sumeleh

semua yang ada di alam semesta berdzikir kepada Allah Swt

Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana

Posted by heri purnomo on March 2, 2007

Keaslian Al-Quran justru lebih mudah dipastikan secara logika ketimbang secara pemahanan alam ghaib. Dan logikanya sangat sederhana, karena cukup menerima fakta nyata. 

Untuk memastikan keaslian Al-Quran yang ada di tangan kita, bahwa dia benar-benar Al-Quran yang turun kepada nabi Muhammad SAW 14 abad yang lampau, kita bisa melakukan serangkaian tes dan pengujian. 

Mari kita ambil 5 orang anak usia 10-an tahun dari 5 benua yang berbeda. Dengan syarat, anak-anak itu sudah pernah belajar membaca Al-Quran. Syarat kedua, anak-anak itu tidak saling kenal. Lalu kepada mereka kita minta untuk membaca surat Al-Fatihah bersama-sama. Maka kita akan mendengarkan bacaan yang sama dari mereka. Panjang pendeknya huruf, idgham dan ikhfa’nya, serta makhrajnya, semua akan sama dan berpadu indah. 

Sekarang mari lakukan pada 5 anak lain yang beragama kristen. Dari 5 benua yang berbeda, lalu kita minta mereka membaca satu ayat saja dari Bible yang mereka punya. Maka kita akan mendengar kebisingan, karena masing-masing akan membaca ayat itu dengan cara berbeda-beda. 

Dan lakukan terus dengan 5 anak lagi, kali ini dengan agama lain, misalnya Hindu, Budha, Shinto. Konghucu dan seterusnya. Maka yang kita dengar hanya kebisingan saja. Sebab ternyata masing-masing anak itu membaca bacaan yang sama sekali berbeda. 

Percobaan sederhana ini sudah dengan mudah membuktikan bahwa Al-Quran sampai hari ini tidak pernah mengalami pemalsuan. Bahkan panjang pendeknya tiap-tiap huruf tetap sama, meski yang membacanya anak dari benua Afrika, Eropa, Australia, Asia atau Amerika. 

Sebab penyebaran Al-Quran bukan hanya lewat cetakan mushaf, melainkan lewat oral system. Atau talaqqi dari Nabi Muhammad SAW kepada para shahabat, lalu dari para shahabat kepada para tabi’in, terus ke para tabi’it tabi’in. Dan terus menerus bersambung sampai kepada kita hari ini. 

Ternyata selama ini banyak umat Islam yang belum tahu, bahwa setiap qari’ (ahli baca quran) punya ijazah dari gurunya. Dan kalau diurutkan, akan terbentuk sebuah silsilah panjang yang akan berujung kepada Rasulullah SAW. Dan pola ini hanya ada di dalam dunia Islam, tidak akan kita temukan di agama lain. 

Dan juga tidak banyak yang tahu, bahwa Al-Quran adalah satu-satunya buku di dunia ini yang dihafal luar kepala oleh ratusan juta umat manusia. Sementara Paus di Roma belum pernah kita dengar menghafal luar kepala Biblenya itu. Demikian juga, kita belum pernah mendengar ada pemuka agama apa pun di dunia ini yang pernah menghafal luar kepala kitab sucinya. 

Yang menarik, tidak ada satu pun terjadi perbedaan bacaannya. Bila seorang imam shalat salah baca satu ayat Quran, maka semua makmum akan langsung meralat dan membetulkannya. Sehingga kita boleh bilang bahwa sebenarnya kita tidak perlu lagi dengan cetakan AL-Quran, karena sudah dihafal luar kepala oleh ratusan juta manusia. 

Bahkan anak-anak usia 10 tahunan di berbagai belahan dunia Islam sudah menghafal 6000-an ayat luar kepala. Ini bukan ceria hayal, melainkan realita. Di negeri kita ada banyak pesantren yang juga mengajarkan hafal Quran, salah satunya Pesantren Yanbu’ul Quran di Kudus, Jawa Tengah. Di pesantren ini, anak kelas 1 SD ditergetkan menghafal 5 juz, kelas 2 10 juz, kelas 3 menghafal 15 juz, kelas 4 menghafal 20 juz, kelas 5 menghafal 25 juz dan kelas 6 menghafal 30 juz. Jadi begitu lulus SD (12 tahun) 30 juz Al-Quran sudah ada di dalam memori otak mereka. 

Belum pernah ada sebuah kitab suci di dunia yang bisa dihafal oleh anak SD. Tetapi di Kudus, tiap tahun di wisuda anak-anak SD dengan 30 juz di dalam kepalanya. 

Sebenarnya masih banyak bukti-bukti sederhana yang memastiakan bahwa Al-quran adalah kitab suci dari Allah SWT yang asli dan tidak bisa dipalsukan. Namun sementara, ini saja dulu yang bisa kami sampaikan. 

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,  

dikutip dari Ahmad Sarwat, Lc 

About these ads

38 Responses to “Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana”

  1. agorsiloku said

    Sebagai gagasan tentunya ini menarik, tapi setahu saya tidak ada penjelasan bahwa keaslian diukur dari cara ini. Bahwa ada “suatu kemudahan” sehingga bisa memiliki kemampuan untuk menjadi hafidz dalam satu kriteria, tidak memberikan rujukan bahwa itu tidak dipalsukan.

  2. Saya setuju dengan Pak Agor. Sisi Muslim dari diri saya tentunya percaya akan keasliannya — sebagai doktrin. Tapi dari sisi ilmu pengetahuan tentunya ini sangat lemah. Menarik, tapi tidak terlalu ilmiah.

    Sebab, manipulasi politis itu lebih berbahaya dan perkasa daripada yang kita kira. Bagaimana caranya Yesus diangkat menjadi Tuhan ? Bagaimana caranya isi Alkitab berubah sedemikian jauhnya tanpa ada kesadaran? Tentunya kalau ada perubahan konsep yang begitu signifikan akan ada yang menyadarinya?

    Tapi, sebagai siraman rohani, tulisan ini menarik :)

  3. iwan said

    Sebagai tambahan; yang tertulis dalam Al-Quran, menjadi fakta historis karena bisa diuji kebenarannya,contoh:jasad Firaun, bekas peperangannya, rumah Nabi sampai dengan makam Rosulullah dll. Juga bahwa susumam kata yang tercetak dan digunakan dalam Al-Quran dari kitab yang pertama sampai dengan yang terakhir identik (yang terakhir ini sumbernya saya lupa).

  4. jelasnggak said

    Kalau saya pikir, tulisan ini justru membuktikan bahwa umat islam sedang meragukan keaslian quran itu sendiri.

    Coba pikirkan,…

    Buat apa menulis hal seperti ini, kalau kalian sudah yakin dengan agama kalian itu?

    Kesan yang saya dapat adalah bahwa kalian sedang menghibur diri…

    Salam

  5. Muslim said

    Saya kira ini sangat bagus dan benar2 berdasarkan penjelasan yang logis. Dan buat yang mengatakan bahwa tulisan ini justru membuktikan bahwa umat islam sedang meragukan keaslian quran itu saya kira sangat tidak berdasar. Masa bertanya “Buat apa menulis hal seperti ini, kalau kalian sudah yakin dengan agama kalian itu?” Kok ya pertanyaannya sangat tidak berdasar seperti itu. Padahal itu kan justru memberitakan kebenaran yang dijelaskan dengan logis. Dan dakwah seperti itu ya juga banyak dilakukan agama yang lain. Bahkan sampai mengatakan kesannya menghibur diri padahal justru kesan yang paling tampak adalah dia yang tidak mampu menyanggah dan menanyakan hal yang ngawur begitu.

