeluruh. Berapa banyak orang yang pekerjaannya berhasil tapi keluarganya justru berantakan ? Mungkin kegiatan yang dipilihnya memberikan banyak hasil untuk pekerjaannya, tapi keluarganya malah jadi terlantar. Bukan ini dampak yang saya maksud. Sekali lagi, dampak yang saya maksud di sini harus diukur terhadap kehidupan kita secara menyeluruh. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki tujuan dan nilai-nilai hidup yang jelas.**

Posted in Motivasi | Leave a Comment »

Memaknai Kehilangan

Posted by heri purnomo on April 29, 2009

oleh M. Arif As-Salman

Najib- nama samaran-, salah seorang teman saya rumahnya kecuriaan. Hp-nya yang masih baru dan berharga mahal hilang, begitu juga dengan teman-teman yang serumah dengannya juga kehilangan uang dan hp.

Kehilangan hp membuat Najib begitu panik, marah, kesal, jengkel, mencurigai beberapa orang dan membuatnya selalu tidak tenang. Sangat sulit bagi dirinya untuk mengikhlaskan hp mahal tersebut. Bahkan ia mengatakan, “Kalau sampai saya tahu siapa yang mengambilnya, saya pasti akan menghabisinya!” Read the rest of this entry »

Posted in Artikel, Islam | 5 Comments »

Manajemen Kerja Efektif

Posted by heri purnomo on February 26, 2009

So little time, so many to do. Mungkin hal ini sudah jadi hal rutin Anda alami dalam pekerjaan. Load pekerjaan Anda terlalu banyak, sementara jam kerja terasa tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan maksimal………… Read the rest of this entry »

Posted in Tips dan Trik | 5 Comments »

Benahi shaff, dan berjuanglah dalam barisan yang teratur

Posted by heri purnomo on February 26, 2009

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash Shaff 4)

Ketika kita sudah mewakafkan diri untuk Allah SWT dan telah meneguhkan diri kita untuk menjadi salah satu pejuang dakwah, maka sebuah keniscayaan akan segera kita hadapi. Keciscayaan itu adalah bernama Tantangan.Tentu kita tidak perlu takut dengan tantangan karena dengan tantanganlah kita tumbuh menjadi kuat dan berkembang . Kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua. Read the rest of this entry »

Posted in Tips dan Trik | Leave a Comment »

Masihkan dunia akan membela Yahudi ? : Ayat-Ayat ‘Cinta’ Zionis

Posted by heri purnomo on January 31, 2009

“Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b hal.78, Jebhammoth 61a)

“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)

“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)

“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a) Read the rest of this entry »

Posted in Klip | 2 Comments »

Rahasia KeSyahidan Amrozi cs

Posted by heri purnomo on November 20, 2008

sumber : eramuslim.com

Rabu, 19 Nov 2008 22:52 WIB

Begitu Amrozi, Imam Samudra dan Mukhlas menjalani eksekusi mati tengah malam jam 00.15 pada tanggal 9 Nopember 2008 di Nusakambangan berbagai media Barat dan pro-Barat segera memberitakannya dengan suka-cita. Masyarakat Barat pada umumnya menganggap eksekusi mati ketiga muslim itu cukup memenuhi rasa keadilan, walaupun tidak mungkin menghidupkan kembali nyawa 202 korban jiwa efek ledakan Bom Bali.

Sebenarnya matinya tiga manusia di era penuh fitnah dewasa ini merupakan perkara biasa. Nyawa manusia kian tidak berharga. Inilah zaman dimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah sinyalir akan datang menjelang akhir zaman.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ أَيَّامًا يُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ وَيَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيَكْثُرُ فِيهَا الْهَرْجُ وَالْهَرْجُ الْقَتْلُ

”Sesungguhnya menjelang hari kiamat akan datang hari-hari dimana ilmu diangkat sedangkan kebodohan merebak dan maraklah al-haraj, al-haraj, yakni pembunuhan.” (HR Bukhary 6539)

Lalu mengapa kita harus peduli dengan eksekusi ketiga muslim terpidana mati ini? Bukankah mereka merupakan parasit di tengah masyarakat yang telah menebar teror bahkan membunuh ratusan jiwa tidak bersalah di Bali? Begitulah opini yang dibangun secara sistematis oleh berbagai media Barat dan pro-Barat.

