sumeleh

try to remember 4JJ1 anytime..

Khusyuk dalam Shalat

Posted by sumeleh on February 15, 2007

Oleh : Umi Hasanah

 Shalat adalah komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Kadang shalat diartikan sebagai al-munaji yaitu dialog interaktif antara hamba dan Tuhannya. Juga dimaknai doa karena terdiri atas permohonan orang yang shalat (mushali) kepada Tuhannya. Seperti kalimat warzuqni, artinya limpahkanlah rezeki kepadaku.

 Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, bahwa ketika orang yang sedang shalat mengucapkan ”alhamdulillah”, Allah SWT menjawab ”hammadani ‘abdi (telah memuji kepada-Ku hamba-Ku).”Kata khusyuk berasal dari khasya’ yakhsyu’ khusyu’an yang artinya memusatkan segala ruh hati dan pikiran seorang mushali kepada semua gerakan dan bacaan dalam shalat. Sehingga, pikiran dan hatinya hanya terfokus di dalam shalat semata.

Imam Syafi’i menjelaskan dalam kitab Al-Um, ”Orang yang sedang shalat hendaklah ia seperti seorang prajurit yang berhadapan dengan seorang raja gagah dan kuat. Serius, tegak, konsentrasi, dan fokus terhadap perkataan rajanya itu.” Firman Allah Azza Wajalla, ”Sungguh bahagia orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang di dalam shalat mereka khusyuk.” (QS Al-Mu’minun [23]: 1-2).

Rasulullah SAW memberikan kiat-kiat agar shalat khusyuk. Pertama, mengingat kematian ketika dalam shalat. Sabda Rasulullah SAW, ”Ingatlah kalian terhadap mati ketika dalam shalat. Sesungguhnya seseorang yang ingat mati dalam shalat, ia akan memperbaiki shalatnya. Jika tidak mengingat kematian diri kalian, niscaya urusan duniawi akan mengganggu konsentrasi shalat kalian.” (HR Ad-Dailami)

Kedua, tenang dan seakan-akan melihat Allah SWT. Tahapan kedua jika mushali ingin merasakan khusyuk dalam shalat adalah melakukan ketenangan dalam semua gerakan dan bacaan sehingga merasakan seakan-akan melihat Tuhannya. Ujar Rasul, ”Shalatlah kalian semua dengan tenang seakan-akan kalian melihat Allah di depan kalian. Walaupun kalian tidak melihat-Nya sesungguhnya Allah melihat kalian semua.” (HR Abu Muhammad Al-Ibrahimi)

 Dalam beribadah, seyogianya kita mengingat akan mati di esok hari agar semua ibadah kita terasa khusyuk. Sebaliknya, jika dalam urusan dunia hendaklah kita seakan-akan hidup untuk seribu tahun, agar khusyuk dalam bekerja.Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kita agar khusyuk dalam shalat. Karena dialog interaktif antara kita dan Sang Khalik dapat menghasilkan pahala yang memuaskan. Beliau bersabda, ”Apabila salah seorang dari kamu sekalian sedang melaksanakan shalat, sebenarnya ia sedang berdialog dengan Tuhannya. Maka, perhatikanlah bagaimana cara berdialog itu?” (HR Imam Hakim). Wallahu’alam bish-shawab.

11 Responses to “Khusyuk dalam Shalat”

  1. senyumsehat Says:

    Bagi saya Shalat adalah makanan ruh,sarana ruh saya berhubungan dengan Allah SWT dan memelihara ruh agar tetap sehat… Tidak hanya tubuh yang perlu di pelihara

  2. sumeleh Says:

    oh ya.. betul bu, ruh juga seperti raga. perlu dirawat dengan makanan rohani. jika tidak akan kelaparan dan kering, jika tak ada ruh yang sehat seperti mayat yang berjalan.

  3. agorsiloku Says:

    bagaimana mengartikan penuh konsentrasi dalam shalat, apakah seperti konsentrasi pada meditasi?. Ada berapa “suara” kah yang kita dengar dalam shalat kita?

  4. sumeleh Says:

    penuh konsentrasi, menurut pemahaman saya Pak Agor, adalah berusaha melepaskan ikatan-ikatan duniawi semaksimal mungkin dan berusaha memfokuskan bahwa kita sedang bermunajat dg Allah, raja segala raja alam semesta. Setiap terngiang suara-suara yang mengganggu, segera kita benamkan dalam ingatan kita, kita alihkan fokus pikiran kepada Allah.

    Memang sangat sulit untuk bisa khusuk seperti Rasulullah dan sahabat-sahabat, tapi tentu kita perlu terus mencoba, sehingga bisa sedekat mungkin menuju khusuknya beliau-beliau.