    Ingat saudara-saudaraku Kaum Muslimin,

    Allah SWT berfirman:

    “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32-33)

  6. wandi said

    assalamu’alaikum..Wr. Wb

    Dari beberapa orang yang pernah saya dengar dan beberapa seminar yang pernah saya ikuti, saya bisa sedikit menyimpulkan bahwa teori2 ilmiah sudah sangat banyak yang membuktikan tentang kebenaran alqur’an, salah satu nya adalah Pada thn 1912 seorang meteorolog Jerman Alfred Lothar Wegener menyatakan bahwa dulunya bumi ini adalah satu daratan dan secara perlahan terpisahkan sehingga menjadi benua-benua, dan riset ini terus dikembangkan oleh ilmuwan2 hingga fenomena ini disebut dengan lempengan tektonik..dan subhanallah, bahwa fenomena pergerakan / pergeseran bumi ini telah disampaikan 1.400 thn lalu oleh seorang manusia buta huruf yang tdk mengerti tentang tecknologi dan ilmu pengetahuan (nabi muhammad s.a.w)dan hal itupun tercatat dalam alqur’an (Kamu lihat gunung-gunung itu. Kamu sangka dia diam. Padahal, ia berjalan sebagaimana jalannya awan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan… (Q.S. An-Naml: 88). Jika kita yakin bahwa Nabi Muhammad itu adalah manusia ummi, maka sungguh sangat mustahil itu adalah kalimat Nabi Muhammat s.a.w, tp sesungguhnya itu adalah kalimat Allah S.A.W

    Masih sangat banyak fenomena2 alam yang hasil penemuan ilmuwan abad ini yang justru semakin memperkuat tentang kebenaran alqur’an secara ilmiah.

  7. orochid said

    subhanallah, maha suci ALLAH yang menjaga keaslian Mukjizat junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW….
    alhamdulillah…. saya setuju dengan pendapat muslim… Pegang teguh n amalkan qur’an-mu, karena itulah petunjuk keselamatn dunia akhirat…

  8. jelasnggak said

    Untuk pemilik blog.

    5 anak kristen dari 5 benua itu membaca terjemahan kitab sucinya, ya jelas beda mas.

    Pengandain kamu itu mengandung ‘logical fallacy’

    Membaca terjemahan ya jelas beda dengan membaca dengan bahasa aslinya mas.
    Kamu membandingkan apel dengan jeruk. Ya beda mas.

    Kamu membandingkan anak membaca dari bahasa asli, dengan anak membaca dari terjemahan.

    Coba kalau 5 anak muslim itu kamu suruh baca terjemahan quran, pasti akan terjadi kebisingan.

    Lalu apakah dengan adanya kebisingan itu, quran menjadi tidak asli? he he he.

    Sekarang, Coba kalau 5 anak kristen dari 5 benua itu disuruh membaca ayat asli dengan menggunakan bahasa aslinya, pasti TIDAK akan ada kebisingan.

    Kalau tidak ada kebisingan, berarti kitab yang mereka baca itu asli jg. he he he.

    @muslim

    Logis?

    Logis darimana?

    Makanya saya berkata di postingan sebelumnya, tulisan seperti ini adalah untuk menghibur diri para muslim sendiri.
    Biar tenteram hati.

    salam

  9. Kutukupret said

    PROSES STANDARDISASI AL QUR’AN OLEH KALIFAH USMAN

    Kedua kelompok muslim yang bertikai di atas tak dapat membendung perbedaan ini ke dalam ideologi politik mereka. Syria dan Irak akhirnya terlibat dalam perang memperebutkan Armenia dan Azerbaijan. Dan, dalam konflik ini dimensi pertentangan antara kedua versi Quran tsb tak dapat dielakkan. Adalah Hudhaifa (dari Yaman) yang akhirnya memprihatinkan masalah ini dan mendesak Usman untuk segera melakukan standardisasi Quran. Bagaimana caranya? Perhatikan hadits berikut:
    Bukhari: vol. 6, hadith 510, pp. 478-479; book 61
    Narrated Anas bin Malik: Hudhaifa bin Al-Yaman came to Uthman at the time when the people of Sham and the people of Iraq were Waging war to conquer Arminya and Adharbijan. Hudhaifa was afraid of their (the people of Sham and Iraq) differences in the recitation of the Qur’an, so he said to ‘Uthman, “O chief of the Believers! Save this nation before they differ about the Book (Quran) …” So ‘Uthman sent a message to Hafsa saying, “Send us the manuscripts of the Qur’an so that we may compile the Qur’anic materials in perfect copies and return the manuscripts to you.” Hafsa sent it to ‘Uthman. ‘Uthman then ordered Zaid bin Thabit, ‘Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As and ‘AbdurRahman bin Harith bin Hisham to rewrite the manuscripts in perfect copies. ‘Uthman said to the three Quraishi men, “In case you disagree with Zaid bin Thabit on any point in the Qur’an, then write it in the dialect of Quraish, the Qur’an was revealed in their tongue.” They did so, and when they had written many copies, ‘Uthman returned the original manuscripts to Hafsa. ‘Uthman sent to every Muslim province one copy of what they had copied, and ordered that all the other Qur’anic materials, whether written in fragmentary manuscripts or whole copies, be burnt. …”

    Jadi, seperti kita tahu, semua naskah yang tidak sesuai dengan naskah yang sudah distandardisasi oleh Usman itu kemudian dibakar. Hanya teks milik Hafsah saja yang dikembalikan. Padahal menurut saya, dalam perkembangan sejarah kitab-kitab suci manapun, berbagai referensi sumber sejarah yang berbeda sekalipun tetap diperlukan, agar didapatkan data dan informasi yang nilainya berbeda-beda sesuai catatan aslinya. Bagaimanapun, arsip dan dokumentasi terlalu penting untuk dibuang apalagi dibakar. Akibatnya kini, Islam tak mempunyai lagi naskah-naskah asli berbagai koleksi milik para sahabat Muhammad. Ini amat disayangkan. Proses standardisasi ini tentu segera menimbulkan pertanyaan dalam benak kita; apakah Usman melakukan perubahan-perubahan tertentu terhadap Quran? Kita lanjutkan berikutnya.

    APAKAH USMAN MELAKUKAN PERUBAHAN-PERUBAHAN TERHADAP QUR’AN?

    Quran standar Usman adalah basis Quran modern yang sekarang. Sehingga semua Quran yang ada sekarang haruslah mengacu kepada mushaf-mushaf yang telah disebarkan oleh Usman pasca standardisasi tsb. Untuk menjawab ini, kita perlu meneliti dan membandingkan, apakah isi teks Quran pasca standardisasi Usman masih sama dengan aslinya, ataukah terdapat indikasi perbedaan-perbedaan yang mendasar di antara keduanya.

    Perhatikan hadits berikut: Bukhari: vol. 8, hadith 817, p. 539-540; book 82
    Allah sent Muhammad with the Truth and revealed the Holy Book to him, and among what Allah revealed, was the Verse of the Rajam (the stoning of married person (male and female) who commits illegal sexual intercourse), and we did recite this Verse and understood and memorized it. Allah’s Apostle did carry out the punishment of stoning and so did we after him. I am afraid that after a long time has passed, somebody will say, `By Allah, we do not find the Verse of the Rajam in Allah’s Book,’ and thus they will go astray by leaving an obligation which Allah has revealed.

    Hadits ini menunjukkan kepada kita, bahwa ayat yang berisikan aturan tentang penghukuman rajam terhadap para pezina sudah tidak ada lagi di Quran yang baru (quran yg anda pegang sekarang). Dengan kata lain, ada ayat yg telah hilang akibat proses seleksi yang berlebihan. Fatal memang, karena sampai menghilangkan ayat. Mengapa demikian? Ini adalah karena Khalifah Usman mempunyai kontrol yang terlalu berlebihan terhadap teks-teks Al Qur’an pada waktu itu. Hal ini ditunjukkan misalnya dalam mengambil keputusan apakah suatu ayat telah diubah atau tidak. Disini, Usman pernah berselisih paham dengan Ibn-az-Zubair perihal tsb :
    Bukhari: vol. 6, hadith 60, p. 46; book 60
    Narrated Ibn Az-Zubair: I said to `Uthman, “This Verse which is in Surat-al-Baqara: `Those of you who die and leave wives behind….. without turning them out,’ has been abrogated by an other Verse. Why then do you write it (in the Qur’an)?” `Uthman said, “Leave it (where it is), O son of my brother, for I will not shift anything of it (i.e. the Qur’an) from its original position.”

