Aku Dimakamkan Hari Ini
Posted by sumeleh on February 20, 2008
Ini sebuah Puisi nasehat hidup dari seorang teman,
terima kasih temanku yang telah berbagi makna kehidupan.
Semoga engkaupun mendapat berkah dari nasehat yang telah engkau sampaikan.
Amin.
Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
Perlahan, semua pergi meninggalkanku,
Masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
Aku sendirian,
di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
menunggu pengadilan yang kekal...
Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apa lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain,
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka saat ini.
Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
Kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
Tetapi aku tetap sendiri, disini,
Menunggu perhitungan yang pasti atas apa yang aku perbuat...
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,dan ma'af pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus menghadapinya sendiri...
Tuhanku,(entah dari mana kekuatan itu datang,
Setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
Jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,Beberapa hari saja...
Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,yang kumakan,
bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu
Dan Tuhan,beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,untuk berkumpul dengan istri dan anakku,untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,bersama mereka ...
Begitu sesal diri ini karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia siaan kesenangan yg pernah kuraih dulu,
tak ada artinyasama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali ituandai ku bisa putar ulang waktu itu ...
Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan ...
Sebagai bahan renungan kita semua atas nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kita selama ini……..
April 18, 2008 at 9:23 pm
Terimakasih atas keindahan puisinya.
Acara pemakaman, merupakan acara paling mengesankan, karena merupakan “gerbang” dari akhir pelaksanaan tugas seorang manusia.
Sebagaimana diketahui, tugas setiap manusia adalah: (1) beribadah kepada Allah SWT, dan (2) rahmatan lil’alamiin.
Untuk share silahkan klik http://sosiologidakwah.blogspot.com
April 19, 2008 at 1:58 am
Terima kasih atas silaturahimnya Pak Aris, semoga dilapangkan umurnya dan dilapangkan rizkinya.
Amin.
May 6, 2008 at 11:30 am
puisinya serem… tapi bagus banget, buat nyadarkan umat manusia yang semakin sakit…
May 13, 2008 at 3:42 am
SUBHANALLAH, puisinya bagus ya…
salam kenal (syahirulalim.wordpress.com)
July 13, 2008 at 5:30 am
assalamualaikum
puisinya bagus, tetep istiqomah…
salam…
July 14, 2008 at 12:34 pm
alhamdulillah..segala puji hanya bagi Allah
semoga blog ini ada manfaatnya untuk sahabat-2 cyber.
amien.