Sebelum eksekusi dilangsungkan, penulis tidak pernah memberikan perhatian terlalu serius terhadap ihwal Amrozi cs. Namun sesudah eksekusi berlangsung, apalagi setelah menyimak dan mengikuti liputan pemberitaan soal prosesi pemakaman ketiganya, maka penulis segera menyadari bahwa banyak pelajaran berharga yang harus dicatat.

Beberapa media memuat pemberitaan pemakaman secara biasa-biasa saja. Namun seluruhnya memberitakan bahwa lautan manusia -sekurangnya ratusan bahkan ribuan- turut menyolatkan dan mengantar jenazah ketiganya hingga ke pemakaman. Yang menjadi menarik ialah ketika sebagian media mewawancarai para pelayat. Bukan satu atau dua orang yang menceritakan adanya hal luar biasa yang mereka saksikan ketika hadir di ”rumah suka” (Catatan: fihak keluarga Amrozi-Mukhlas melarang menyebut tempat dimana jenazah disemayamkan sebagai ”rumah duka”). Di antara keunikan tersebut ialah fakta terciumnya aroma wangi, bahkan sebelum tibanya jenazah. Ketika jenazah tiba, aroma wangi tersebut menjadi lebih semerbak tercium oleh para pelayat termasuk para wartawan berbagai media yang hadir.

Di samping itu orang yang menyaksikan jenazah Imam Samudera ketika dimasukkan ke liang lahat melihat bahwa darah segar terus menetes dari balik kain kafan almarhum. Subhanallah..! Wajah ketiga jenazah disaksikan sebagai mirip orang yang sedang tidur dan jelas terlihat tersenyum seperti layaknya orang yang sedang tidur lelap tenggelam dalam mimpi indah. Belum lagi kesaksian para pelayat adanya tiga ekor burung beterbangan dengan indahnya di atas rumah dimana jenazah abang-beradik Amrozi-Mukhlas sedang disholatkan. Sebagian media mengabadikan gambar burung-burung tersebut saking menarik perhatiannya.

Apa yang bisa kita coba simpulkan dari fakta-fakta unik tersebut? Saudaraku, sesungguhnya semua hal ini mengindikasikan bahwa boleh jadi ketiga terpidana mati yang dikategorikan oleh kebanyakan manusia di muka bumi dewasa ini sebagai para teroris yang jahat, ternyata tidak dinilai Allah ta’aala sebagaimana penilaian manusia. Allah ta’aala tampaknya ingin memberitahukan kepada kita bahwa arwah ketiga muslim ini bukan saja sudah diterima dengan baik di sisi Allah ta’aala. Tetapi lebih jauh Allah ta’aala ingin melemparkan sinyal kepada kita manusia -yang seringkali sangat terbatas daya jangkau dan daya nalarnya- bahwa ketiganya merupakan manusia beriman yang telah meraih puncak penghormataan dari Allah ta’aala, yaitu disambut oleh para malaikat sebagai para syuhada.

Sungguh suatu ironi. Pada saat kebanyakan orang dengan mudahnya mencap mereka sebagai teroris dan pembunuh sadis berdarah dingin, malah Allah ta’aala justru memberikan kepada mereka penghargaan berupa penyambutan sebagai kumpulan manusia terbaik.

Ketika menegakkan sholat, seorang muslim wajib membaca surah Al-Fatihah. Ini syarat sahnya sholat seseorang. Tidak ada sholat tanpa membaca surah Al-Fatihah. Sedangkan di dalam surah tersebut kita mengajukan satu permohonan penting, yaitu:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka” (QS Al-Fatihah ayat 6-7)

Sementara di ayat lain lagi Allah ta’aala jelaskan jalan orang-orang yang telah Allah ta’aala anugerahkan ni’mat kepada mereka itu ialah orang-orang sebagai berikut:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

”Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa ayat 69)

Jadi, berdasarkan ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa seorang muslim sangat ingin masuk ke dalam golongan orang yang taat kepada Allah ta’aala dan RasulNya secara istiqomah hingga dirinya akan bersama golongan orang-orang mulia dari kalangan para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Artinya, tatkala ada salah satu dari golongan manusia mulia ini yang meninggal dunia, maka setiap muslim yang benar imannya pasti berharap dirinya bisa bersama mereka. Mustahil bagi seorang muslim untuk mencela para Nabi, pencinta kebenaran, para syuhada dan para orang sholeh. Apalagi mencap mereka sebagai teroris…!!