    Selain itu, egoisme Usman terlihat dari keputusannya yang selalu dimenangkan dalam setiap perdebatan dengan para editor. Sebagai contoh, dalam hal menghilangkan ucapan “bismillah”… . Perhatikan kutipan berikut (dikutip dari “Mishkat-al-Masabih” ):
    Mishkat Al-Masabih: book 8, ch. 3, last hadith [4]
    Ibn Abbas said he asked Uthman[1] what had induced them to deal with al-Anfal[2] which is one of the mathani[3] and with Bara`a[4] which is one with a hundred verses, joining them without writing the line containing “In the name of God, the Compassionate, the Merciful,”[5] and putting it among the seven long ones. When he asked again what had induced them to do that, Uthman replied, “Over a period suras with numerous verses would come down to God’s messenger, and when something came down to him he would call one of those who wrote and tell him to put these verses in the sura in which such and such is mentioned, and when a verse came down he would tell them to put it in the sura in which such and such is mentioned. Now al-Anfal was one of the first to come down in Medina and Bara`a was among the last of the Qur’an to come down, and the subject-matter of the one resembled that of the other, so because God’s messenger was taken without having explained to us whether it belonged to it, for that reason I joined them without writing the line containing `In the name of God, the Compassionate, the Merciful,’ and put it among the long suras.” (Mishkat Al-Masabih: Ahmad, Tirmidhi and Abu Dawud transmitted it. (tr. by James Robson, Sh. Muhammad Ashraf, Lahore, p. 470)

    “Mathani” adalah sebutan untuk surat-surat yang mengandung kurang dari 100 ayat. Kita tahu, bahwa setiap surat dalam Al Qur’an diawali dengan ucapan “Bismillahirrahmairrahim”, terkecuali surat 9 At Taubah atau Bara’a. Mengapa? Karena kita tahu dari teks di atas, bahwa kalimat itu telah dihilangkan oleh Usman! Jadi, siapa bilang ayat-ayat auwloh tidak bisa diutak-atik, diubah, bahkan diamputasi?

    Selanjutnya, hasil akhir dari standardisasi Quran ini bukanlah keputusan final yang tak mendapat reaksi dan disetujui begitu saja secara konsensus oleh seluruh umat Islam, melainkan hanyalah keputusan sepihak yang disepakati oleh Usman saja. Sebab terhadap hal ini, beberapa reaksi segera muncul pertentangan dari kalangan sahabat yang merasa tidak senang dengan keputusan ini dan menentangnya karena tak sepakat. Salah satunya adalah Mas’ud, yang tak setuju dengan hasil tsb, dan tetap mempertahankan koleksinya sebagai teks yang paling benar. Shaqiq mengatakan, bahwa para sahabat Muhammad yang lain mendukung pendapat ini.

    Muslim: vol. 4, hadith 6022, p. 1312; book 29
    `Abdullah (b. Mas’ud) reported that he (said to his companions to conceal their copies of the Qur’an) and further said: He who conceals anything he shall have to bring that which he had concealed on the Day of Judgement, and then said: After whose mode of recitation do you command me to recite? I in fact recited before Allah’s Messenger (may peace be upon him) more than seventy chapters of the Qur’an and the Companions of Allah’s Messenger (may peace be upon him) know it that I have better understanding of the Book of Allah (than they do), and if I were to know that someone had better understanding than I, I would have gone to him. Shaqiq said: I sat in the company of the Companions on Muhammad (may peace be upon him) but I did not hear anyone having rejected that (that is, his recitation) or finding fault with it.

    Disini jelas, bahwa Mas’ud mengajak masyarakat Islam untuk menyembunyikan Quran mereka masing-masing (supaya tak dibabat oleh radikalisme Usman!).

    Sampai disini dulu sementara, simpulan:
    1. Quran sudah tidak asli lagi
    2. Usman melakukan standardisasi dengan melakukan pengubahan dan pembakuan. Terbukti dari beberapa catatan sarjana muslim diatas, terjadi banyak pertentangan pasca kodifikasi.
    3. Quran yang ada setelah Usman (apalagi sekarang) sudah tidak sama lagi dengan yang disampaikan Muhammad.

  10. Muslim said

    bwat yg menamakan dirinya jelasnggak,

    Saya cuma mau tanya, klo kitab loe benar2 turun dari Tuhan, KENAPA TIDAK ADA YANG HAFAL ALKITAB? Sementara Al-Quran sudah dihafal oleh jutaan umat dimuka bumi ini.

    dan bagi yang menamakan dirinya Kutukupret,

    apa loe ga’ sadar klo argumen loe AMAT KONYOL?
    coba baca artikel ini :

    http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/7a30144438-hukum-rajam-tidak-ada-dalam-al-quran.htm

    Lagipula mestinya loe pade NGACA DLU MA ALKITAB LOE.
    GUE INGETIN NIH :

    AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :

    Ayat-ayat Porno (cabul)
    1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
    Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

    2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
    “….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

    3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

    4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

    5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

    6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

    7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

    Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
    1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
    2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
    3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
    4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
    5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
    6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
    7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
    8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
    9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
    10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
    11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
    12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
    13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
    14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
    15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

    Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
    1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

    2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

    3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

    4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

    5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

    6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

    7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

    8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

    9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

    10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..

    11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

    12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

    Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38).

    Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
    1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

    2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
    Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
    Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

    3. Tuhan salah hitung
    Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

    Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

    1. Hukum Sabat
    Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
    Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

    2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
    Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

    3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
    Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

    4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
    Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

    5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
    Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

    6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
    Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
    Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

    7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

    8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

    Ayat-ayat takhayul (mistis)
    Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

    Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

    Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

    Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

    Ayat-ayat Diskrimatif
    Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
    Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

    Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

    1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
    Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
    Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

    2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
    Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

    3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
    Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

    4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
    Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

    5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
    Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

    AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :

    Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

    Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

    Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

    Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

    Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

    Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

    Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

    Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18).

    KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

    1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
    “Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

    2. Dr. Mr D.C Mulder:
    “Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

    3. Dr. Welter Lempp;
    “Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

    4. Dr. R. Soedarmo:
    “Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

    SOLUSI AKHIR

    Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Contoh perbedaan yang sangat mencolok dapat kita lihat pada Alkitab tahun 1970 dengan Alkitab tahun 2000. Dalam Alkitab cetakan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2000, kitab II Samuel pasal 21 terdapat 22 ayat, pasal 22 ada 51 ayat, pasal 23 ada 39 ayat dan pasal 24 ada 25 ayat. Jumlah seluruhnya, pasal 21-24 ada 127 ayat, termaktub kita-kira tujuh halaman. Seandainya ada orang yang hafal ayat ini, tentu akan sia-sia hafalannya. Karena dalam Alkitab versi lain, kitab II Samuel pasal 21-24 itu tidak ada. Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

    1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
    2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
    3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
    4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
    5. Tidak mengandung pornografi.
    6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
    7. Relevan sepanjang zaman.

    ITU BARU SEBAGIAN AJA GUE SEBUTIN SOALNYA NTAR KEBANYAKAN.
    Kenapa umat kristen belum sadar juga? selama ini mereka hanya terus berdalih tanpa penjelasan yang berarti.

    Sama seperti ketika mempertanyakan kenapa tidak ada yang hafal alkitab? LANGSUNG MEREKA BERDALIH bahwa alkitab terlalu tebal sehingga sulit dihafal sedangkan Al-Quran sangat tipis. Tapi ingat, AL-QURAN TERDIRI DARI RATUSAN LEMBAR HALAMAN.

    lalu okelah kita terima itu, lalu bagaimana ketika seorang Muallaf (www.geocities.com/dialog_antar_agama/bimb_tauhid/muallaf.htm) menantang para pendeta untuk menghafal SATU LEMBAR BOLAK-BALIK SAJA AYAT ALKITAB mereka masih tidak bisa? Mereka membuat dalih baru dengan mengatakan ““Kami umat Kristiani tidak ditekankan untuk menghafal kitab suci. Kami hanya menekankan pemahaman dan pengamalan, bukan hafalan.” Jawaban ini hanyalah retorika untuk menutupi kelemahan kitab sucinya. Sangat aneh jika pendeta (yang biasa mengkhutbahkan ayat Alkitab) sarjana S-3 tidak hafal selembar Alkitab pun. Padahal, jika Alkitab itu murni firman Tuhan, seharusnya mudah dihafal. Karena Allah pasti memudahkan umat manusia untuk menghafal firman-Nya.

