<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sumeleh</title>
	<atom:link href="http://sumeleh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumeleh.wordpress.com</link>
	<description>try to remember 4JJ1 anytime..</description>
	<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 08:43:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Aku Dimakamkan Hari Ini</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/02/20/aku-dimakamkan-hari-ini/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/02/20/aku-dimakamkan-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 07:39:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/02/20/aku-dimakamkan-hari-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebuah Puisi nasehat hidup dari seorang teman,
terima kasih temanku yang telah berbagi makna kehidupan.
Semoga engkaupun mendapat berkah dari nasehat yang telah engkau sampaikan.
Amin.

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
Perlahan, semua pergi meninggalkanku,
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian,
di tempat gelap yang tak pernah terbayang,

Sendiri,
menunggu pengadilan yang kekal...
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><pre style="text-align:justify;"><tt><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><i>Ini sebuah Puisi nasehat hidup dari seorang teman,
terima kasih temanku yang telah berbagi makna kehidupan.
Semoga engkaupun mendapat berkah dari nasehat yang telah engkau sampaikan.
Amin.</i>

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
Perlahan, semua pergi meninggalkanku,
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian,
di tempat gelap yang tak pernah terbayang,</span></tt></pre>
<pre style="text-align:justify;"><span id="more-110"></span><tt><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">
Sendiri,
menunggu pengadilan yang kekal...
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apa lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka saat ini.
Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
Kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
Tetapi aku tetap sendiri, disini,
Menunggu perhitungan yang pasti atas apa yang aku perbuat...
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,dan ma'af pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus menghadapinya sendiri...

Tuhanku,(entah dari mana kekuatan itu datang,
Setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
Jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,Beberapa hari saja...
Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi
 Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,yang kumakan,
bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu
Dan Tuhan,beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,untuk berkumpul dengan istri dan anakku,untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,bersama mereka ...
Begitu sesal diri ini karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia siaan kesenangan yg pernah kuraih dulu,
tak ada artinyasama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg  hanya sekali ituandai ku bisa putar ulang waktu itu ...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...

<i>Sebagai bahan renungan kita semua atas nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kita selama ini……..</i>

</span></tt><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"></span></pre>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=110&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/02/20/aku-dimakamkan-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi dua sisi pak Harto</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/31/bagaimana-menyikapi-sisi-positif-dan-negatif-pak-harto/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/31/bagaimana-menyikapi-sisi-positif-dan-negatif-pak-harto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 08:34:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/31/bagaimana-menyikapi-sisi-positif-dan-negatif-pak-harto/</guid>
		<description><![CDATA[Pak Harto ( mantan Presiden Soeharto) telah pulang ke
haribaanNya. Sejarah mencatat beliau memimpin bangsa Indonesia 32
tahun, waktu yang sangat panjang untuk sebuah kepemimpinan negara. Baik
dan buruk, hitam dan putih kepemimpinannya telah dirasakan segenap
warga. Banyak kenangan indah terutama yang dirasakan para petani di
desa-desa dahulu yang jarang terdengar jerit kekurangan makanan,
apalagi antri minyak tanah atau melonjaknya harga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pak Harto ( mantan Presiden Soeharto) telah pulang ke<br />
haribaanNya. Sejarah mencatat beliau memimpin bangsa Indonesia 32<br />
tahun, waktu yang sangat panjang untuk sebuah kepemimpinan negara. Baik<br />
dan buruk, hitam dan putih kepemimpinannya telah dirasakan segenap<br />
warga. Banyak kenangan indah terutama yang dirasakan para petani di<br />
desa-desa dahulu yang jarang terdengar jerit kekurangan makanan,<br />
apalagi antri minyak tanah atau melonjaknya harga kedelai sehingga<br />
tempe dan tahu jadi komiditas mahal seperti suasana akhir-akhir ini.<br />
Kemakmuran hampir merata di seluruh masyarakat. Pak Harto telah<br />