Di zaman Nabi dahulu ada seorang musyrik yang mengucapkan dua kalimat syahadat pada suatu pagi. Lalu siangnya ia berpartisipasi dalam jihad fi sabilillah memerangi kaum kuffar. Lalu ia menemui ajalnya hingga syahid dalam medan jihad tersebut. Ia belum sempat melakukan amal-ibadah maupun amal-sholeh apapun semenjak ia masuk Islam selain daripada berjihad hingga memperoleh mati syahid. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kemudian bersabda: ”Itulah seorang yang modalnya sedikit namun untungnya banyak.” Artinya, seorang yang meraih mati syahid bukan berarti bahwa keseluruhan hidupnya sebelum syahid pasti layak dijadikan teladan. Kedudukan mati syahid adalah benar-benar karunia dari Allah ta’aala.

Untuk ketiga terpidana mati ini kita tidak bisa memastikan apakah mereka meraih mati syahid atau tidak. Tetapi beberapa fakta saat jenazah disholatkan dan dimakamkan menyajikan indikasi kuat bahwa ketiganya –insyAllah- mati sebagai para syuhada.

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ

”Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di dalam genggamanNya, setiap tubuh yang terluka di jalan Allah, pada hari Kiamat kelak akan diperlihatkan sebagaimana keadaannya ketika ia terluka, warnanya merah darah dan aromanya harum semerbak minyak kesturi.” (HR Muslim 3484)

Ketika menjelaskan makna surah Ali Imran ayat 169 Abdullah bin Mas’ud berkata:

فَقَالَ أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنْ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ

“Arwah mereka (para syuhada) ada di dalam perut burung berwarna hijau. Sedangkan ruh-ruh tersebut memiliki beberapa pelita yang tergantung di ’Arsy. Mereka bebas menikmati surga, kapan saja mereka kehendaki. Setelah itu mereka singgah di dekat pelita-pelita tersebut.” (HR Muslim 3500)

Pertanyaan selanjutnya ialah: Apa rahasianya sehingga Allah ta’aala karuniakan Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas kemuliaan mati syahid?

Perlu diketahui bahwa kesalahan ada dua macam. Pertama, kesalahan dalam amal/perilaku. Dan kedua, kesalahan dalam sikap. Dalam bahasa Arab disebut dengan istilah:

الخطاء العملي و الخطاء الموقيفي

Kesalahan dalam amal/perilaku merupakan kesalahan yang disebabkan karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang dinilai tidak atau kurang bijaksana. Kesalahan jenis ini menimbulkan dampak negatif walaupun kategorinya tidaklah berat. Inilah jenis kesalahan yang bila di-istighfari oleh pelakunya dengan serius, maka insyaAllah Allah ta’aala akan mengampuninya.

Sedangkan kesalahan dalam sikap ialah bila seseorang bersalah karena menentang Allah ta’aala, RasulNya dan Islam dengan penuh kesadaran. Termasuk kesalahan dalam sikap ialah memberikan loyalitas kepada fihak musuh Allah dan sebaliknya membenci sesama orang-orang beriman yang istiqomah dan berjuang di jalan Allah ta’aala.

Menurut hemat penulis, ketiga tersangka ini boleh jadi punya kesalahan dalam amal. Mereka menempuh jalan radikal dalam mengekspresikan semangat amar ma’ruf nahyi munkar (memerintahkan kebaikan mencegah kemungkaran). Mereka berpandangan bahwa untuk memberantas kemaksiatan yang berlaku di masyarakat hendaknya lokasi kemaksiatan dibom.

Tapi benarkah bom yang mereka ledakkan telah menyebabkan tewasnya 202 jiwa tersebut? Bukankah saat ”bom kecil” mereka meledak sesungguhnya tidak ada korban jiwa yang terenggut karenanya? Sementara ketika ”bom besar” yang entah diotaki oleh siapa itu meledak, maka bom kedua itulah yang menyebabkan tewasnya ratusan orang? Suatu bom yang dinilai oleh para pengamat ahli bom sebagai tidak mungkin diracik oleh TNI atau POLRI sekalipun, jangankan lagi oleh ketiga terpidana mati tersebut. Bom kedua yang berdaya-ledak dahsyat itu disinyalir mengandung C4, suatu bahan yang sangat terbatas ketersediaannya. Hanya lima negara besar yang memiliki bahan C4, di antaranya Amerika dan Israel.