    Artikel itu bisa dibaca disini :

    http://www.geocities.com/dialog_antar_agama/bimb_tauhid/muallaf.htm

    Jadi seperti yang saya bilang klo ITU SEMUA LOGIS. Dan klo ada yang mengatakan itu menghibur diri, BUKANKAH ANDA YANG MENGHIBUR DIRI? Sama seperti umat kristen yang TERUS BERDALIH karena tidak bisa membuktikan keaslian kitab mereka itu

  11. Assalamualaikum wr wb,Menurut ana AlQur’an adalah kitab paling akhir/paling sempurna.Dimana dalam AlQur’an tercantum isi dari kitab terdahulu : zabur, taurat,injil. Kesimpulanku AlQur’an adalah kitab hasil amandemen zabur,taurat,injil dan disempurnakan Alloh. Sehingga kitab zabur, taurat dan injil tidak berlaku lagi karena sudah diamandemen dan disempurnakan menjadi AlQur’an. Jazakumullah khairan katsiraa

  12. zeinmiftah said

    @FaithFreedom

    Panjang amat … ga minat bacanya

  13. cahkangkung said

    saya pikir, akan lebih baik, apapun keyakinan yang kita anut tidak usah dibanding-bandingkan untuk apa, agama itu sudah berumur ribuan tahun, sementara manusia hanya puluhan tahun, logikanya jika hanya satu yg benar yang lain seharusnya menderita, miskin, hidup susah, serba yng jelek deh, tapi realitanya di tiap kelompok ada yg kaya miskin, cantik jelek, sehat sakit, dsb, dsb, contoh nyata ketika terjadi tsunami ratusan ribu orang mati, di Thailan orang beragama Budha banyak yg meninggal, di India beragama Hindu nyang meninggal,di Aceh beragama Islam banyak nyang meninggal, orang asing beragama Kristen juga meninggal, jadi lakukanlah keyakinan masing2, toh semua dari kita berkeinginan hidup damai dan sejahtera.

  14. azzzis said

    Al-Qur’an (ejaan KBBI: Alquran, dalam bahasa Arab قُرْآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.

    Ditinjau dari segi kebahasaan (etimologi), Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:

    “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)

    Terminologi
    Sebuah cover dari mushaf Al-Qur’an

    Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

    “Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir di mana membacanya termasuk ibadah”.

    Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur’an sebagai berikut:

    “Al-Qur’an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas”

    Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.

    Nama-nama lain Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nama lain Al-Qur’an

    Dalam Al-Qur’an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur’an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

    * Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)
    * Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
    * Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
    * Al-Mau’idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)
    * Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
    * Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
    * Asy-Syifa’ (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
    * Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
    * At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
    * Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
    * Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
    * Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
    * Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
    * Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
    * An-Nur (cahaya): QS(4:174)
    * Al-Basha’ir (pedoman): QS(45:20)
    * Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
    * Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

    Struktur dan pembagian Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Surat dalam Al-Qur’an, Makkiyah, dan Madaniyah

    Surat, ayat dan ruku’

    Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar dan Al-‘Așr. Total jumlah ayat dalam Al-Qur’an mencapai 6236 ayat di mana jumlah ini dapat bervariasi menurut pendapat tertentu namun bukan disebabkan perbedaan isi melainkan karena cara/aturan menghitung yang diterapkan. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku’ yang membahas tema atau topik tertentu.

    Makkiyah dan Madaniyah

    Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat,sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah

    Juz dan manzil

    Dalam skema pembagian lain, Al-Qur’an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur’an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

    Menurut ukuran surat

    Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

    * As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus
    * Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min dan sebagainya
    * Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya
    * Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya

    Sejarah Al-Qur’an hingga berbentuk mushaf
    Manuskrip dari Al-Andalus abad ke-12

    Penurunan Al-Qur’an

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Periode penurunan Al-Qur’an

    Dipercayai oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur’an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 13 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

    Penulisan Al-Qur’an dan perkembangannya

    Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur’an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

    Pengumpulan Al-Qur’an di masa Rasullulah SAW

    Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.

    Pengumpulan Al-Qur’an di masa Khulafaur Rasyidin

    Pada masa pemerintahan Abu Bakar

    Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.

    Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan

    Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

    Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:

    Suwaid bin Ghaflah berkata, “Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur’an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, ‘Bagaimana pendapatmu tentang isu qira’at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira’atnya lebih baik dari qira’at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran’. Kami berkata, ‘Bagaimana pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.’ Kami berkata, ‘Pendapatmu sangat baik’.”

    Menurut Syaikh Manna’ Al-Qaththan dalam Mahabits fi ‘Ulum Al Qur’an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur’an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

    Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur’an

    Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur’an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur’an itu sendiri.

    Terjemahan

    Terjemahan Al-Qur’an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur’an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; terkadang untuk arti hakiki, terkadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.

    Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

    1. Al-Qur’an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002
    2. Terjemah Al-Qur’an, oleh Prof. Mahmud Yunus
    3. An-Nur, oleh Prof. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy
    4. Al-Furqan, oleh A.Hassan guru PERSIS

    Terjemahan dalam bahasa Inggris

    1. The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali
    2. The Meaning of the Holy Qur’an, oleh Marmaduke Pickthall

    Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

    1. Qur’an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta
    2. Qur’an Suadawiah (bahasa Sunda)
    3. Qur’an bahasa Sunda oleh K.H. Qomaruddien
    4. Al-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa Rembang
    5. Al-Qur’an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad Adnan
    6. Al-Amin (bahasa Sunda)

    Tafsir

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Tafsir al qur’an

    Upaya penafsiran Al-Qur’an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

    Adab Terhadap Al-Qur’an

    Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur’an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi’ah ayat 77 hingga 79.

    Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)

    Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur’an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur’an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

    Hubungan dengan kitab-kitab lain

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hubungan Al-Qur’an dengan kitab lain

    Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur’an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur’an dengan kitab-kitab tersebut:

    * Bahwa Al-Qur’an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
    * Bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
    * Bahwa Al-Qur’an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
    * Bahwa Al-Qur’an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur’an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

  15. Muhammad said

    Aisha melaporkan bahwa bahwa ada satu lembaran yang berisi dua ayat, termasuk ayat-ayat rajam, ditulis dalam lembaran yang disimpan dibawah tempat tidurnya. Namun pada waktu pemakaman muhammad, seekor binatang memakannya hingga musnah.

    Binatang itu disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yg menurut Ibrahim bin Ishaq al Harbis menyebutkan “shal” yang berarti –sejenis— kambing atau domba (ada pakar lain yg menyebut dajin sbg semacam unggas).

    Tapi, apapun jenis binatang yg memakan (menghilangkan) lembaran mushaf ayat quran tersebut, pokok persoalannya adalah bahwa ayat-ayat quran yang berada di tangan kita hari ini ternyata tidaklah seutuh atau selengkap yang selama ini diyakini oleh kalangan muslims awam yang kebanyakan tak tahu detail sejarah kanonisasi quran mereka sendiri.

    Sumber :

    Ibrahim b. Ishaq al Harbis, Gharib al hadith menyebutkan “shal” yang berarti domba.

    Zamakshari, al Kashaf, vol.3 p.518, footnote.

    Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p.108.

    Al Fadl b. Shadahn, al Idah, p.211.

    Abd al Jalil al Qazwini, p.133.

    Peristiwa hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat dimakan binatang sungguh menggelikan, menyedihkan dan membuktikan bahwa Allah-nya islam adalah pembohong kelas kakap karena tidak bisa memenuhi apa yang dia janjikan sendiri dalam ayat berikut:

    QS 15:9, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. [793].

    Peristiwa Terjadi Saat Rumah Sedang Sibuk Dengan Pemakaman Nabi SAW.

    Sumber:

    Ahmad b. Hanbal, vol.4 p.269.

    Ibn Maja, Sunan, vol.1 p.626.

    Ibn Qutayba, Tawil, p.310.

    Shafi’i, Kitab al Umm, vol.5 p.23, vol.7 p.208.

    Menurut laporan dari Ibn Maja menceritakan bahwa Aisyah berkata: ayat al-Radha’ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah SWT dan ditulis dalam MUSHAF di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah dan kami sibuk dengan pemakamannya maka ayat-ayat tersebut HILANG.

    Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi dalam Al-Itqan sbb:
    Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33:56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca “Wa’ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal” selepas “Innalla ha wa Mala’ikatahu Yusalluna ‘Ala al-Nabi..” Aisyah berkata,”Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf. ”

    Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

    Sumber:

    Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol.4 p.434.

    Suyuti, al Durre Manthur, vol.5 p.180.

    Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol.1 p.226.

    Kutipan dari Suyuthi:
    Aisyah berkata, “Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA.”

    Lalu kemanakah 27 ayat dari surah al-Ahzab yg raib itu? Mengapa Usman hanya memuat 173 ayat dari 200 ayat yang seharusnya tercantum di dlm surah al-Ahzab? Apakah Usman sengaja ataukah tak sengaja tidak memuat keseluruhan 200 ayat tersebut? Mengapa auwloh tidak melindungi ayat-ayatnya sebagaimana yg ia janjikan di dlm QS 15:9…?!