berhasil membuat rakyat tidak kelaparan, harga-harga kebutuhan hidup<br />
sangat terjangkau. Banyak sekali keberhasilan dalam sisi ekonomi yang<br />
secara real dirasakan oleh rakyat, apalagi pada<br />
saat-saat kemiskinan makin membengkak seperti sekarang ini. Seolah-olah<br />
kerinduan akan masa-masa indah saat dipimpin pak Harto menemukan<br />
momennya.<span id="more-108"></span></p>
<p>Ilustrasi di atas hanyalah gambaran dari sisi positif<br />
beliau. Namun, tanpa maksud mengorek-ngorek sisi negatif atau keburukan<br />
seseorang, hanya agar kita bisa melakukan penilaian yang obyektif dan<br />
menyikapi dengan lebih adil, bahwa di sisi kehidupan dia ada sesuatu<br />
yang harus disikapi karena pengaruhnya ke masa depan bangsa sangatlah<br />
besar.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu, keberhasilan beliau dengan<br />
visi-visinya memajukan perekonomian bangsa ( sehingga ekonomi pada saat<br />
itu diibaratkan sebagai panglima ) yang telah dituangkan dalam repelita<br />
dan GBHN, membawa Indonesia sebagai negara swasembada pangan dan<br />
kemajuan di bidang pertanian, namun semua itu ternyata bertumpu pada<br />
pinjaman luar negeri yang sangat besar dan mengalami banyak kebocoran<br />
di lapangan. Sehingga pada saat krisis moneter yang ditandai dengan<br />
melonjaknya nilai dolar Amerika ( USD $ ), maka secara drastis pinjaman<br />
luar negeri menjadi berlipat-lipat, dan pada saat jatuh tempo, negara<br />
tak punya cadangan untuk membayarnya. Orang-orang di sekeliling beliau<br />
dan juga keluarga turut andil dalam kebocoran-kebocoran dan<br />
membengkaknya hutang negara, juga penyalahgunaan kekuasaan untuk<br />
kepentingan kelompok, merupakan cikal bakal dari antiklimaks kejayaan<br />
kepemimpinan beliau.</p>
<p>Sisi positif dan negatif, tentu ada dalam<br />
setiap pribadi seseorang. Namun jika itu adalah seorang kepala negara<br />
tentu akan lain ceritanya. Kebijakan-kebijakan yang diambil tentu akan<br />
mempengaruhi kehidupan seluruh bangsa, dan jika dampak buruk yang<br />
diakibatkannya tentu kita sebaiknya melakukan penyikapan yang adil,<br />
akan ke depan tidak terulang kembali.</p>
<p>Kelemahan bangsa kita<br />
memang &#8220;cepat lupa&#8221; dan &#8220;memiliki semangat memaafkan yang tinggi&#8221;<br />
betapapun kesalahan seseorang itu sangat besar. Namun tentu kepentingan<br />
bangsa selayaknya tak dikalahkan oleh rasa enak dan tidak enak karena<br />
dahulu sudah pernah berhutang budi. Pak Harto tetap kita maafkan<br />
sebagai penghormatan kita kepada Bapak bangsa. Namun, kita mempunyai<br />
lembaga-lembaga hukum yang perlu digunakan untuk mendudukan posisi dia<br />
sebagai sesama warga negara. Jika tidak tentu ini salah satu bentuk<br />
ketidakadilan.</p>
<p>&#8220;Memaafkan &#8221; adalah satu bentuk sikap yang sangat<br />
positif, bahkan itu salah satu sifat Tuhan yang maha pengampun. Namun,<br />
bukan berarti memaafkan itu harus membiarkan tanggungjawab terlepas<br />
dari kedudukannya sebagai manusia, dan sebagai warga negara yang<br />
mempunyai kewajiban dan hak yang sama di bidang hukum.</p>
<p>Akhirnya,<br />
selamat jalan Pak Harto, semoga Allah mengampuni dan memberikan jalan<br />
keluar bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari keterpurukan dalam<br />
segala bidang saat ini. Tentu ini tak lepas dari warisan yang Bapak<br />
tinggalkan, semoga Pemerintahan sekarang atau di masa datang bisa<br />
menyelesaikan dengan lebih tegas namun tetap bijak dan adil.</p>
<p>semoga.</p>
<p class="poweredbyperformancing">Powered by <a href="http://scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=108&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/31/bagaimana-menyikapi-sisi-positif-dan-negatif-pak-harto/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu yang bermanfaat</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/15/ilmu-yang-bermanfaat/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/15/ilmu-yang-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 10:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/15/ilmu-yang-bermanfaat/</guid>
		<description><![CDATA[Di zaman ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang demikian pesat dan mengagumkan. Terutama dalam bidang telekomunikasi dan komputer yang setiap saat dalam hitungan hari selalu ada inovasi-inovasi baru, memudahkan dan memanjakan manusia dalam menikmati dan menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini kita bisa menonton kejadian di belahan dunia lain hanya dengan menekan tombol Handphone yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di zaman ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang demikian pesat dan mengagumkan. Terutama dalam bidang telekomunikasi dan komputer yang setiap saat dalam hitungan hari selalu ada inovasi-inovasi baru, memudahkan dan memanjakan manusia dalam menikmati dan menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini kita bisa menonton kejadian di belahan dunia lain hanya dengan menekan tombol Handphone yang sudah memiliki feature 3G , dimana bisa digunakan untuk memutar siaran televisi ataupun video call. Juga iPhone yang sebentar lagi akan memberikan service browsing website dengan browser khusus yang lebih canggih, dan &#8216;kabarnya&#8217; menyiapkan situs-situs porno. Banyaknya fasilitas ini disamping bisa memberikan manfaat buat manusia, juga ada sisi lain yang bisa menjerumuskan manusia ke perilaku negatif. Contohnya, berapa banyak perilaku seksual baik di kalangan awam, pelajar, pejabat yang direkam dalam camera video dalam perangkat handphone dan disebarkan ke khalayak ramai. Penyebarannya menggunakan teknologi internet sehingga dengan cepat merambah ke seluruh dunia dan dapat diacces oleh siapapun dan di manapun.</p>