Kesalahan dalam amal lainnya yang mereka telah lakukan ialah tidak cukup baik menjaga kerahasiaan rencana mereka meledakkan bom kecil. Keteledoran mereka telah menyebabkan fihak lain dengan mudah ”mendompleng” dengan membuat ledakkan susulan yang jauh lebih dahsyat dan mematikan. Selanjutnya ditimpakan kesalahannya kepada ketiga saudara muslim ini. Lalu dengan konspirasi media-massa baik lokal maupun internasional Amrozi cs diasosiasikan sebagai penyebab matinya ratusan jiwa. Sementara otak sebenarnya di belakang ledakkan kedua yang dikategorikan sebagai micro-nuke (nuklir berskala mikro) tidak pernah terlacak bahkan tidak pernah dianggap ada samasekali…!!

Sedangkan kesalahan dalam sikap tidak pernah terindikasikan dari mereka bertiga ini. Sejak awal mereka diekspos oleh media mereka senantiasa menyatakan secara lantang al-wala (loyalitas) mereka hanya kepada Allah ta’aala, RasulNya dan Al-Jihad fi sabilillah. Bahkan mereka dengan gagah berani menyatakan al-bara (berlepas diri) dari fihak musuh-musuh Islam, yakni kekuatan global dunia yang diwakili oleh kaum Zionis-yahudi dan Salibis-nasrani dengan Amerika sebagai panglimanya. Tanpa keraguan mereka mengungkapkan kezaliman fihak Barat kafir di berbagai negeri Islam seperti Palestina, Afghanistan dan Irak. Ini sungguh keberanian yang luar biasa. Sesuai dengan hadits Nabi:

أَلَا إِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Ketahuilah, sesungguhnya jihad yang paling utama ialah (menyatakan) kalimat haq (kebenaran) di hadapan penguasa zalim.” (HR Ahmad 10716)

Ketika saluran TV CNN menayangkan wawancara dengan Imam Samudera di bawah judul ”In the Mind of a Terrorist” dengan tegasnya beliau berkata: ”Apa yang kami lakukan hanyalah upaya membalas kezaliman Amerika Serikat dengan sekutunya yang telah membantai saudar-saudara muslim kami di berbagai belahan penjuru dunia seperti Palestina, Afghanistan dan Irak.” Allahu Akbar…!!

Di samping itu, ketiga muslim ini telah menunjukkan kesungguhan mereka dalam mengekspresikan ruhul jihad dan semangat ukhuwwah Islamiyyah yang tidak mengenal batas-batas geografis. Mereka telah ikut serta dalam jihad di bumi Afghanistan dan Ambon. Mereka telah menyerahkan pengorbanan harta dan jiwa di daerah bahkan negeri lain demi membela dan menjaga kehormatan kaum muslimin yang teraniaya oleh kaum kuffar. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa sepasang kaki yang pernah mengalami jihad di jalan Allah ta’aala akan menyebabkan neraka diharamkan untuk menyentuh mujahid tersebut.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُمَا حَرَامٌ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Allah ta’aala, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” (HR Tirmidzy 1556)

Bahkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa Allah ta’aala menjamin orang yang berjihad di jalanNya akan dimasukkan ke dalam surga.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا

جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَإِيمَانًا بِي وَتَصْدِيقًا بِرُسُلِي فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Allah ta’aala akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalanNya, seraya berfirman: “Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalanKu, karena keimanan kepadaKu dan membenarkan (segala ajaran) para RasulKu, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.” (HR Muslim 3484)

Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas telah tiada. Mereka telah meninggalkan dunia fana dengan cara dieksekusi mati. Suatu eksekusi mati yang sarat konspirasi. Konspirasi bernama War On Terror. Konspirasi laksana nyanyian dipimpin oleh derijen Amerika dengan Zionisme Internasional sebagai not baloknya. Lalu seluruh dunia termasuk dunia Islam diharuskan menyuarakan kur bersama mengikuti irama nyanyian tersebut. Media-massa menjadi loudspeaker yang melabel mereka sebagai Para Teroris.

Padahal Allah ta’aala justru menyambut arwah mereka bertiga penuh penghormatan sebagai Asy-Syuhada. Subhanallah…. Maha Benar Allah dengan firmanNya di bawah ini:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni`mat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 169-171)

Posted in Hikmah, Klip | 19 Comments »

Siapa bisa memastikan Akhir Kehidupan Amrozi Cs adalah buruk ?