    Lagi-lagi esensi persoalannya adalah, bahwa quran yg ada di tangan kita hari ini telah jauh berubah dari aslinya. Campur tangan kepentingan manusia terbukti dominan dalam proses perjalanan sejarah quran.

    So…., apakah kamu masih percaya kalo quran itu steril dari campur tangan manusia?

    Bahkan –konyolnya- bukan cuma manusia, tapi kambing pun terbukti bisa merusak konfigurasi quran! Astagfirullah..

    Aku tahu kau bakal jawab seperti apa..

    (1) Aku mengambil hadis palsu,

    (2) Aku mengambil hadis lemah,

    (3) Bila bukan keduanya, maka pasti aku salah tafsir, atau menafsirkan di luar konteks,

    (4) Bila bukan ketiganya, maka pasti aku sedang menebar fitnah…

    Please deh… Seperti pepatah mengatakan

    Coca-cola jatuh dari langit; The Gods Must Be Crazy.

    Quran turun dari langit; Please deh……..Your God must Be Crazy!”

  16. Muhammad said

    Quran turun dari langit; Please deh……..Your God must Be Crazy!”

  17. Yudhis said

    Muhammad said
    May 28, 2009 at 5:03 am

    “Quran turun dari langit; Please deh……..Your God must Be Crazy!”

    ——————————————————————————-

    Allah SWT berfirman:

    “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32-33)

    Sebelumnya saya juga ingin menyampaikan dahulu Shalawat kepada nabi besar Muhammad SAW:

    Ya Nabi Salam Alaika
    Ya Rosuul salam alaika
    Ya Habiib salam alaika
    Sholawatulloh alaika

    Allahuma shali ala Muhammad
    Ya Rabbi shali alaihi wasalim
    Allahuma shali ala Muhammad
    Ya Rabbi baalighul wasila

    Allahuma shali wassallim ala
    Sayidina wa Maulana Muhammad
    Adadama bi’iImillahi shalatan
    Da’imatan bidawami mulkilahi

    Semoga Shalawat serta Salam selalu tercurah bagimu ya baginda nabi Muhammad, beserta kepada para sahabatmu, keluargamu, dan para pengikutmu, amien ya Allah..

    Hey buat anda yang menggunakan nama Muhammad,
    tapi sayangnya anda tidak tahu makna dari nama tersebut, bagaimana kemuliaannya dan keagungannya di langit dan di bumi.

    Kalau bukan karena Muhammad Rasulullah, tidaklah Allah ciptakan segala sesuatu. Muhammad Rasulullah telah diciptakan sebelum segala sesuatu, dan segala sesuatu diciptakan dari tetesan Nur Muhammad yang terang benderang. Kemudian namanya dituliskan di samping Nama Allah di gerbang surga. Hanya Nama Muhammad yang dituliskan bersama Asma Allah. Laa ilaaha illallah, Al-Malik Al-Haqq Al-Mubin, Muhammad Rasulullah Ash-Shadiq Al-Wa’di Al-Amin. Setiap manusia tidak bisa dianggap beriman kalau belum mencintai Allah dan Muhammad Rasulullah SAW. Telah banyak peristiwa terjadi dengan nama Muhammad. Telah banyak hal tidak terjadi demi Muhammad. Rahmat diluaskan kepada alam semesta melalui Muhammad Rasulullah, dan mushibah di angkat demi Muhammad Rasulullah SAW. http://www.aswaja.net/aswaja-blogger/216-karena-muhammad

    Sekarang,
    Kembali ke pokok masalah yahhh….

    Perbuatan anda, tindakan anda, dan kelakuan anda dan mungkin juga org2 lain yang sama seperti anda ternyata telah diberitakan di dalam Al-Qur’an, dan ternyata jelas terlihat ADA LOH… ga percaya!? baca aj lagi di atas, masih ada kok ga kemana-mana ayatnya… awkwkwkwkwkw….

    merasa tersinggung yeeaaahhhhh… hehehe.. sabar aj mas.. namanya juga udah takdirnya si mas begitu kali mas…

    Itu tadi cuma contoh kecil loh…. ternyata peringatannya udah tercantum di dalam Al-qur’an 15 abad yang lalu…

    So.. sekarang jelas mana hayoo???
    kitab suci yang anda miliki ataukah Alqur’an, fikirkanlah…..

    Jika anda mau membuka fikiran dan hati anda, insyaAllah saya mendoakan mas, niscaya Allah akan memberikan hidayah-Nya kepada anda, sebab hidayah tidak datang begitu saja mas.. Hidayah itu harus berangkat dahulu dari keinginan mas dalam mencari jalan kebenaran…

    Wassalam..

  18. yesusmu said

    @ muhammad, zeinmiftah : keoookkkkk niiiihhhh….makanya pake otak dan akal kalo ngomenin soal islam yaa…yesusmu itu bukan tuhan tauuuuuu…dia sama saja ma muhammad, manusia biasa yang diberi mu’jizat oleh Allah SWT. tuuuh namanya aja bisa gw pake…yesus..yesus…hahaha…

  19. blasus said

    tuhan itu cuma ALLAH…kalo lo ngatain al quran berantem ampe mati ama gw?sumpah DEMI ALLAH g pntes lo pke nama MUHAMMAD…dia itu rasul yg mulia…mas,klo mw tw tntng islam tlong bca2 bku2 islam…mudah2an ALLAH memberi hidayah pda kmu…amien…

  20. hawa said

    @ALL:DaMai Ok Ok

  21. hawa said

    @MuhammaD:WooOoOooiiiiiiii….SADARRRRRRRRRRRRRRR LOEEEEEEEEEEEEE!!!!

  22. Noname said

    Ada yg nulis diatas ttg isi alkitab yg tidak bgus dll…. Tetapi apa kamu tahu? yang kalian sebutkan adalah Kitab perjanjian lama yang kadang disebut Taurat. bukankah dalam islam sendiri meyakini adanya kitab taurat? Sementara dalam Katholik, Tuhan Yesus turun kedunia untuk membenarkan apa yang ada di Kitab Perjanjian lama sebagai seorang Mesias. Maka setelah ada Tuhan Yesus turunlah Injil dan Kitab Perjanjian baru.

    Sementara Al-Quran :
    Tidak diterjemahkan, kenapa? bukankah si pembaca jadi tidak mengerti artinya? hampir semua orang islam yang saya tanya tentang arti dari satu ayat suatu surat saja tidak tau. Apakah umat islam sudah didoktrin seperti itu? ini justru yang kadang menimbulkan kecurigaan. Dan Alquran ditulis setelah khalifah ke-4 (saya kurang tau khalifah keberapa tetapi yang pasti setelah Muhammad meninggal lama) dengan sumber yang tidak jelas lengkap atau tidak, karena kita tidak tahu siapa yang menulis sumber alquran yang kemudian disatukan menjadi kitab. Sementara injil, tertata rapi karena memang ada penginjil dan rasul yang tersisa(11 orang) sehingga lebih tepat

    Tentang alkitab yang banyak menggunakan kata2 kira2 memang itu tidak bisa kita salahkan… Karena zaman dulu mungkin belum ada patokan waktu Greenwich Meridian Time… sehingga waktu saat itu di kira2 oleh penginjil… Ini adalah manusiawi karena semua kitab ditulis oleh manusia (tidak mungkin tiba2 buku jatuh dari langit)

    Sekarang kita lihat saja isinya…. banyak surat Alquran yang menceritakan tentang perang yang juga diikuti oleh Muhammad… sementara, Yesus tidak pernah melawan dan selalu mengalah… Karena MENGALAH ADALAH BENAR! Yesus mengajarkan kebaikan untuk kita selalu mengalah, sementara muhammad tidak menghentikan murid2nya yang berperang…

    Bila ada kata yang kurang berkenan, HARUS dimaklumi karena kalian juga menulis hal2 yang menjelekjelekan umat Kristiani dengan bahasa yang tidak sopan

    Salam Damai

  23. harris said

    Kalo menghafal tanpa mengerti maknanya, gimana mau mengaplikasikan dalam hidup sehari-hari?? pantesan aja banyak eks pesantren tapi kelakuanny jauh dari aqidah, mungkin karena mereka tidak tau makna ayat2 suci Al-Qur’an

    sepertinya umat islam udah banyak dibodohin bangsa arab deh….