<p>Banyak pendapat mengenai ilmu pengetahuan, bahwasanya ilmu itu bebas nilai. Apakah benar demikian ? Kalo kita menilik tujuan sebenarnya ilmu adalah untuk memudahkan manusia menjalani kehidupan di dunia, namun di sisi lain manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan wewenang sebagai khalifah / wakil di muka bumi. Tentu saja wewenang yang diberikan Tuhan di muka bumi adalah untuk kemaslahatan dan kebaikan seluruh makhluk. Jika ilmu dipergunakan untuk merusak ( <i>fisik dan jiwa </i>) manusia maupun alam semesta, maka bagaimana pertanggungjawaban ilmu terhadap amanat dari Tuhan ? Masih bisakan dikatakan ilmu itu bebas nilai ? Mungkin bisa, tapi setelah itu mesti ada perangkat yang menjamin bahwa ilmu itu harus diarahkan menuju perbaikan manusia dan alam semesta. Jika tidak, itulah ilmu yang tidak membawa manfaat. Padahal dalam islam, ilmu yang bermanfaat itu akan bernilai abadi selain anak yang sholeh dan amal /sedekah yang masih dirasakan manfaatnya bagi generasi sesudahnya sampai akhir zaman.</p>
<p>Jika demikian, ilmu memang harus disandingkan dengan nilai-nilai kehidupan yang baik. Yang membimbing manusia untuk senantiasa meraih kehidupan yang diberkahi Tuhan ( dalam bahasa Islam, mendapat ridha dari Allah Swt dan membawa kepada ketaatan kepada-Nya).&nbsp; Jika tidak, kita sebenarnya telah mendhalimi diri sendiri. </p>
<p>Semoga kita bisa menjadi orang yang berilmu karena Tuhan menjanjikan derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya. Tentu saja ilmu yang bermanfaat. Wallahualam bishawab.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/104/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/104/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=104&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/15/ilmu-yang-bermanfaat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Dunia dan Akherat</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/14/antara-dunia-dan-akherat/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/14/antara-dunia-dan-akherat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 13:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/14/antara-dunia-dan-akherat/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia adalah kenyataan yang kita hadapi sekarang. Akherat adalah alam akhir persinggahan manusia yang akan berlangsung selamanya. 
Ada yang selalu mengingat akherat dan lupa menikmati dan berusaha di dunia. Ada yang selalu bergelut dengan dunia, lupa dengan kehidupan dan nasibnya di akherat kelak. Ada yang bisa melakukan sinergi antara dunia dan akherat bisa berjalan berdampingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dunia adalah kenyataan yang kita hadapi sekarang. Akherat adalah alam akhir persinggahan manusia yang akan berlangsung selamanya. </p>
<p>Ada yang selalu mengingat akherat dan lupa menikmati dan berusaha di dunia. Ada yang selalu bergelut dengan dunia, lupa dengan kehidupan dan nasibnya di akherat kelak. Ada yang bisa melakukan sinergi antara dunia dan akherat bisa berjalan berdampingan dan saling mengisi untuk menuju satu tujuan hidup manusia.</p>
<p>Tentu saja sebagai kebanyakan manusia tentu akan memilih pilihan yang ke tiga ( jika manusia memiliki iman ). Jika tidak tentu pilihan ke dua-lah yang akan dijalaninya. </p>
<p>Pada kenyataannya, yang paling banyak adalah pilihan yang ke dua, yaitu lebih mementingkan kehidupan dunia tanpa menyeimbangkan dengan kewajiban dan ibadah secara vertikal. Tentu saja pilihan ini akan mengalami kepincangan, yakni kepincangan spiritual. <br />Dan juga tidak tepat juga jika, ritual ibadah vertikal saja tanpa ada usaha dan amal yang sering disebut &#8220;duniawi&#8221;. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=103&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/14/antara-dunia-dan-akherat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar menuju sukses</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/12/sabar-menuju-sukses/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/12/sabar-menuju-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jan 2008 00:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/12/sabar-menuju-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Semua manusia pasti menghendaki kesuksesan dalam hidupnya. Untuk mencapainya jalan yang umum dilakukan adalah &#8220;kerja keras&#8221;. Namun tentu saja tidak sesederhana itu jalan menuju ke sana. Kerja keras tentu harus dibarengi dengan nilai-nilai yang lain seperti sabar dan istiqamah.