    Pak Agor, belum lama saya membeli buku Panduan Sholat Lengkap, ditulis oleh Dr. Said Bin Ali Bin Wahab, terbitan Almahira. Bukunya bagus dan bahasanya enak dan runtut. Setiap pembahasan, selalu ada argumentasi dalil-dalil dalam Al-Quran dan Hadits, dan tauladan-2 beliau, bagaimana tata cara Sholat yang benar. Harganya hanya 88 ribut. ( Maaf, bukan promosi ya, saya beli di Gramedia Depok ).
    Saya menangkap secara garis besar “Bahwa kalo sholat kita sudah benar ( dari semenjak bersuci / berwudhu dan tata cara sholat kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ), maka untuk khusuk dalam sholat itu bukanlah sesuatu yang teramat sulit.

    Demikian Pak Agor, maaf kalo jwbnya tidak memuaskan. Saya juga masih tertatih-tatih untuk melakukannya. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk itu. Amin.

  5. Susah Nggak Ya Shalat Khusyu? « Sains-Inreligion Says:

    [...] Upaya khusus, eh khusyu itu gampang-gampang susah, Sumeleh bilang itu sebenarnya mudah [...]

  6. imam hanafi Says:

    bagi saya shalat itu bagaikan makanan kalau dah waktunya makan belum makan maka kita akan jadi lapar. begitu juga dengan salat kalau dah waktunya shalat belum shalat kayaknya ada sesuatu yang kelaparan yaitu roh kita, yang belum menghadap sang pecipta.

  7. Gunadi , S.IP Says:

    Perlu adanya tulisan al’ quran dan al hadis dalam tataca a kekhusukan sholat tadi dan sangat berguna

  8. aries Says:

    Untuk saya khusyu nomor 2,yang terpenting adalah nawaitunya,kalau niatnya mantap maka khusyu akan terasa mudah,asal tidak berlebihan dalam menjlankannya

  9. Santoso Says:

    Saya hendak bertanya dan ini benar-benar diluar topik (OOT) ‘khusuk’, tapi saya sangatlah membutuhkan jawaban. Apabila ada beberapa orang makmum yang masbuk dan berada dalam satu shaf yang sama, saat imam selesai dengan sholatnya, apakah bisa/boleh seorang dari makmum yang masbuk tadi menjadi imam penerus? adakah dalil yang sahih soal ini?

  10. Bayu A.D.A Says:

    Saya,tidak tahu apakah saya pernah shalat khusyu atau belum, tetapi menurut pengalaman saya, jika saya shalat terkadang saya resapi arti dari doa2 yg saya ucapkan, bayangkan jika saya mati, amalan apa yang saya punya?sungguh sangat kurang amalan yg saya peroleh,jangan pernah merasa bahwa diri saya adalah manusia yang paling suci.sungguh rendah saya dibanding Allah SWT.mohon ampun sebesar2nya kepada allah.ikhlaskan diri saya(baik jasad/jiwa) kepada Allah SWT.sadar bahwa seluruh bagian dari jasad dan jiwa saya adalah milik Allah SWT. dan suatu ketika nanti akan kembali kepadaNya.terkadang secara tiba2 sayapun meneteskan air mata,karena mengingat bahwa amalan saya teramat kurang jika Allah SWT mengambil jiwa saya saat itu juga. setelah selesai shalat. perbanyaklah berdzikir di manapun asalkan baik tempatnya(jangan di dalam WC).pahami arti dari tiap dzikir.

    memang tidaklah mudah pada awal.tetapi apabila anda telah merasakan betapa Maha BesarNya Allah/meneteskan air mata ketika anda shalat, maka anda akan selalu merasakan adanya kerinduan akan Allah SWT. dan ingin agar anda cepat kembali ke waktu shalat berikutnya. dan tentunya anda akan berharap bahwa setiap hari dalam hidup anda adalah malam lailatul qadar.

    Jika ada kesalahan kata,pastilah kesalahan saya.namun apabila terdapat kebenaran dari kata2 saya,itu semua merupakan nikmat anda dari Allah SWT(tolong jangan mengartikan saya menggangap diri saya adalah Allah SWT,saya sesungguhnya hanyalah seorang manusia biasa).

    Insya Allah, jika kita selalu beriman&bertaqwa kepada Allah SWT. kita akan dihadiahkan shalat khusyu/lalatul qadar.dan ingat jangalah berpuas diri dalam mencari ridhla dari Allah SWT.

  11. Dwiananda Says:

    tambahan untuk komentar mas/mba Bayu A.D.A kita juga harus yakin bahwa kita sedang menghadap Allah SWT. dan kita harus yakin bahwa Allah SWT sedang mendengar apa yang ada dihati dan mulut kita.dan itupun harus kita lakukan dengan hati tunduk kepadaNya.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>