  24. kahfimedia said

    belajar mencintai Al Quran, salah satu kekuatan Islam adalah Al Quran, karena Al Quran adalah buku petunjuk, satu paket dengan penciptaan alam semesta, keasliannya tidak perlu diragukan lagi, dan jikapun ada yang membantah atau tidak percaya itu adalah suatu yang lumrah, keyakinan tidak bisa dipaksakan. Yang terpenting bagaimana umat Islam berusaha sekuat tenaga mengaplikasikan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

  25. Hamba_ALLAH said

    bismillahirrahmanirrahim……

    @Noname : “Tuhan Yesus turun kedunia untuk membenarkan apa yang ada di Kitab Perjanjian lama sebagai seorang Mesias”

    satu pertanyaan dari gw : kalo tuhan lho turun ke bumi…. siapa yang ngatur alam semesta…????

    bisa ancur nih alam semesta klo cuma “satu daerah” dibumi aja yang diurusin…..

    salam..

  26. Pepen said

    aku semakin yakin Islam adalah agama yang HAQ, membaca comment dari semua, benar yakin memang firman Allah tentang yahudi dan nasrani yang tidak akan pernah ridha Islam berdiri tegak, mereka akan senantiasa merongrong dan terus berusaha untuk menuntun umat islam agar masuk ke agama busuk mereka.
    Lebih baik mati dari pada harus melepaskan keimanan.

  27. Hukum KASIH said

    4 muslim said.
    pertama YESUS itu adalah RAJA damai dan HUKUM kasih Melekat pada ajaranNYA.
    1. tidak ada seorang kristen pun yang pernah mengatakan bahwa alkitab turun dari surga. Alkitab bukan alquran yg turun dari sorga yg dititipkan kepada orang butahuruf dan setelah alquran ditangannya muncullah hadits kemudian menjadi nabi pidofilia
    2. Al kitab bukanlah kitab yang harus dilafalakan pada berjuta umat manusia melainkan pahami benar tiap satu perikop bukan satu ayat pergi ke ayat lain.kemudian setelah dipahami dan benar dimengerti, lakukanlah. beda dengan alquran yang harus dilafalkan dengan nada do re mi pa so la si do.
    1.Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
    2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
    3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.
    yehezkiel menuliskan/menggambarkan itu sebagai nasehat supa kita tidak meniru atau malah melakukan hal yang dilakukan kakak beradik itu, karena hukumannya jelas tertulis pada ayat berikutnya ayatnya yang ke 32-49.
    yehezkiel 16 :36-52 itulah ayat yang menerangkan betapa kejamnya persundalan perumpaan israel pada masa itu, Tuhan menggamplangkan itu semua karena dimata Tuhan itu adalah kekejian hukumnya diikuti ayatnya yang ke 32-49.
    Ulangan 23: 1-2,Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN.Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN.
    pada maasa itu itulah hukum yang berlaku bagi orang yang tidak boleh masuk kedalam Rumah TUHAN.
    (makanya pikiran mu jangan ngeres trus sama dengan nabi pidofiliamu itu)

    4. Hosea 1:3, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.
    (makanya bung baca satu perikop, hosea bukanlah nabi yg engaku camkan di otak kopekan mu itu, perikop ini diberi judul “Keluarga Hosea sebagai gambaran Israel yang tidak setia”
    benar Tuhan menyuruh hosea yang di jelaskan ayatnya yang ke2 :
    Keluarga Hosea sebagai gambaran Israel yang tidak setia
    (2) Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN. perhatikan kata “KARENA”….. jika otakmu memang nalar.. atau kamu buta huruf juga..?

    5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

    6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.
    ((8) Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.”
    (9) Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
    (10) Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.
    (“baca dulu ayat2 sebelumnya”. ayat ini menasehatkan kita agar kita jangan lah berbuat hal yang demikian karena itu kekejian dimata TUHAN. agar kamu tidak ber onani ria membayangkan surga yang dijanjikan si pedofilia itu, kalau tidak salah bunyi kitab suci si pedofilia ini berkata “Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban).QS 52: 17 – 20. QS 55: 70 -77. QS 56: 35 – 36.QS 78: 33 – 44. kalau ini boleh kamu pertimbangkan dengan otak yang sehat jelas ini adalah ayat- ayat PORNO)
    7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

    (kidung agung adalah argumentasi dan kumpulan puisi2 salomo yang menceritakan kecantikan para wanita-wanita yerusalem, sebagai pemikat hati para istrinya dan para gundiknya salomo. tapi umat kristiani tidak menTuhankan atau memuja salomo untuk bisa berpoligami dengan anak dibawah umur yang belum punya rambut kemaluan dan tidak menghalalkan untuk menganbil para perempuan yang suaminya mati pada pertempuran sebagai istri atau sebagai gundik.

    Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
    1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
    Kejadian 6:5-6 :dalam perikop ini dijelaskan bentuk dari pada kejahatan nanusia. ayat yg ke-6 berkata : (5) Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    (6) maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    (dasar kata apa yang kamu ambil ini adalah “pelecehan”
    2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
    Yesaya 42 :(13) TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
    (dimanakah kata2 yang kamu lihat “Tuhan mengah-mengah, megap-megap dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan”).
    makanya bung jangan memfitnah, berdusta, tidak ada bukti konkrit yang kamu ceritakan itu atau memang kamu buta huruf sama si pedofilia itu?

    3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
    kejadian 1 :(1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
    kejadian 1 :(2) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
    ( ada kata yang aneh dengan roh Allah melayang-layang di atas permukaan air? dari segimana kamu mengatakan ayat ini pelecehan terhadap Tuhan ? saya kurang paham maksudmu itu?
    roh allah melayang layang diatas air karena samudra raya masih tertutupi oleh air.
    4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
    (Yehezkiel 4:12-15. Maka kujawab: “Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.”Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”
    (kitab Yehezkiel menjelas berbagai hukuman atas israel yang berbalik dari Tuhan dengan berhala-berhalnya pada masa perjanjian lama. dan Tuhan tidak mengiming-imingi orang yg berkelakuan jahat dimataNYA
    5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).

    6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
    7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
    8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
    9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
    10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
    11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
    12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
    13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
    14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
    15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).
    ( tidak ada bukti konkrit yang kamu fitnah ini sebagai pelecehan bagi TUHAN kami. intinya kamu baca Alkitab jangan perayat setidaknya dalam satu perikop kamu pahami. baru ajukan pertanyaan kepada saya. silahkan kirim email ke tozialung@yahoo.co.id. )

    tuduhan ayat :Tuhan yang ragu-ragu” “kira-kira”
    semulanya tolong baca ayat-ayat alkitab persatu perikop bukan perayat. bisa saya jelaskan bahwa Tuhan mengatakan “kira-kira” apakah pada masa yang engkau gamblangkan itu ada jam analog pada saat ini. dan yang menuliskan itu adalah orang-orang yang ikut bahkan muridnya sendiri.
    makanya bung muslimin janganlah tanyakan apa yang ditanyakan orang muslim lainnya, buatlah argumenmu sendiri, karena pertanyaanmu ini sudah dibahas bahkan di media televisi. seperti si pidofilia mengatakan belajarlah sampai ke negeri cina bukan kenegeri arab,

    kutunggu komentar lainnya…
    salam kasih KRISTUH yang melampaui segala akal dan pikiran..

  28. tm said

    Q.S 109:6”untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

  29. nasrudin said

    ISLAM IS THE BEST!!!!

  30. agiel said

    Saya terlahir sebagai islam, dan saya belum bisa menjalankan agama dengan baik karena sifat arogansi dan keinginan manusia u serba membuktikan… Namun seiring dengan berjalannya waktu, referensi dan kecerdasan… saya sadar tanpa menjalankan agama dengan baik saya kehilangan hal yang begitu besar yaitu ridlo dari Allah Swt.

    Akhir kata Iman dan Takwa saya mulai terbentuk ketika melihat Umat Muslim begitu SANTUN dan PENUH KASIH.. Terima kasih atas website / blogspot ini.. dan Bp. Mario Teguh ( motivator golden ways ). Al Qur’an memang Mukjizat dan wahyu dari Allah Swt..
    Subhanallah..

    kurang lebihnya saya mohon maaf..

    wasalam..