Seperti yang ditulis oleh Pak Donald Latumahina tentang satu senti menuju suksessangat menarik sekali, betapa kita mesti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Semua manusia pasti menghendaki kesuksesan dalam hidupnya. Untuk mencapainya jalan yang umum dilakukan adalah &#8220;kerja keras&#8221;. Namun tentu saja tidak sesederhana itu jalan menuju ke sana. Kerja keras tentu harus dibarengi dengan nilai-nilai yang lain seperti sabar dan istiqamah.</p>
<p>Seperti yang ditulis oleh Pak Donald Latumahina tentang <a href="http://www.gayahidupdigital.com/2005/01/05/satu-senti-menuju-sukses/">satu senti menuju sukses</a><br />sangat menarik sekali, betapa kita mesti menghargai setiap satu senti dari hidup kita. Jangan meremehkan usaha walaupun sedikit karena yang sedikit itu jika dilakukan terus menerus ( istiqamah dan sabar ) maka kita akan terkejut melihat hasilnya dikemudian hari. Orang sukses adalah kumpulan dari setiap satu senti amal perbuatannya yang dilakukan dengan penuh kecintaaan.</p>
<p>Dalam Qur&#8217;an pesan itu disampaikan dengan indah dan sederhana.<br />153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar<b> </b>dan shalat sebagai <br />penolongmu<sup><b>[99]</b></sup>, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.</p>
<p>Sabar dan shalat adalah tools yang mujarap untuk meraih kesuksesan.</p>
<p></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=102&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/12/sabar-menuju-sukses/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taqwa itu apa sih ?</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/11/taqwa-itu-apa-sih/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/11/taqwa-itu-apa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2008 13:49:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/11/taqwa-itu-apa-sih/</guid>
		<description><![CDATA[Taqwa itu apa sih ?
Setiap hari jum&#8217;at kita sering dihimbau oleh khatib jum&#8217;at untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt. Tentu saja sesuatu yang diulang-ulang dan bahkan bukan hanya hari jum&#8217;at saja pastilah mengandung suatu nilai yang besar. Namun apakah kita benar-benar tahu bagaimana menjadi orang yang bertaqwa, bahkan mungkin definisi taqwa itu sendiri masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Taqwa itu apa sih ?</p>
<p>Setiap hari jum&#8217;at kita sering dihimbau oleh khatib jum&#8217;at untuk meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt. Tentu saja sesuatu yang diulang-ulang dan bahkan bukan hanya hari jum&#8217;at saja pastilah mengandung suatu nilai yang besar. Namun apakah kita benar-benar tahu bagaimana menjadi orang yang bertaqwa, bahkan mungkin definisi taqwa itu sendiri masih belum kita mengerti dengan jelas.</p>
<p>Jadi apakah taqwa itu.<br />Banyak sekali ayat di dalam alqur&#8217;an yang menjelaskan kata &#8216;taqwa&#8217;. Diantaranya Allah menguraikan taqwa itu demikian indah dan jelasnya di&nbsp; surat Ali Imran ayat 134 dan 135.
<div align="right"><img src="img/s003/a134.png" /></div>
<p><i>134. (yaitu) orang-orang <br />yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang <br />yang menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai <br />orang-orang yang berbuat kebajikan. </p>
<p>135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau <br />menganiaya diri sendiri<sup><b>[229]</b></sup>, mereka ingat akan Allah, lalu <br />memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni <br />dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, <br />sedang mereka mengetahui. <br /></i><br />Jadi intinya adalah orang yang bertaqwa itu ada orang yang :<br />&nbsp;&nbsp; - mau menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit<br />&nbsp;&nbsp; - mampu menahan amarah <br />&nbsp;&nbsp; - mau memaafkan kesalahan orang lain dan suka berbuat kebajikan<br />&nbsp;&nbsp; - apabila mengerjakan perbuatan keji dia ingat Allah dan langsung mohon ampun<br />&nbsp;&nbsp; - bertobat dan tidak melakukan&nbsp; perbuatan keji lagi</p>
<p>Nah, itulah tolok ukur taqwa yang dijelaskan oleh Allah, sudahkan hal-hal tersebut ada pada diri kita? <i></p>
<p></i></p>
<p>
<p class="poweredbyperformancing">Powered by <a href="http://scribefire.com/">ScribeFire</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=101&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2008/01/11/taqwa-itu-apa-sih/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="img/s003/a134.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menangkal Panah-Panah Setan</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2007/09/04/menangkal-panah-panah-setan/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2007/09/04/menangkal-panah-panah-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 12:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tausiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2007/09/04/menangkal-panah-panah-setan/</guid>
		<description><![CDATA[
