Posted by heri purnomo on December 20, 2006
Anakku, belajarlah kurang ajar
Agar kau bisa tegar
Anakku, hati-hatilah berbuat baik
Kecuali ketika engkau tahu bahwa hal itu
Membawa keuntungan untukmu
“Itulah yang akan terjadi ketika kita kehilangan rasa dan jiwa kemanusiaan. Para orang tua menasehati anaknya, sesuatu yang seperti puisi tadi. Itulah yang saya rasakan sedang terjadi di negeri kita, manusia indonesia sedang kehilangan kemanusiaannya”, kata Ibu Free Hearty, seorang dosen Universitas Bung Hatta, Padang mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi masyarakat kita.
dikutip dari majalah Tarbawi Edisi Desember 2006
Posted in Sastra | Leave a Comment »
Posted by heri purnomo on December 11, 2006
Cerpen Helvy Tiana Rosa
Apakah kehidupan itu? Cut Dini, temanku, selalu saja marah bila mendengar jawabanku: Hidup adalah cabikan luka. Serpihan tanpa makna. Hari-hari yang meranggas lara.
Read the rest of this entry »
Posted in Sastra | 1 Comment »
Posted by heri purnomo on August 11, 2006
dalam sepi ada cinta
dalam riuh ada rindu
menyatu di pintu-Mu
bagai kembara kuarungi laut biru
berlelah-lelah dan tertatih
sebelum pada akhirnya
menjadi daun luruh
di pangkuan-Mu, ya Rabb
ya Rabb, pemilik keabadian
cinta dan rindu untuk-Mu
adalah mimpi yang hakiki
penuh harap dan cemas
bila kutak sampai
mazher’ags-2006
Posted in Sastra | Leave a Comment »