  31. Restu jaya said

    nama:Rahmat Saifudin

    semua yang merasa sudah comment dan merasa agama kalian yang paling benar saya hanya pengen satu bukti dari kalian,,,
    km ingin tau agama kamu benar ato gak???
    atau kitab kamu paling benar atau gak???
    maka matilah dulu nanti klo dah mati baru cerita ke aq ya????
    balas comment ini.
    kalian tanyakan pada malaikat penjaga alam barzah???
    jika anda gk bisa maka janganlah kalian merasa paling benar,,,
    karena haya ALLAH SWT yang mengetahui segala sesuatu yang ada di ALAM SEMESTA ini,,,
    jika kalian yakin dengan ajaran agama kalian maka kerjakanlah dan laksanakanlah seyakin yang anda yakini
    jangan hanya saling menjelekan agama orang lain.

    LAKUM DINNUKUM WALIYADIN
    (Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku)

    janganlah kalian merasa paling benar.
    mohon maaf jika ada yang tersinggung.

  32. kisah muallaf…

    […]Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana « sumeleh[…]…

  33. Foredi said

    Foredi…

    […]Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana « sumeleh[…]…

  34. cute girl said

    Seru juga baca comment di atas,,, dari comment di atas malah memperkuat iman q tentang Islam..Alqur’an tetap akan terjaga keasliannya karena dalam kitab suci sendiri Allah juga akan menjaga keasliannya sampai akhir zaman.
    Muhhamad,jelas nggak,kutuperet and teman2ya @ dah jelas kalo alkitab sudah tidak asli tp dah di rubah tNGn mNUSIA tapi engkau orang tidak mau mengakui..Munafik,,n satu lgi klo Alkitab tidak untuk di hafal tapi slruh makna dan isinya di laksanakan dlm kehidupan…klo ga hafal satupun truz ada yang merubah and menyimpang..tu namanya kitabnya wez gak asli..revisian..kayak buku aja,,berarti klo gtu tahun ke tahun printah agamanya brubah-brubah donk,,,hehe aneh,lucu……….di bawah ini jelas2 alkitab udah diubah n buatan Lukas CS

    PERJANJIAN BARU

    Perjanjian Baru ialah kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang
    datangnya sesudah Nabi Isa, apakah itu sepuluh, ataukah
    mungkin ratusan tahun sesudahnya. Perjanjian Baru terdiri
    atas dua bagian, yaitu Injil-injil dan surat-surat kiriman.
    Isi Perjanjian Baru ialah:

    1. Injil yaitu Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya,
    Termasuk pula dalam injil Lukas ialah Kisah Rasul-Rasul,
    yaitu tulisan Dr. Lukas, tabib pribadi Paulus, tentang
    diri Paulus.
    2. Surat-surat kiriman (oleh Paulus) terdiri dari
    14 surat banyaknya:
    Surat kiriman kepada orang Rum
    Surat kiriman kepada orang Korintus I & II
    Surat kiriman kepada orang Galatia
    Surat kiriman kepada orang Epesus
    Surat kiriman kepada orang Pilipi
    Surat kiriman kepada orang Kolose
    Surat kiriman kepada orang Tesalonika I & II
    Surat kiriman kepada sahabatnya Titus I & II
    Surat kiriman kepada sahabatnya Pilemon
    Surat kiriman kepada orang orang Ibrani

    Surat dari Yakub, Petrus I & II, Yahya I, II, III dan V,
    dimana yang ke-IV ini disebutkan wahyu kepada Yahya dan
    sebuah dari Yehuda. Maka jumlah keseluruhannya ialah 27
    buah, yaitu 5 buah Injil, termasuk kisah rasul-rasul, 22
    buah surat kiriman, 14 diantaranya buah tangan Paulus.
    Didalam kita menelaah Perjanjian Baru maka ada tiga
    persoalan yang harus kita selesaikan yaitu: Satu atau
    Tigakah Allah menurut Perjanjian Baru?

    Manusia atau Tuhankah tokoh Yesus dalam Perjanjian Baru?

    Masihkah Hukum Musa (Taurat) itu berlaku?

    Untuk supaya kita dapat menyelaminya lebih mendalam baiklah
    lebih dahulu kita cantumkan beberapa ayat-ayat Perjanjian
    Baru, yang mungkin berguna dalam penyelidikan kita lebih
    lanjut. Kita lihat sekarang:

    1. Matius 5:17: Janganlah kamu sangkakan aku datang ke
    dunia ini untuk merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi,
    bukannya aku datang untuk merombak kitab Taurat atau
    nabi-nabi, melainkan untuk menggenapi.
    2. Rum 3:31: Jikalau demikian adakah kami membatalkan
    Taurat oleh sebab iman itu? Tidak, sekali-kali tidak
    melainkan kami meneguhkannya.
    3. Matius 4: 2: Setelah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam
    lamanya, maka iapun laparlah.
    4. Yahya 3:16: Karena demikian Allah mengasihi dunia ini,
    sehingga dikaruniakannya anaknya yang tunggal, supaya barang
    siapa percaya akan dia jangan binasa, melainkan mendapatkan
    hidup yang kekal.
    5. Yahya 5:7: Karena tiga yang menjudi saksi di surga yaitu
    bapa, firman dan rokhulkudus.
    6. Galatia 3:10: Karena seberapa banyak orang yang
    keadaannya melakukan syariat Taurat, ada dibawah kutuk
    seperti tersurat: bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang
    tiada tekun berbuat segala sesuatu yang tersurat didalam
    kitab Taurat.
    7. Markus 7:8: Hukum Allah kamu tinggalkan, dan hukum
    manusia kamu turut.
    8. Rum 3:28: Sebab itu kami sifatkan orang disebarkan oleh
    sebab iman, bukan dengan melakukan syariat Musa.
    9. Matius 23:8: Hanya ada satu saja bapamu ialah yang ada
    didalam surga.
    10. Galatia 2:17: Adakah Kristus Yesus itu pelayan dosa?
    Mustahil.

    Seperti Perjanjian Lama, maka kemungkinan besar, sebab
    Perjanjian Baru ini ditulis pula oleh beberapa orang, maka
    didalam Perjanjian Barupun kita banyak menjumpai
    pertentangan-pertentangan, bahkan yang lebih prinsip, yang
    lebih penting lagi dibanding dengan Perjanjian Lama. Kita
    lihat sekarang:

    1. Matius 5:17 dengan Galatia 3: 13, masing-masing berbunyi:
    Jangan kamu sangkakan Aku (Yesus) datang kedunia ini untuk
    merombak Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan
    Maka Yesus sudah menebus kita daripada kutuk Taurat Musa
    itu, dengan menjadikan suatu kutuk karena kita karena ada
    tersurat: Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung
    pada kayu.
    2. Menurut Rum 3:31: Jikalau demikian adakah kami ini
    membatalkan Taurat oleh sebab iman itu? Tidak, sekali-kali
    tidak.
    Menurut Rum 4:15: Taurat Musa itu mendatangkan murka,
    siapa yang melakukan hukumnya, tiada dibenarkan.
    (Kesimpulan: Taurat Musa memang tidak dibatalkan, tetapi ia
    dianggap sebagai gudangnya kemurkaan Allah).
    3. Menurut Markus 12:29: Dengarkanlah olehmu hai Israil,
    adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan Yang Esa.
    Menurut I Yahya 5:7: Karena ada tiga saksi disurga yaitu
    bapa, firman dan roh kudus. Ayat ini diperjelas lagi dengan
    Matius 28:19: Yesus menyuruh murid-muridnya pergi ke seluruh
    bumi, membaptiskan orang dengan nama Bapa, dan Anak dan
    Rokhulkudus. (Kesimpulan: Yesus memungkiri kata-katanya
    sendiri, yaitu Tuhan yang Esa menjadi Tuhan yang tiga yaitu
    Bapa, Anak dan Rokhulkudus.
    4. Menurut Matius I: 1-16: Silsilah Yesus sampai Ibrahim ada
    42. Menurut Lukas 3: 23-34: Silsilah Yesus sampai Ibrahim ada
    55. (Kesimpulan: Kalau Matius benar maka Lukas salah; kalau
    Lukas yang benar, lalu bagaimanakah dengan Matius? Lagipula
    menurut Matius nenek Yesus ialah Yusuf, melalui keturunan
    Soleman, menurut Lukas nenek Yesus ialah Heli, melalui
    keturunan Natan).
    5. Menurut Yahya 5:37: Yesus mengatakan: Maka bapa itu yang
    sudah menyuruh aku, ia sendiri telah menyaksikan dari halku.
    Kamu belum mendengar suaranya dan menampak dia.
    Menurut Yahya 3:16: Allah berkata: Inilah anakku yang
    kukasihi, kepadanyalah aku berkenan. (Kesimpuhan: Yesus
    manusia atau Tuhan? Ia Rasul yaitu pesuruh Allah ataukah ia
    Allah, seperti yang dikatakan oleh Yahya 1: 1).
    Menurut Matius 10: 5-6: Ajaran Yesus khusus untuk bangsa
    Yahudi saja. Menurut Matius 28:29: Ajaran Yesus untuk semua
    orang, dikuatkan pula oleh kisah rasul-rasul 14:27.
    (Kesimpulan: Ucapan Yesus tidak selamanya tepat, ia sesudah
    bangkit dan kematiannya, berubah hatinya, mengubah ajarannya
    dari khusus untuk bangsa Yahudi menjadi untuk segala bangsa
    dan bahasa dan kaum).
    7. Menurut Rum 3:31: Adakah kami membatalkan hukum Taurat?
    Tidak, sekali-kali tidak. Menurut Rum 7:6: Tetapi sekarang
    ini kita telah terlepas daripada hukum Taurat itu.
    (Kesimpulan: Paulus memungkiri kata-katanya sendiri, ia
    tidak menolak bahkan ia menggenapi Taurat, Tetapi ia
    berlepas diri daripada Taurat, dus tidak mengakuinya lagi).
    8. Menurut Matius 18: 4: Anak-anak bayi tidak berdosa,
    hingga siapa yang menyambut kerajaan Allah seperti bayi-bayi
    itu akan diterima.
    Menurut Rum 5: 12: Semua manusia berdosa, termasuk
    bayi-bayi yang tidak tahu apa-apa. Begitulah seterusnya,
    masih ada berpuluh-puluh ayat-ayat lagi, yang bila kita
    kutip semuanya, saya khawatir tidak dapat meneruskan
    penulisan buku ini.