Apa yang akan dilakukan ketika kita akan pergi ke medan perang? Tentu, kita akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk mempersiapkan fisik, mental, persenjataan, penguasaan medan, plus strategi jitu untuk memenangkan peperangan. Sangat konyol maju ke medan perang tanpa memiliki persiapan apa pun. Sesungguhnya, hidup dapat dianalogikan sebagai medan perang. Prinsip yang berlaku di sini adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><a href="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/setan.jpg" title="setan.jpg"><img src="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/setan.jpg" alt="setan.jpg" /></a><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apa yang akan dilakukan ketika kita akan pergi ke medan perang? Tentu, kita akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk mempersiapkan fisik, mental, persenjataan, penguasaan medan, plus strategi jitu untuk memenangkan peperangan. Sangat konyol maju ke medan perang tanpa memiliki persiapan apa pun. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span id="more-98"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sesungguhnya, hidup dapat dianalogikan sebagai medan perang. Prinsip yang berlaku di sini adalah menang atau kalah, menjadi pemenang atau pecundang. Hadiah yang disediakan pun sangat fantastis. Surga yang abadi bagi pemenang, dan neraka yang kekal bagi pecundang. Namun berperang dengan siapa?</p>
<p>Tentu saja berperang dengan setan. Dialah musuh terbesar dan paling nyata bagi manusia. Allah SWT berfirman, Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al Baqarah [2]: 208). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Berperang melawan setan, tentunya tidak sama dengan berperang melawan manusia.</p>
<p>Setan itu lebih canggih tipu dayanya, lebih profesional pekerjaannya, lebih banyak jumlahnya, serta tidak tampak wujudnya. Tanpa kesungguhan untuk menghadapinya, kita akan menjadi bulan-bulanan mereka. Bagaimana tidak, di mana pun dan kapan pun, setan bebas menembakkan panah-panah beracun kepada kita, tanpa kita menyadarinya. Setan akan membidikkan panah asmara ke dalam hati dua orang yang bukan muhrim untuk berzina. Setan akan membidikkan panah ke mata manusia, sehingga ia merasa nikmah melihat hal-hal yang diharamkan. Membidikkan panah ke lidah manusia, sehingga ia bergibah, memfitnah, namimah, serta berdusta. Dsb. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagaimana memenangkan perang dengan musuh seperti ini? Perlindungan dari Allah menjadi kata kunci. Dalam QS Al A&#8217;raaf [7] ayat 200, Allah SWT memberikan jaminan, Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Salah cara mendapatkan perlindungan Allah adalah dengan zikir, atau senantiasa mengingat dan bergantung kepada Allah Dzat Yang Mahakuasa. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Karena itu, Rasulullah SAW bersabda, Aku perintahkan kepada kalian agar selalu berzikir kepada Allah. Sesungguhnya, perumpamaan orang yang berzikir itu seperti seorang yang dicari-cari oleh musuhnya. Mereka menyebar mencari orang tersebut sehingga ia sampai pada suatu benteng yang sangat kokoh dan ia dapat melindungi dirinya di dalam benteng tersebut dari kejaran musuh. Begitu juga setan. Seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan, kecuali dengan berzikir kepada Allah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Zikir dapat kita ibaratkan sebagai tameng, pakaian perang atau baju anti peluru yang akan melindungi seluruh tubuh serta jiwa kita dari panah-panah beracun yang dibidikkan setan. Itulah sebabnya Rasulullah SAW mencontohkan ibadah-ibadah wajib serta sunnat kepada kita. Mulai dari shalat lima waktu yang dilengkapi shalat rawwatib, tahajud, dhuha, dsb, sampai shaum Ramadhan yang dilengkapi dengan shaum-shaum sunnat lainnya.</p>
<p>Beliau pun memberi panduan berupa aneka zikir serta doa yang layak kita ucapkan dalam berbagai kesempatan. Setiap aktivitas ada doanya, minimal dengan membaca basmallah, serta mengakhirinya dengan hamdallah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika semua panduan ini diamalkan dengan ikhlas serta penuh kesungguhan, niscaya hari-hari kita akan menjadi hari-hari penuh kemenangan. Betapa tidak, seluruh anggota badan akan terlindung dari maksiat. Efeknya, hati akan tenang, pikiran akan jernih, doa ijabah, masalah menjadi mudah, energi kita pun akan optimal, karena hanya dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif serta bernilai tambah. Maka, awalilah hari dengan zikir, isi hari dengan zikir, dan akhiri hari dengan zikir. Namun jangan salah, zikir tidak hanya di masjid. Zikir bisa hadir di kantor, di pasar, di terminal, dan di mana pun kita berada. Semoga kita bisa melakukannya dengan ikhlas. Amin. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">( KH Abdullah Gymnastiar )<span>  </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=98&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2007/09/04/menangkal-panah-panah-setan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/setan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">setan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Surga</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/30/kunci-surga/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/30/kunci-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 14:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/30/kunci-surga/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Oleh : Muhammad Bajuri
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari mengutip perkataan Ibnu Ishak, ketika Rasulullah SAW mengutus al-Ala&#8217; bin al-Hadhrami, beliau bersabda, &#8221;Apabila engkau ditanya tentang kunci surga, katakanlah kuncinya adalah la Ilaha Illallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah).&#8221;  Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan berkata sebanyak apa pun la Ilaha Illallah dibaca, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><a href="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/surga.jpg" title="surga.jpg"><img src="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/surga.jpg" alt="surga.jpg" /></a> </span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh : Muhammad Bajuri</span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari mengutip perkataan Ibnu Ishak, ketika Rasulullah SAW mengutus al-Ala&#8217; bin al-Hadhrami, beliau bersabda, &#8221;Apabila engkau ditanya tentang kunci surga, katakanlah kuncinya adalah la Ilaha Illallah (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah).&#8221; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan berkata sebanyak apa pun la Ilaha Illallah dibaca, tidak akan memberikan manfaat sedikit pun kepada yang mengucapkannya, kecuali telah memenuhi tujuh syarat. <br />
<span id="more-97"></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertama, mengetahui maknanya. Yakni, mengetahui makna yang meniadakan dan yang menetapkan. Oleh karena itu, siapa saja yang mengucapkan la Ilaha Illallah, sedangkan ia tidak mengerti makna dan apa yang menjadi tuntutannya, maka ucapannya tidak akan bermanfaat baginya. Sebab, jangankan yakin dengan apa yang diucapkannya, tahu artinya saja tidak. Ini sama dengan orang yang berbicara dengan suatu bahasa, namun ia tidak paham bahasa itu. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kedua, disertai keyakinan. Keyakinan adalah bentuk kesempurnaan pengetahuan. Dan dengan keyakinan ini setiap bentuk keraguan dan kebimbangan akan dihilangkan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> <br />
</span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Ketiga, dibarengi keikhlasan. Keikhlasan akan meniadakan segala bentuk kesyirikan. Dan keikhlasan inilah yang dikehendaki dari la Ilaha Illallah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Keempat, kejujuran. Kejujuran akan mencegah timbulnya kemunafikan. Seperti mereka mengucapkan la Ilaha Illallah dengan mulut mereka, sementara hatinya tidak meyakini maknanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kelima, mencintai kalimat itu, sehingga, ketika mengucapkannya wajahnya tampak berseri. Dengan demikian, berbeda dengan wajah yang diperlihatkan oleh orang-orang munafik. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Keenam, tunduk untuk melaksanakan hak-hak la Ilaha Illallah. Yaitu melaksanakan amal-amal wajib, ikhlas karena Allah dan hanya mencari ridha-Nya. Dan demikian inilah tindakan yang dikehendaki dari la Ilaha Illallah. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </p>
<p></span></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ketujuh, adanya penerimaan yang meniadakan bentuk penolakan. Hal ini dibuktikan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Inilah syarat-syarat yang telah digali oleh para ulama dari Alquran dan sunah agar la Ilaha Illallah dapat menjadi kunci yang akan membuka pintu surga</span></span></span></p>
<p></span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=97&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/30/kunci-surga/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/09/surga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">surga.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fasilitas Allah</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/29/fasilitas-allah/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/29/fasilitas-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 14:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/29/fasilitas-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : A Yamani Syamsuddin
Seorang laki-laki datang tergopoh-gopoh menemui Ibrahim bin Adham untuk mengadukan permasalahan yang tengah menimpanya. Lelaki tersebut berkata, &#8221;Wahai sahabatku, aku ingin mengadukan sesuatu tentang diriku yang berlumur noda dan dosa. Berjudi adalah pekerjaan sehari-hariku yang sangat sulit aku tinggalkan. Kemudian, berzina dan mabuk aktivitas yang tidak aneh dalam kehidupan sehari-hariku, bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Oleh : A Yamani Syamsuddin</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang laki-laki datang tergopoh-gopoh menemui Ibrahim bin Adham untuk mengadukan permasalahan yang tengah menimpanya. Lelaki tersebut berkata, &#8221;Wahai sahabatku, aku ingin mengadukan sesuatu tentang diriku yang berlumur noda dan dosa. Berjudi adalah pekerjaan sehari-hariku yang sangat sulit aku tinggalkan. Kemudian, berzina dan mabuk aktivitas yang tidak aneh dalam kehidupan sehari-hariku, bahkan aku akan sangat tersiksa jika satu hari dalam hidupku terlewati tanpa melakukan perbuatan maksiat tersebut.&#8221;<span id="more-96"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ibrahim bin Adham adalah seorang yang terkenal dengan kezuhudan dan kesalehannya pun berkata kepada sahabatnya, &#8221;Semoga Allah memberi hidayah dan menerangi kembali jalan hidupmu. Jika engkau ingin meninggalkan segala maksiat yang selama ini engkau lakukan bertobatlah dan bertekadlah untuk meninggalkan perbuatan tersebut.&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tak lama kemudian lelaki tersebut kembali menemui Ibrahim bin Adham dan kembali mengadukan permasalah yang sama, dia berkata, &#8221;Aku telah berusaha meninggalkan segala perbuatan maksiat yang aku lakukan dengan mengikuti apa yang telah engkau nasihatkan kepadaku, namun ternyata itu semua tak berhasil.&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ibrahim bin Adham dengan bijak berkata, &#8221;Jika engkau ingin bermaksiat kembali, perhatikanlah nasihatku. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pertama, jika kamu mau bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezeki-Nya.<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kedua, carilah tempat yang luput dari pantauan Allah.<br />
Ketiga, janganlah menggunakan pancaindera dan anggota tubuh amanat dari Allah.<br />
Keempat, bermaksiatlah, jika engkau siap menghadapi Malaikat Munkar dan Nakir.<br />
Kelima, teruskan maksiat, jika engkau sanggup melawan malaikat penjaga api neraka.&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Lalu menangis dan dengan wajah penyesalan berkata, &#8221;Ibrahim cukup, jangan kamu teruskan lagi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mulai saat ini aku bertobat kepada Allah.&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Semenjak itu, setiap kali lelaki tersebut ingin melakukan maksiat, dia pun teringat pada nasihat yang diberikan sahabatnya. Hari-hari selanjutnya, lelaki tersebut telah menemukan kembali jalan hidupnya dan memperbanyak hari-harinya dengan amal shalih hingga menemui ajalnya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=96&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/29/fasilitas-allah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Bersahaja</title>
		<link>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/28/menjadi-bersahaja/</link>
		<comments>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/28/menjadi-bersahaja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 13:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sumeleh</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/28/menjadi-bersahaja/</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh : Zaim Uchrowi  
Suasana peringatan 17 Agustus masih terasa di mana-mana. Merah putih masih menghiasi sudut-sudut permukiman. Pesan-pesan kemerdekaan masih jelas terngiang. Pesan-pesan yang sangat berharga tentu buat membangun karakter kita sebagai bangsa. Banyak pesan agar menumbuhkan kenasionalan. Mencintai milik kita sendiri. Tidak pula gampang silau pada hal asing.  Ada pula pesan yang lebih spiritualis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><a href="http://sumeleh.files.wordpress.com/2007/08/aagym.jpg" title="aagym.jpg"></a> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><em>Oleh : Zaim Uchrowi</em> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Suasana peringatan 17 Agustus masih terasa di mana-mana. Merah putih masih menghiasi sudut-sudut permukiman. Pesan-pesan kemerdekaan masih jelas terngiang. Pesan-pesan yang sangat berharga tentu buat membangun karakter kita sebagai bangsa. Banyak pesan agar menumbuhkan kenasionalan. Mencintai milik kita sendiri. Tidak pula gampang silau pada hal asing. <span id="more-94"></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> pula pesan yang lebih spiritualis. Yakni, mengajak kita merenungi hari proklamasi kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17, hari Jumat, damai di bulan Ramadhan. Tujuh belas adalah jumlah rakaat shalat fardu dalam sehari semalam. Juga tanggal turunnya wahyu Ilahi pertama pada Sang Rasul Muhammad SAW yang berbunyi &#8220;Iqra!&#8221;. &#8220;Bacalah&#8221;. Jumat dan Ramadhan jelas hari dan bulan paling istimewa berdasar petunjuk agama. Suatu kebetulankah kalau kemerdekaan kita jatuh pada waktu yang penuh perlambang kebaikan itu? Tidakkah kita perlu belajar untuk memaknainya secara lebih mendalam?</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Banyak lagi pesan berharga lainnya. Tapi, yang membuat saya meluangkan waktu paling banyak untuk mencernanya adalah seruan agar hidup sederhana. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Seruan ini terdengar dari Soetrisno Bachir, pemimpin partai reformis PAN penerus Amien Rais. Di beberapa kesempatan pada Agustusan ini ia selalu mengajak untuk hidup sederhana. Ajakan ini terutama ditujukan pada pejabat publik, pada orang-orang politik, juga pada siapa pun. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Terutama yang bekerja untuk masyarakat, dan dibiayai dengan dana negara atau masyarakat. Kesederhanaan adalah kunci kesejahteraan dan kemajuan bagi semua.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Secara agama, seruan itu amat mengena. Bermegah-megah disebut Allah SWT sebagai hal yang &#8220;melalaikan&#8221; hingga nanti masuk kubur. &#8220;Janganlah begitu, kelak kau akan mengetahui. Sungguh janganlah begitu, kelak kau akan mengetahui. Jangan begitu, kau akan mengetahui dengan sangat pasti. Kau akan melihat neraka jahanam.&#8221; Begitu penegasan sang pemilik alam raya ini. Begitu pula yang dicontohkan keluarga Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Keluarga itu sangat berkecukupan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Khadijah adalah seorang yang kaya raya. Muhammad muda berhasil melipatgandakan kekayaan itu lewat misi bisnisnya yang cemerlang ke Syam. Tapi, kehidupan mereka biasa saja. Demikian pula kehidupan sahabat terdekat mereka, Abu Bakar. Ia seorang yang sangat kaya. Tapi ia menghindari bermegah-megah.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kita acap menjadi pribadi sebaliknya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kemakmuran kita sering tidak seberapa. Tapi kita sering ingin bermegah-megah. Padahal sekalipun kita makmur, sekali lagi menurut agama, bermegah-megah adalah hal terlarang. Untuk rumah, kita kadang tergoda membangunnya secara mencolok. Yakni yang tampak lebih megah dibanding sekitarnya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kita lebih bangga punya rumah yang mewah ketimbang rumah yang asri dan nyaman dihuni. Dalam memilih kendaraan, pakaian, hingga keinginan berganti-ganti alat komunikasi, gengsi hampir selalu kita kedepankan dibanding fungsi. Kegandrungan kita pada Starbucks juga lebih terdorong oleh gaya hidup bergengsi dibanding buat memenuhi kebutuhan rasa dan suasana.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Saat menggelar resepsi pernikahan, kita juga sering mendahulukan kemewahan pesta dibanding dengan keberkahannya. Bahkan saat sakit pun, kita lebih memilih rumah sakit bergengsi dibanding yang memang optimal dalam pengobatan. Walaupun untuk itu harus membayar sangat mahal untuk pengobatannya yang berlebihan yang sebenarnya telah sampai pada tingkat peracunan. Sering tanpa tersadari, kita acap bermegah-megah sementara jutaan orang lainnya di sekitar kita hidup sangat susah.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Suasana demikian, ironisnya, justru lebih mudah kita temui di sini. Yakni, pada bangsa yang mengaku memiliki sifat bertoleransi dan bahkan merasa Berketuhanan yang Maha Esa ini. Masyarakat Jepang dan juga bangsa-bangsa Skandinavia sangat menjauhi bermegah-megah diri seperti itu. Rumah-rumah mereka adalah rumah-rumah biasa namun nyaman dan terasa berjiwa. Gaya hidup para pejabatnya juga sangat biasa. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Namun, mereka termasuk bangsa-bangsa paling sejahtera di dunia. Bersikap sederhana juga menjadi sikap baku para pejabat Singapura. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Gaji mereka sebagai pejabat negara adalah gaji tertinggi di dunia. Namun, pakaian dan kendaraan mereka biasa. Mereka tidak akan memakai pakaian bermerek dari luar negeri. Barang mewah tidak mereka gunakan, melainkan mereka perdagangkan. Terutama untuk tetangganya yang &#8216;norak&#8217; seperti kebanyakan kita.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Peringatan hari kemerdekaan kali ini sebaiknya kita jadikan momentum buat mengakhiri &#8216;kenorakan&#8217; itu. Kita jadikan momentum buat mentransformasi diri. Yakni dari yang mementingkan gengsi menjadi yang mementingkan fungsi, dari yang mementingkan untuk dikagumi menjadi yang mementingkan produktivitas diri, dari yang suka megah dan mewah menjadi yang suka bersahaja dan bermakna. Mari singkirkan segala kerumitan hidup demi gengsi. Mari menjadi pribadi benar-benar sejahtera dan bahagia. Sebuah buku pengembangan diri menunjukkan jalannya. &#8220;Simplify your life&#8221;. Sederhanakan kehidupanmu. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Niscaya akan sampai pada sejahtera dan bahagia sebenarnya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sekarang, beberapa pemimpin bangsa dari generasi yang lebih muda tampak sungguh-sungguh berkesadaran tentang pentingnya menjadi sederhana. Ketua MPR, Hidayat Nurwahid, secara konsisten mempertahankan hidupnya yang sederhana. Soetrisno Bachir yang sudah sangat kaya sebelum terjun ke politik pun, hidup sederhana saja untuk tingkatnya. Sikap demikian semestinya ditiru oleh semua pejabat negara, para pemimpin lainnya, serta kita semua. Itulah cara terbaik buat memaknai peringatan hari proklamasi kita sekarang ini.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sumeleh.wordpress.com/94/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sumeleh.wordpress.com/94/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sumeleh.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sumeleh.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sumeleh.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sumeleh.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sumeleh.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sumeleh.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sumeleh.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sumeleh.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sumeleh.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sumeleh.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sumeleh.wordpress.com&blog=605126&post=94&subd=sumeleh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumeleh.wordpress.com/2007/08/28/menjadi-bersahaja/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/sumeleh-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sumeleh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>