Posted by heri purnomo on November 12, 2008

Banyak orang bahkan mayoritas ulama mengatakan kematian Amrozi CS bukanlah mati syahid. Benarkah ?
Namun kalo toh benar pelaku bom Bali adalah mereka, itu adalah kesalahan masa lalu. Allah masih mengampuni dosa hambanya. Sebagaimana pendapat Ust. Habib Rizieq di eramuslim :
Yang pasti, Amrozi c.s. mati dalam keadaan baik. Enam tahun dipenjara hanya shalat, puasa, baca Alquran, dan lain-lain. Saat dieksekusi pun, Amrozi c.s. menatap itu dengan mata terbuka dan pekikan takbir,”

Dalam kasus Bom Bali 2002, sebagian besar tokoh Islam memang sepakat bahwa itu sebuah kesalahan. Tapi, menurut Habib Riziq, hal itu tidak bisa dijadikan penilaian terhadap kematian Amrozi c.s.

“Andaikata Bom Bali 2002 dianggap salah, itu adalah masa lalu. Karena itu, jangan menilai dengan masa lalu. Nilailah saat ini,” jelas Ketua Front Pembela Islam ini.

Ia menjelaskan, di masa Rasulullah pernah ada kasus perempuan penzina yang dirajam. Ketika itu, seorang sahabat mencercanya. Rasulullah saw. pun meluruskan dan mengabarkan bahwa kebaikan perempuan tersebut, dengan taubatnya, mampu mengampuni dosa penduduk satu kota Madinah.

“Jadi, nilai saat ini. Jangan nilai masa lalu. Saksikanlah bahwa Amrozi c.s. adalah orang baik. Isyhaduu annahum min ahlil khoir! Takbiiir. Sholluu ‘alan Nabi!” ucap Habib bersemangat. ( sumber eramuslim.com )

Posted in Catatanku, Klip | Leave a Comment »

Euforia Obama

Posted by heri purnomo on November 12, 2008

Kemenangan Barack Obama sebagai Presiden ke 44 Amerika Serikat, pada 4 November 2008 telah membuat suasana hiruk pikuk, dan membuncahkan harapan yang besar bagi banyak masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Mereka berharap kebijakan yang diambil Obama, akan memperbaiki kebijakan Presiden Bush yang telah menyengsarakan banyak negara di luar Amerika, maupun terhadap warga Amerika sendiri.

Namun, layakkah kita berharap begitu banyak terhadap seorang Obama ? Pada pidato kemenangannya di Chicago, Obama mengucapkan kalimat “change has come to America.”. Pertanyaannya, perubahan seperti apakah yang akan dilakukan Obama? Semoga ke arah yang lebih baik untuk semua, bukan hanya untuk Amerika dan Israel.

Tapi di atas semua itu, Allahlah tempat berharap banyak dan meminta pertolongan. Amin.

Posted in Catatanku | 1 Comment »

Menyederhanakan hidup

Posted by heri purnomo on November 11, 2008

munajat Sesuatu yang sederhana itu sungguh nikmat. Indah dan jujur, sehingga memudahkan kaki untuk melangkah, menjernihkan otak untuk berpikir, dan menerangi kalbu untuk merasakan. Namun, ternyata hidup tak hanya ada satu sisi, ada hal yang sederhana dan ada hal yang rumit. Kalo dipikir-pikir semua itu terpulang kepada pilihan hidup manusia. Apakah menghendaki kesederhanaan atau kesemrawutan.

Dalam Islam, hidup seorang muslim digambarkan begitu indahnya. Kata Nabi : “Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin, karena seluruh kondisinya adalah baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, lalu ia bersyukur, itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, lalu ia bersabar, maka itupun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim No. 2999)

Demikian indahnya Islam, sungguh sederhana. Hanya dengan bersandar kepada Allah, hidup menjadi sederhana. Berbeda dengan jika kita menyandarkan hidup kita kepada manusia, harta, atau jabatan. Akan terjadi tarik menarik ambisi dan syahwat yang tinggi, sehingga seringkali berakhir di lembah kenistaan.

Ala bidzrikillah tatmainul qulub…. dalam qur’an sudah jelas….. “Dengan Mengingat Allah SWT hati akan menjadi tenang”. Semoga.

Posted in Catatanku | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.