    EMPAT PENULIS INJIL

    Empat penulis Injil, didalam menulis Injilpun berbeda satu
    dengan yang lainnya. Pernah saya ingat, pada suatu kali Ibu
    saya menanyai Ayah mengapakah dalam Injil Lukas disebut ada
    dua orang malaikat didalam kubur Yesus, sedangkan didalam
    Markus hanya disebutkan ada seorang muda? Maka sambil
    mengelus-elus kepalanya yang botak ia menjawab: Akh itu
    bukan soal, mam, Matius dan Markus menuliskan berdasarkan
    penglihatan masing-masing. Tetapi berdasarkan Rokhulkudus.
    Mengenai penglihatan masing-masing ayah lalu menceriterakan
    tentang syaithan dan jin, dimana si A bisa melihat si B
    tidak. Maka percakapan selanjutnya lalu berkisar pada
    pengalaman-pengalaman Ayah tentang Syaithan. (Eh, Kumaha
    Eta, Aba?) Yang “bukan soal” bagi ayah, itu justru “menjadi
    persoalan” bagi saya, sebab dengan simpang-siurnya wahyu
    Allah kepada rasul-rasulnya, akan lebih bersimpang siur pula
    ummatnya, bahkan eksesnya sungguh-sungguh diluar dugaan dan
    perhitunganNya dan kita. Baiklah mari kita teliti dahulu
    betapa satu persoalan yang sama kadang-kadang ditulis oleh
    penulis- penulis Injil dalam versi yang berbeda-beda. Kita
    jumpai misalnya:

    1. Peristiwa pertemuan Yudas Iskariot dengan Yesus ditaman
    Getsemani:
    a. menurut Matius 26:49: Yudas berkata: Assalamu alaikum.
    b. menurut Markus 14:45: Yudas berkata: Ya Rabbi, Ya Rabbi.
    c. menurut Lukas 22: 47: Yudas tidak berkata apa-apa.
    d. menurut Yahya 17:6: Yudas tidak sempat berkata
    sebab jatuh.

    2. Pemarangan seorang hamba imam besar:
    a. Menurut Matius 26:51: Seorang DIANTARA MURID YESUS.
    b. Menurut Markus 15:17: Seorang DIANTARA SEGALA ORANG.
    c. Menurut Lukas 22:50: Seorang DIANTARA MEREKA ITU.
    d. Menurut Yahya 17:10: Yang memarang ialah PETRUS.

    3. Perihal jawaban dan sangkalan Petrus.
    a. Menurut Matius 26:71-74:
    (1) Tiada aku mengerti.
    (2) Tiada aku kenal orang itu.
    (3) Tiada aku kenal orang itu.
    (sambil bersumpah, maka ayampun berkokoklah).
    b. Menurut Markus 14:66-72:
    Jawaban ke-1: Aku tiada mengerti dan tahu akan
    perkataanmu (ayam berkokok), ke-2: Tidak aku kenal
    orang yang kamu katakan itu (ayampun berkokoklah)
    jawaban ke-3 …?
    c. Menurut Lukas 22: 57-60:
    Jawaban ke-1: Hai perempuan, aku tidak,
    jawaban ke-2: Hai orang, aku tidak,
    jawaban ke-3: Hai orang, aku tidak mengerti apa
    yang engkau katakan itu (ayampun berkokoklah…)
    d. Menurut Yahya 18:26, 25, 17:
    Jawaban ke-1: bukan; ke-2: bukan; ke-3: .. …?
    (lalu ayampun berkokoklah).

    4. Perihal kunjungan murid-murid Yesus ke kuburannya,
    di hari Minggu pagi-pagi:
    a. Menurut Matius 28:1-6: Perempuan perempuan itu bertemu
    dengan malaikat yang menggolekkan batu kubur yang
    mukanya seperti kilat, dan bercakap-cakap dengan
    malaikat itu.
    b. Menurut Markus 16:2-6: Mereka hanya menjumpai
    orang muda.
    c. Menurut Lukas 24:23-24: Perempuan-perempuan itu
    berjumpa dengan 2 orang
    d. Menurut Yahya 20:3-11: Petruslah yang berjumpa
    dengan 2 malaikat, lalu memberitahukan kepada
    perempuan-perempuan itu.

    ULASAN DAN TANGGAPAN KITA

    Menurut tanggapan ayah saya, maka hal ini bukanlah merupakan
    “suatu apa-apa.” Mungkin karena ayah saya sudah terlalu lama
    dalam agama Kristen, sudah 33 tahun lamanya menjadi pendeta
    yang tentunya sudah jauh mendalam daripada saya. Tetapi
    menurut saya, maka hal ini malahan merupakan “suatu soal
    besar” mengingat bahwa keempat penulis Injil itu adalah
    manusia-manusia yang sudah dipenuhi dengan Rokhulkudus.
    Rokhulkudus adalah oknum Allah ketiga yang sama juga
    hakekatnya dengan Allah, atau Jibril menurut faham Islam.
    Bertanyalah kita: Mengapakah manusia-manusia yang sudah
    mendapat bimbingan Illahi itu masih pula “salah” menulis
    didalam menanggapi sesuatu persoalan yang sama? Persoalan
    yang mudah, yaitu pendengaran dan penglihatan. Salah
    Rokhulkuduskah? Artinya Allah didalam memberikan wahyunya
    memang dengan suatu rasa diskriminasi, atau rasa
    membeda-bedakan? Maka tidaklah kita akan menolak, kalau
    kemudian orang menyimpulkan, bahwa bukannya Allah yang salah
    mewahyukan, melainkan penulis-pentilis itulah sendiri yang
    menulis tiada dengan ilham rokhnya. Mereka menulis dengan
    tangannya sendiri, bukan dengan bimbingan Allah. Dengan
    demikian kontradiksi-kontradiksi dari ucapan Yesus, adalah
    karena kekhilafan mereka, penulis-penulis ini, dus bukan
    karena kelupaan Yesus sendiri. Lagi pula dalam penyelidikan
    yang teliti, mereka, yaitu Matius c.s. bukanlah mutlak
    murid-murid Yesus sendiri. Mereka, Lukas misalnya, adalah
    malahan hanya seorang tokoh yang mengikuti tokoh lain yang
    lebih besar pula, ialah Paulus.

  35. kembang said

    toko florist…

    […]Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana « sumeleh[…]…

  36. Firma said

    Firma…

    […]Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana « sumeleh[…]…

  37. Prediksi Angka Jitu Hari Ini…

    […]Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana « sumeleh[…]…

  38. […] Membuktikan Keaslian Al-quran dengan Logika Sederhana […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: